entry image

DISPERINDAG JATENG TEMUKAN BARANG YG TIDAK SESUAI KETENTUAN


Dalam era globalisasi dan pasar bebas saat ini banyak beredar barang-barang yang dipasarkan dalam berbagai jenis merek dan type baik produksi dalam negeri maupun impor yang mestinya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini mengakibatkan terjadi persaingan yang tidak sehat diantara pelaku usaha dan dapat merugikan konsumen.  Perlindungan terhadap masyarakat dari beredarnya barang-barang di pasaran yang memenuhi SNI belum optimal. Akibat praktek bisnis dan atau persaingan usaha yang kurang baik. Disamping itu, pemberdayaan konsumen akan hak dan kewajibannya belum terlaksana sebagaimana mestinya, maka diperlukan upaya dan tindak lanjut untuk mewujudkan perlindungan konsumen. 
 
Sehubungan dengan hal tersebut serta memperhatikan bahwa SNI untuk produk-produk yang sudah diberlakukan wajib dan perlu dilakukan pengawasan terhadap barang-barang yang beredar di Pasar Tradisional dan Pasar Modern. Untuk itu tim pengawas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melakukan pelaksanaan kegiatan pengawasan barang beredar dengan obyek pengawasan SNI, Label, dan Manual Kartu Garansi yang dilaksanakan di salah satu toko modern di Wilayah Kabupaten Semarang pada bulan Februari 2018. Dalam pelaksanaan pengawasan ini dilaksanakan secara preventif, persuasif dan edukatif yaitu pengawasan dalam bentuk pembinaan. 
 
 
Barang-barang yang diawasi yaitu produk melamin, produk AMDK dan produk kopi instan. Tim pengawasan masih menemukan produk barang berupa kopi instan dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Pristine yang diperdagangkan hal ini tidak sesuai ketentuan yang berlaku, dikarenakan berdasarkan pengamatan secara kasat mata tidak sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku tentang SNI dalam rangka perlindungan konsumen. Dalam kegiatan pengawasan ini tim pengawas menyarankan dan meminta kepada pelaku usaha untuk meretur/ menarik produk barang tersebut untuk tidak diperdagangkan dan dikembalikan kepada supplyer/ pemasok barang serta pelaku usaha juga disarankan untuk menjual produk-produk yang ber-SNI wajib yang sudah berlaku.