DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

KINI UD. SARI PARI EKSPOR GARMENT KE USA


Ibu Wiyanti pemilik UD. SARI PARI yang berdomisili di Desa Gatak Sari RT.02 RW.01 Karang Anom Kabupaten Klaten, kini tidak resah lagi semenjak hasil karya yang digarap bersama ibu-ibu di sekitar rumahnya sudah diterima pasar luar negeri yakni Amerika Serikat (USA), sebuah kawasan pasar yang begitu luas daya tampungnya untuk barang impor dari negara-negara lain termasuk Indonesia umumnya dan Jawa Tengah khususnya. 

Di rumah produksinya yang teduh dengan tanaman buah anggur, pembibitan pohon kelor serta markisa menambah keasrian lingkungan kerja yang diisi hampir 30 tenaga kerja ibu-ibu dan 2 tukang potong yang profesional sedang mengerjakan pesanan buyer Hawai USA, ya.. memang dirumah produksinya hanya terdapat mesin jahit Juki sedikitnya 30 buah, mesin kacing 1 buah, mesin obras 2 buah, mesin potong 2 buah serta alat gosok sebanyak 2 buah. “Syukur Alhamdullilah, kini saya dapat menjual barang-barang saya ke Amerika Serikat pak ...” itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut Ibu Wiyanti, lebih lanjut beliau mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Dinas  Perindag Jawa Tengah yang telah memberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan Export Coaching Program, sebab setelah mengikuti program tersebut produk kami sekarang jadi komoditas ekspor walau volumenya masih kecil.

UD. Sari Pari Kabupaten Klaten adalah satu dari tujuh belas perusahaan peserta Export Coaching Program saat sekarang mampu melakukan ekspor sendiri dan hampir sepuluh bulan mereka diharuskan mengikuti seluruh tahapan program tersebut. Export Coaching Program adalah program kerjasama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) Kementerian Perdagangan RI. Peserta program ini diseleksi dengan ketat oleh BPPEI. Dari 140 perusahaan yang terdaftar, setelah dikurasi menjadi 40 perusahaan, selanjutnya setelah mengikuti workshop dan evaluasi awal ternyata hanya 25 perusahaan yang dinyatakan lolos.

Ibu Wiyanti selaku pemilik perusahaan UD. SARI PARI telah berhasil memberikan konstribusi ekspor Jawa Tengah khususnya  komoditas tekstil dan produk tekstil berupa ; pakaian wanita, dress, kemeja dan celana yang semua produksinya menggunakan kain printing yang corak dan desainya sesuai permintaan buyernya. Di Jawa Tengah sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi andalan ekspor dengan kontribusi 43,89% terhadap total ekspor non migas. Data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor non migas Jawa Tengah pada September 2019 mencapai US$ 647,49 juta, mengalami penurunan 7,65% dari bulan Agustus sebesar US$ 701,14 juta. Meski demikian, periode bulan Januari-September 2019 ekspor non migas masih meningkat 2,01% year on year (yoy) menjadi US$ 6.172,13 juta dibanding periode yang sama sebesar US$ 6.050,76 juta. Periode bulan Januari-September 2019, industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) memberikan kontribusi 43,89% dari total ekspor atau senilai US$ 2.708,86 juta, dari nilai tersebut pakaian jadi bukan rajutan masih memberikan konstribusi terbesar yakni US$ 1.432,89 atau 25,05 % dari total ekspor non migas Jawa Tengah. Peran Industri TPT belum tergantikan oleh industri pengolhan lainnya, oleh karena itu agar  maksimal peranya dalam perekonomian, setidaknya rantai pasok industri TPT perlu dioptimalkan. Hal ini dapat dilihat dari data yang ada bahwa ternyata sektor yang berhubungan dengan industri TPT, yakni impor serat stafel buatan menurun 34,12% yoy, kapas berkurang 15,91% yoy. Namun, impor kain rajutan bertumbuh 22,2% yoy, dan filament buatan meningkat 8,13%. Untuk itu dibutuhkan kehadiran pemerintah dalam mendorong para stakeholder menumbuhkan industrial value chain dari hulu hingga hilir dengan tujuan agar bahan-bahan yang semula impor dapat diproduksi sendiri sehingga memberikan efek ekonomi yang optimal atau menghemat cadangan devisa kita. (Okt’19,tp*)