DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

Banyumas Penghasil Gula Kelapa Terbesar di Jawa Tengah


Banyumas,dinperindagjateng.go.id – “Indonesia adalah produsen kelapa tertinggi di dunia dan Kabupaten Banyumas adalah daerah penghasil gula kelapa terbesar di Indonesia”, ungkap narasumber Mustaufik dosen teknologi pertanian dari Unsoed Purwokerto pada acara Pelatihan dan Pendampingan Kemitraan Gula Kelapa di Hotel DOMINIC, Purwokerto, selasa kamis tanggal 23-25 Agustus 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

Pelatihan yang diikuti oleh 20 IKM pengolah gula kelapa dari Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini dibuka oleh Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kab. Banyumas didampingi Kepala Bidang Industri Agro Kimia Hasil Hutan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jateng.  Sedangkan instruktur pelatihan tenaga ahli pengolah gula kelapa dari Fakultas Pertanian Unsoed Purworkerto dan Dinas Perindagkop dan UMKM Kab. Banyumas.  Materi yang disampaikan tentang GMP; HaCCP dan SNI Gula Kelapa; Pentingnya PIRT; Potensi, prospek dan strategi pengembangan industri gula kelapa nasional menghadapi MEA; Gula Kelapa Herbal; dan Kebijakan pemerintah yang bisa dikases IKM gula kelapa.  Disamping materi teori, juga dilakukan kunjungan lapangan ke IKM pengolah gula kelapa yang telah mempunyai sertifikat HaCCP.

Seiring dengan meningkatnya penderita diabetes dan obesitas,  serta trend gaya hidup sehat untuk mengurangi konsumsi gula pasir, menjadikan gula kelapa kini makin populer dan diburu banyak orang.   Bahkan di negara-negara maju gula kelapa organik sebagian besar dijual di toko-toko makanan kesehatan. Di Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Asia Utara semakin banyak digunakan oleh industri makanan coklat dan roti.  Gula kelapa dipasarkan sebagai pengganti gula tebu karena lebih sehat dan memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi serta rasanya yang khas.

Standardisasi produk merupakan salah kendala IKM gula kelapa untuk bisa ekspor karena sebagian besar dalam berproduksi mereka belum menerapkan CPPOB/GMP. Dengan diselenggarakan pelatihan ini diharapkan pengetahuan dan pemahaman  IKM gula kelapa tengan CPPOB/GMP meningkat.  Setelah pelatihan, akan ditindaklanjuti dengan pendampingan oleh tenaga ahli dari Unsoed Purwokerto.  “Pendampingan akan diberikan kepada IKM gula kepala yang benar-benar mempunyai komitmen untuk maju dan meningkatkan usahanya, sehingga out put dari pendampingan tidak sia-sia dan benar-benar tepat sasaran”, ungkap Kepala Seksi Industri Agro – Dinas Perindag Prov. Jateng pada saat acara penutupan pelatihan.