entry image

BPSMB SURAKARTA LAKUKAN PENGUJIAN MUTU BERAS


Memenuhi permintaan permohonan analisa beras dari UD. Sumber Rejeki (Madiun), PT. Bintang Pusaka Jaya (Banyuwangi), UD. Sumber Lancar (Nganjuk), PT. Pilar Menara Mas (Malang), dan UD. Nary (Surabaya). Pada hari Senin tanggal 16 Oktober 2017, Analis Laboratorium Penguji BPSMB Surakarta melakukan pengujian beras dengan parameter uji sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 31/PERMENTAN/PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras. Klasifikasi Kelas Mutu Beras menurut Permentan sebagai berikut :

Seperti kita ketahui pengawasan beras menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat. Beras disebut baik jika sudah memenuhi standar mutu kelas yang ditentukan. Adapun beras berkualitas juga memiliki syarat yang harus diperhatikan tidak hanya dari sisi komponennya saja. Biasanya, syarat ini dapat dilihat dengan kasat mata. Syarat untuk beras bermutu yaitu bebas hama dan penyakit, bebas dari bau apek, asam dan bau asing lainnya. Maksud dari bau asing adalah bau yang jauh dari bau beras pada umumnya. Selain itu, beras yang bermutu juga terbebas dari campuran dedak dan bekatul, bebas dari bahan kimia yang dapat membahayakan dan merugikan.

Usulan revisi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk beras saat ini masih dibahas oleh Komite teknis dan diperkirakan selesai maksimal 6 bulan mendatang. Saat ini ada 7 Laboratorium uji yang telah terakreditasi oleh KAN-BSN yakni Ditstandalitu Ciracas Jakarta, PT. Sucofindo Jakarta, Balai Penelitian Tanaman Padi (Sukamandi), Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB Jember), BPSMB Medan, BPSMB Kalimantan Selatan dan BPSMB Surakarta.

Laboratorium Penguji BPSMB Surakarta sebagai salah satu laboratorium uji yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) Nomor LP-037-IDN. Laboratorium Penguji BPSMB Surakarta mampu melakukan pengujian terhadap hasil pertanian dan perkebunan (beras, jagung, gabah, terigu, tembakau, teh, lada, casia, dll), hasil industri (detergent, sabun, pupuk, dll), Makanan dan minuman (mie, sosis, air minum, minuman dalam kemasan, kerupuk, dll), rokok (nikotin dan tar) dan mainan anak.

Saat ini marak permohonan analisa beras dari Jawa Timur dan Yogyakarta untuk diuji mutunya sebagai persyaratan pemenuhan uji mutu untuk penentuan HET beras (Peraturan Menteri Perdagangan RI No 57/M-DAG/PER/8/2017) ke BPSMB Surakarta. Sedangkan untuk Pengujian beras dari wilayah Jawa Tengah ke BPSMB Surakarta belum ada sampai dengan saat ini.