DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

Kajian Ekspor Impor Paska MEA


Semarang, dinperindag.jatengprov.go.id- FGD Kajian Ekspor Impor yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mendiskusikan tentang kondisi nilai ekspor impor di Jawa Tengah paska diberlakukannya MEA.

MEA memberikan banyak peluang sekaligus tantangan bagi UKM. Perdagangan bebas barang dan jasa di kawasan ASEAN. Sejak diberlakukannya MEA pada Tahun 2015 diharapkan akan meningkatkan ekspansi dari UKM di Indonesia ke pasar ASEAN.

FGD Kajian Ekspor Impor Paska Berlakunya MEA ini dihadiri oleh para eksportir dan BPMD Prov. Jateng serta Tim Pengkaji dari UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana). “Kami dari BPMD juga menyelenggarakan kegiatan yang didalamnya mempertemukan para pelaku ekspor dan UKM yang belum ekspor untuk memotivasi para UKM yang belum ekspor tersebut, akan tetapi kebanyakan dari para UKM sudah puas dengan hasil yang dicapai dipasar domestik dan saya perhatikan dari beberapa Dinas lain juga UKM yang difasilitasi hanya UKM itu-itu saja” ungkap Ruti BPMD.

Menurut penuturan Haryanta selaku Kepala Seksi Ekspor, “UKM yang ada di Jawa Tengah yang mendapat fasilitasi pameran dan pembinaan hanya UKM yang itu-itu saja dikarenakan para UKM tersebut yang produknya sudah sesuai kriteria untuk  tampil pada pameran, khususnya pameran luar negeri, terkait kualitas, kuantitas dan kesiapan lainnya”.

Dari hasil kajian ini diperoleh data bahwa daya saing UKM di Jawa Tengah cukup tinggi. Hal ini dapat mengantarkan UKM di Jawa Tengah untuk memanfaatkan MEA sebagai peluang untuk mengembangkan usahanya.