DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

Dinperindag Jateng Apresiasi Eksportir


SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng memberikan apresiasi kepada eksportir yang menunjukkan kinerja terbaik melalui penghargaan eksportir tangguh yang digelar tiap tahun. ‘’Tahun ini kali kelima dilaksanakan.

Sebelumnya, penghargaan sejenis telah diberikan meskipun dengan nama lain, dan dikaitkan dengan penghargaan primaniyarta di level nasional,’’ tutur Prijo Anggoro BR, kepala dinas, di kantornya Jalan Pahlawan No 4 Semarang, kemarin.

Ia mengungkapkan hal tersebut ketika membuka acara ‘’Sosialisasi Penilaian Eksportir Tangguh Jawa Tengah 2015’’ yang dihadiri kepala dinas perdagangan dan perindustrian atau utusannya dari 35 kabupaten serta kota seprovinsi.

Kegiatan itu menghadirkan pembicara yang merupakan tim penilai, yakni Maruto Umar Basuki, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, serta Bernardus Arwin, salah seorang Ketua Kadin Jateng.

Perbaikan Ekonomi

Ekspor, lanjut Prijo, membantu perbaikan ekonomi negara melalui perolehannya berupa devisa. Ekspor yang meningkat memengaruhi peningkatan investasi, membuka lapangan kerja baru dan sekaligus mendorong perekonomian berkembang.

Eksportir tangguh, menurut dia, diharapkan bisa menjadi contoh atau teladan bagi eksportir-eksportir lainnya supaya terpacu selalu berupaya meningkatkan mutu produk dan daya saing sehingga diterima di pasar internasional.

Pemilihan eksportir tangguh, kata dia, bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian prestasi para eksportir di provinsi ini, serta menjadi sarana promosi bagi pemenangnya. Di samping itu, merupakan pengakuan terhadap eksistensi dan kinerja dalamperdagangan internasional, sehingga akan memperoleh kredibilitas tinggi di kalangan dunia usaha.

Maruto Umar Basuki menyebutkan dalam memasuki pasar global para eksportir membutuhkan branding image. Saat ini, ia melihat para pengusaha di Jateng sudah sadar mengenai persoalan tersebut.

‘’Contohnya, SS atau super sambal dan Lombok Ijo, rumah makan yang menonjolkan ciri khas, yakni cita rasa pedas. Kesadaran itu perlu terus dikembangkan agar bisa membendung rumah makan waralaba asing,’’jelas kandidat doktor ekonomi tersebut.

Bernardus Arwing mengungkapkan para pengusaha ekspor penting sekali menawarkan produk-produk yang unik, tidak cuma biasabiasa saja, sehingga diharapkan mampu bersaing di pasar dunia. Misalnya jamu yang memiliki kekhasan tersendiri.

‘’Kita punya banyak potensi unik dan unggul yang kira-kira bisa bersaing di pasar internasional,’’tandas dia.(B6-29)