DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

BPSMB SURAKARTA ADAKAN PERTEMUAN TEKNIS SINKRONISASI MUTU TEMBAKAU DI KLATEN


         Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Surakarta mengadakan Kegiatan Pertemuan Teknis Sinkronisasi Mutu Tembakau di Kabupaten Klaten pada hari Selasa tanggal 20 Februari 2018 bertempat di Tjokro Hotel Klaten. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari petani tembakau, pengusaha tembakau, grader, tengkulak dan Asosiasi Petani Tembakau (APTI) serta instansi pemerintah terkait antara lain Disdagkop UKM Kabupaten Klaten, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten. Acara dibuka dengan sambutan Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Klaten, Abdul Mursyid. Untuk selanjutnya dibuka oleh Kepala Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Surakarta, Dra. Wahyu Miatiningsih, M.Si.

        Materi pada Pertemuan Teknis Sinkronisasi Mutu Tembakau antara lain Mata Rantai & Tata Niaga Komoditi Tembakau yang disampaikan oleh Adi Priyo Handoko, Amd dari Dinas Perdagangan Koperasi & UKM Kabupaten Klaten. Materi kedua yaitu tentang Upaya Budidaya Tembakau sesuai SNI disampaikan oleh Ir. Mursito, MM dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten. Materi ketiga tentang Kemitraan dan Permasalahan Tembakau disampaikan oleh Suwarno dari Asosiasi Petani Tembakau (APTI).

Tujuan diadakannya Kegiatan Pertemuan Teknis Sinkronisasi Mutu Tembakau di Kabupaten Klaten dilaksanakan guna :

1.     Menyamakan persepsi perihal mutu tembakau.

2.     Menambah wawasan, motivasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mutu produk sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagaimana                    tuntutan pasar sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan petani/pengusaha tembakau.

3.     Tembakau di Kabupaten Klaten merupakan produk unggulan sehingga perlu dipertahankan keberadaannya karena kontribusinya cukup besar bagi                            kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.

4.     Pemberian jaminan keamanan dan mutu yang baik pada pelaku usaha dan kewajiban pelaku usaha untuk selalu memastikan kualitasnya sehingga dapat                    diterima dipasar.

5.     Salah satu faktor daya saing adalah mutu barang/konsistensi mutu produk karena untuk mengantisipasi persaingan dipasar bebas.

6.     Dalam era globalisasi perdagangan, standar memegang peranan penting baik itu untuk transfer teknologi, menghubungkan antar pelaku ekonomi akses pasar            dan sebagainya sehingga jelas standar. Standar adalah untuk meningkatkan dan melindungi konsumen dari sisi keamanan, kesehatan,lingkungan hidup dan              keselamatannya.