entry image

Fasilitasi Santri Preneur Dari Kemenperin, Untuk Pondok Pesantren Assalafi Al Asror Semarang


Program Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren atau yang lebih dikenal dengan Progran Santri Preneur yang difasilitasi oleh Kementrian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2021 telah membina 75 pondok pesantren dengan jumlah santri lebih dari 900 orang bertujuan untuk membekali santri dengan keterampilan sehingga dapat menjadi wirausaha dan mendorong peningkatan perekonomian daerah.

Pada tahun 2021 ini jumlah pondok pesantren yang mendapatkan fasilitasi program ini sebanyak 7, terdiri dari 2 pondok pesantren di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan 5 pondok pesantren di Provinsi Jawa Tengah, salah satunya Pondok Pesantren Assalafi Al Asror yang berlokasi di Jl. Kauman no. 1 Patemon Gunung Pati Semarang.

Pondok Pesantren Assalafi Al Asror yang dipimpin oleh KH. Almamnuhin Kholid   (Gus Nuhin) merupakan salah satu pondok pesantren binaan Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, memiliki unit usaha berupa pengolahan limbah kayu selain laundry dan toko kelontong.

Dari limbah kayu yang didapat dari salah satu perusahaan swasta, para santri berkreasi membuat aneka macam kerajinan tangan dari gantungan kunci, vas bunga, sampai dengan hiasan dinding dan kaligrafi yang hasilnya dijual pada saat event-event yang ada di lingkungan pondok pesantren

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Bp. Arif Sambodo, SE, M.Si pada acara pembukaan Program Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren (30/03/2021), diharapkan dengan program ini, para santri khususnya santri Al Asror dapat bersemangat menjadi pelaku usaha yang dapat memperkuat perekonomian berbasis syariat serta mengurangi angka pengangguran.

Pada pelaksanaan program ini, Pondok Pesantren Assalafi Al Asror mendapat fasilitasi berupa pendampingan teknis produksi selama 4 hari dari tanggal 30 Maret 2021 sampai dengan 2 April 2021 serta peralatan dan permesinan untuk kerajinan limbah kayu yang penyerahannya secara resmi akan dilaksanakan bersamaan dengan Pembukaan Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) Joglosemar di Borobudur, Magelang pada akhir Mei mendatang.Dirjen IKMA, Ibu Gati Wibawaningsih, S.Teks, MA pada sambutan acara pembukaan Program Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren 2021 ini berpesan, untuk pembinaan selanjutnya diharapkan dari pemerintah daerah dapat memfasilitasi perolehan merk dan legalitas usaha.