entry image

Bimbingan Teknis Kebijakan Ekspor Impor dan Informasi Perdagangan Luar Negeri


Dalam rangka untuk memotivasi pengusaha Jawa Tengah, Dinas Perindag Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kebijakan Ekspor Impor dan Informasi Perdagangan Luar Negeri, bagi Eksportir dan Importir Jawa Tengah. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Oktober 2018 di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Dengan menghadirkan Nara sumber dari Direktorat Perundingan Bilateral, Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional  Kementerian Perdagangan, Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor,  Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas. Semarang.

Kegiatan ini untuk memberikan informasi dan menangkap peluang yang ada, dengan ditinjau ulangnya GSP Amerika untuk Indonesia serta dampak perang dagang Amerika dan Cina. Amerika merupakan negara tujuan ekspor utama Jawa Tengah dengan share sebesar 27, 55% dari total ekspor Jawa Tengah. Saat ini situasi politik dagang antara Amerika dengan China menjadi issu yang sangat penting. Perang dagang antara Amerika dan China  merupakan suatu tantangan yang sekaligus memberikan peluang kalau kita manfaatkan secara bertanggung jawab yaitu dengan dengan memasarkan produk kita ke Amerika.  Akan tetapi situasi ini menjadi terhambat manakala kebijakan Trum untuk meninjau ulang terhadap kebijakan Generalized System of Preferences (GSP) untuk Indonesia, yang tidak menutup kemungkinan  Amerika akan menghapus GSP untuk Indonesia. Tentunya ini bagi Indonesia khususnya  eksportir Jawa Tengah akan berdampak yang kurang baik. Dengan dihapusnya GSP tersebut barang Indonesia yang masuk ke wilayah Amerika akan kena tarif normal. Sehingga harga produk kita akan dipasarkan lebih mahal dari harga sebelumnya. Tentunya daya sasing produk kita menjadi lebih lemah (dari segi harga jual).

Bagaimanakah kita akan bersikap dan bersiap-siap jika nanti GSP Amerika benar-benar dihapus. Juga  bagaimana cara memanfaatkan situasi politik perang dagang antara Amerika dengan China yang sedang berlangsung dengan cara bijaksana dan tanggung jawab. Yang artinya kita tidak hanya mengambil barang dari China kemudian kita jual ke Amerika tetapi kita menjual barang sendiri yang  benar-benar produk Indonesia. Bukan illegal transhipment yang akan membawa masalah Circumvantion (kejahatan terhadap asal-usul barang) atau memalsukan asal-usul barang dengan menggunakan SKA Indonesia sementara barang tersebut barang impor  dari China.

Inilah yang harus kita hindari jika kita tidak ingin terkena masalah dengan tuduhan Circumvantion. Untuk menangkap peluang yang ada kita juga harus tertib dalam administrasi  baik dibidang ekspor dan impor. Saat ini hampir semua perijinan dilakukan secara on line sehingga akan menjadi masalah bilamana yang melakukan proses perijinan tidak pernah berhadapan dengan perangkat elektronik seperti computer dan jaringan internetnya. Pada kegiatan tersebut juga dihadirkan pembicara dari DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, agar dapat memberikan informasi dan bimbingan terhadap pelaksaan perijinan melalui Online Single Submission (OSS).  Hadir juga dari kementerian Perdagangan yang berkaitan dengan dokumen pendukung ekspor dan impor yang harus dilaksanakan melalui Inatrade. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Emas yang berkaitan dengan pelayanan kepabeanan. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kepada Eksportir dan Importir Jawa Tengah tertib dalam berusaha maju dibidang ekspor sehingga menjadi eksportir yang handal. Selalu Updete dengan perkembangan zaman.