DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

BPSMB Semarang Ajak UNWAHAS dalam Penjaminan Mutu Alat Ukur


Guna melakukan upaya pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya dalam pengujian dan kalibrasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Semarang bekerja sama dengan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melaksanakan kegiatan pengenalan kalibrasi alat ukur.

Kegiatan pengenalan kalibrasi ini diikuti oleh 98 (sembilan puluh delapan) mahasiswa Unwahas Jurusan Teknik Mesin semester 3 (Tiga) dan semester 5 (Lima) yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 11 s.d 12 Desember 2018.

 “kegiatan pengenalan kalibrasi ini merupakan langkah yang positif bagi kaum milenial khususnya mahasiswa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menjaga mutu produk industri, mutu pendidikan, layanan dan keamanan kesehatan untuk masyarakat agar sesuai standar nasional dan internasional. Dari sisi komitmen jaminan mutu sebagai tanggung-jawab moral terhadap standardisasi alat-alat ukur yang digunakan oleh masyarakat dalam interaksinya dengan industri, layanan kesehatan, dan pendidikan agar tidak menyimpang dari koridor moral / agama maupun intelektual” ujar Mohammad Eqbal selaku narasumber di BPSMB Semarang.

Dalam Pelatihan ini mahasiswa diperkenalkan tentang kalibrasi dan berbagai jenis alat ukur yang sering digunakan dalam mata kuliah mereka khususnya alat ukur dimensi. Hasil pengukuran tidak mungkin mencapai kebenaran yang absolut karena keterbatasan dari berbagai macam faktor. Salah satu contoh, meskipun hasil pengukuran yang dilakukan merupakan hasil yang dianggap benar, masih juga terjadi adanya nilai ketidakpastian pengukuran, oleh karena itu ada baikmya kita mengetahui nilai sebenarnya dari alat ukur yang dipakai dan kemudian dibandingkan dengan alat ukur standar yang sudah tertelusur.

Menurut beliau yang sekaligus sebagai assesor, proses pengukuran dan kalibrasi seharusnya dimulai sejak proses rancang bangun produk sampai proses distribusi ke konsumen. “Tuntutan perlindungan konsumen menuntut proses pengujian dan kalibrasi dengan berbagai besaran dan metode agar memberikan hasil yang benar dan terjamin,” ujarnya. Kemudian beliau melanjutkan, “alat produksi yang dikalibrasi secara benar akan menjaga ketepatan ukuran, mengurangi produk gagal, meningkatkan efisiensi produksi, sehingga pada akhirnya meningkatkan margin keuntungan.”