entry image

MISI DAGANG DISPERINDAG PROV. JATENG DI PERHELATAN FESTIVAL INDONESIA-MOSKOW 2017


Disperindag Provinsi Jawa Tengah ikut berpartisipasi dalam Festival Indonesia Moskow pada 4 - 6 Agustus 2017 yang berlokasi di Hermitage Garden. Acara tersebut dikemas sebagai pameran terpadu trade, tourism, investment and culture. Perhelatan itu memiliki tujuan penting, yakni sebagai upaya untuk meningkatkan nilai perdagangan dan ekonomi antara kedua negara.

Festival Indonesia Moskow dimanfaatkan oleh KBRI Moskow dan sejumlah entitas pemerintahan RI termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai ranah untuk melaksanakan diplomasi perdagangan serta ekonomi. Tahun ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan Festival Indonesia Moskow. Adapun Dampak positif Festival Indonesia 2016 bagi neraca perdagangan Tanah Air, yaitu nilai perdagangan antara Indonesia dengan Rusia meningkat 33,5 persen atau naik menjadi US$ 2,6 milliar. Ekspor juga naik sekitar 49 persen, dan surplus sekitar US$ 1,8 miliar. Segala kenaikan itu terjadi setelah Festival Indonesia 2016 selesai dilaksanakan.

Data Kementerian Perdagangan RI, Ekspor tertinggi Indonesia ke Rusia adalah produk machinery (mesin) serta peralatan laboratorium dan pabrik. Pada 2016, nilai ekspor barang-barang tersebut dari Indonesia ke Rusia sebesar US$ 669.203. Angka itu mengalami kenaikan drastis, mengingat pada 2015, nilai ekspor produk tersebut hanya sebesar US$ 1.534. Diprediksi, nilai ekspor produk machinery (mesin), peralatan laboratorium, dan pabrik akan kembali mengalami peningkatan pada penghujung 2017 setelah terselenggaranya Festival Indonesia Moskow 2017.

"Memang banyak dari ekspor tersebut yang sifatnya komoditas, momentum ini kami manfaatkan untuk mempromosikan 5 produk UKM Jawa Tengah yaitu kopi, kacang-kacangan, produk spa dan batik. Kami cukup bangga selama pameran, produk - produk tersebut sangat dimininati oleh pasar Rusia. Bahkan para pengunjung rela menunggu didepan stand Jawa Tengah sebelum jam buka pameran" jelas Arif Sambodo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan ini 5 UKM yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah Yuam Roasted Coffee Kebumen (kopi bambu), PT. Gunanusa Eramandiri Pati (produk kacang), PT. Victoria Care Indonesia Semarang (produk spa), De Youl Batik Kab. Semarang dan Batiksoul Gitar Surakarta yang produk gitarnya telah dipakai oleh Artis musik Rusia, Mr. Dimitri.

Festival Indonesia ke-2 di Moskow, Rusia berlangsung sukses selama 3 hari berturut-turut. Sedikitnya 90.000 pengunjung mendatangi festival ini. Kedutaan Besar RI Moskow juga memfasilitasi agenda misi promosi trade tourism and investment melalui acara Forum Bisnis di Intercontinental Hotel Moskow yang menghadirkan narasumber dari berbagai perwakilan pemda di Indonesia, termasuk dari Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata. Kegiatan tersebut mengakomodir business to business antara pengusaha Jawa Tengah dengan businessman Rusia.

"Setelah presentasi produk unggulan Jawa Tengah, beberapa pengusaha dan calon investor Rusia merespon positif dengan berkunjung ke booth Jawa Tengah guna melihat secara langsung produk-produk yang dipamerkan dan membahas penjajakan kerjasama bisnis, tentunya ini peluang bagus dalam meningkatkan ekspor Jawa Tengah ke Rusia, karena nilai jualnya tinggi, nilai ekspornya tinggi, dan berpotensi terus meningkat." Jelas Arif Sambodo.

Delegasi Jawa Tengah juga berkesempatan mendampingi Menteri Perdagangan RI, Duta Besar RI Moskow dan beberapa petinggi negara/pemda untuk berkunjung ke Food City Moskow yang merupakan etalase seluas 8.000 meter persegi di Moskow yang dipergunakan untuk menampilkan aneka produk makanan minuman dari paviliun negara-negara yang ikut berpartisipasi dalam program ini. Indonesia juga berpartisipasi mendapat kehormatan dari pihak Rusia dengan mendapat lahan seluas 200 m2.

Food City jug dapat menjadi gerbang ekspor produk makanan dan minuman halal ke Eurasia sekaligus menjadi model percontohan pusat distribusi di dalam negeri. Keikutsertaan Indonesia di Food City ini menjadi langkah awal untuk memperluas pasar ekspor produk Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Perdagangan, kami akan berkoordinasi dan berkomunikasi lebih lanjut dengan Atase Perdagangan RI di Rusia dan Ditjen PEN untuk menyeleksi komoditas ekspor Jawa Tengah, terutama produk makanan olahan yg dapat masuk ke Rusia dan dipamerkan di Food City ini" ujar Arif Sambodo saat melakukan kunjungan misi dagang ke Food City.

Agenda kunjungan kerja ke Moskow juga menghasilkan kesepakatan kerjasama sister province antara Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Sverdlosk dengan ditandatanganinya Minutes of Meeting antar kedua provinsi di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, budaya dan pendidikan.