DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

MENUJU PASAR RAKYAT JAWA TENGAH YANG BERSIH, AMAN, NYAMAN DAN BERKEADILAN


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melalui dana APBD setiap tahunnya melakukan kegiatan Kompetisi Pasar Rakyat. Tahun 2017 Kompetisi Pasar Rakyat ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kemandirian pasar rakyat agar secara aktif melakukan penataan dan pengelolaan pasar yang baik; Meningkatkan motivasi pengelola, pedagang dan instansi pembina untuk melakukan berbagai usaha dalam rangka mewujudkan pasar yang bersih, aman, nyaman dan berkeadilan; Meningkatkan peran serta segenap pelaku pasar untuk saling bersinergi mempertahankan eksistensi pasar rakyat.

Sedangkan tujuan dari penyelenggaan Kompetisi Pasar Rakyat  Tahun 2017 adalah untuk mempersiapkan pasar yang  bersih, aman, nyaman dan berkeadilan.

Peserta Kompetisi Pasar Rakyat 2017 adalah pasar yang diusulkan oleh Kabupaten/Kota se Jawa Tengah yang merupakan pasar  terbaik diwilayahnya dari aspek : bangunan pasar, sarana dan prasarana pasar, pengelolaan pasar, atensi penjual, keamanan pasar, kebersihan pasar dan nilai transaksinya. Kompetisi Pasar Rakyat diikuti oleh 33 Pasar di Kab/Kota se Jawa Tengah minus Kab. Grobogan, Kab. Pemalang. Kedua Kabupaten  tersebut tidak mengikuti dengan alasan karena tidak ada pasar yang siap untuk diikutkan menjadi peserta.

Tim Penilai Kompetisi Pasar Rakyat 2017 terdiri dari 6 orang yaitu : Panji Anorgana, SE,MM sebagai Team Leader/ Tenaga Ahli Manajemen, Suprapto SE, MM sebagai Tenaga Ahli  Manajemen Pasar, Ir. Adiwidito sebagai Tenaga Ahli Arsitektur, Ir. Dyah Umaya Tenaga Ahli Peternakan, Palti Siregar, SE, MM. sebagai Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat.

Tahap penilaian terdiri dari:

a.   Penetapan Peserta Lomba

Tahap ini menetapkan jumlah pasar yang diikutkan dalam kompetisi pasar rakyat, sesuai dengan usulan yang masuk dari Kabupaten/Kota.

b.   Proses Seleksi Administrasi

Tahap ini bertujuan untuk menentukan pasar – pasar yang layak untuk diikutkan dalam penilaian lapangan. Penilaian lapangan dilakukan kunjungan ke pasar rakyat oleh tim penilai. Komponen Penilaian meliputi :

-         Peran Pasar Terhadap Perekonomian Setempat

-         Manejemen Pengelolaan Pasar

-         Kebersihan Pasar

-         Keamanan Pasar

-         Pasar Berkeadilan

-         Legalitas Pasar

Dari hasil penilaian dipilih 10 pasar untuk dinominasikan sebagai calon pemenang kompetisi yaitu : Pasar Sidareja Kabupaten Cilacap, Pasar Jatilawang Kabupaten Banyumas, Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga, Pasar Grogol Kabupaten Sukoharjo, Pasar Nglano Kabupaten Karanganyar, Pasar Kliwon Kabupaten Kudus, Pasar Pengkol Kabupaten Jepara, Pasar Kebonpolo, Kota Magelang, Pasar Gading, Kota Surakarta, Pasar Peterongan, Kota Semarang.

Kemudian untuk tahap selanjutnya penentuan Peringkat 1 s/d 10 dilakukan dengan penilaian lebih mendalam kepada 10 pasar yang menjadi nominasi dengan melakukan kunjungan lapangan untuk melakukan verifikasi ulang terhadap hasil penilaian sebelumnya. Dari hasil penilaian tersebut ditetapkan urutan pemenang dari (Peringkat 1 s/d 6) dan urutan pemenangnya sebagai berikut : Juara Pertama:  Pasar Gading, Kota Surakarta, Juara 2 : Pasar Peterongan, Kota Semarang, Juara 3 : Pasar Kebonpolo, Kota Magelang, Harapan 1 : Pasar Grogol Kabupaten Sukoharjo, Harapan 2 Pasar Jatilawang Kabupaten Banyumas, Harapan 3 Pasar Sidareja Kabupaten Cilacap.

Kepada pemenang Kompetisi Pasar Rakyat 2017 diberikan penghargaan berupa : Piala, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan dengan perincian sebagai berikut Juara I : Rp. 10.000.000,-, Juara II Rp. 7.500.000,-, Juara III : Rp.          5.000.000,-, Harapan I : Rp. 4.000.000,-,  Harapan II         :Rp 3.500.000,-,  Harapan II : Rp. 3.000.000,-.

Kompetisi Pasar Rakyat 2017 sebagian besar diikuti oleh pasar yang baru direvilalisasi. Namun karena revitalisasi cenderung hanya focus pada fisik (gedung) semata, maka pasar cenderung cepat semrawut, kotor dan tidak berzonasi. Kesadaran pedagang untuk menjaga kebersihan, menata barang dagangan sangat kurang.

Diantara pemenang tersebut , juara 1 dan juara 3 yaitu Pasar Gading Kota Surakarta dan Pasar Kebonpolo Kota Magelang adalah pasar dengan kondisi bangunan tua. Pasar Gading direvitalisasi tahun 2009 dan Pasar Kebonpolo tahun 2001. Kedua pasar tersebut adalah contoh pasar dengan sistem manajemen yang baik, meski pasar tersebut sudah lama direvitalisasi.