entry image

MISI DAGANG INTERNASIONAL CIFIT 2018 XIAMEN, TIONGKOK


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, M.Arif Sambodo memimpin Delegasi Misi Dagang Jawa Tengah ke event internasional “The 20th China International Fair for Trade and Investment” (CIFIT 2018) di Xiamen, Fujian, Tiongkok tanggal 7 s.d 11 September 2018. Pemprov. Jateng memfasilitasi 4 (empat) perusahaan/IKM Jawa Tengah terpilih, yaitu PT. Choice Plus Makmur – Kab. Semarang (produk biscuit), PT. Javaprima Abadi – Kota Semarang (produk kopi), CV. Daffi Art Gallery – Kab. Boyolali (produk kerajinan tembaga) dan CV. Pusat Pengembangan Produk Rakyat – Kab. Banyumas (produk gula semut).

Negara Tiongkok yang merupakan mitra utama Jawa Tengah diurutan ketiga, hanya berperan 7,86% terhadap total nilai ekspor Jawa Tengah periode Januari s.d Juni 2018 dengan nilai ekspor pada bulan Juni 2018 sebesar US$ 37,78 juta, turun sebesar US$ 12,48 juta dibanding ekspor Mei 2018 (US$ 50,26 juta). Disisi lain, ancaman terbesar saat ini adalah ketergantungan yang berlebihan terhadap dolar Amerika Serikat, yang mempengaruhi nilai tukar rupiah melemah tiga pekan terakhir ini.

“Diperlukan langkah strategis, berani dan visionaris dalam menjaga kestabilan neraca dagang Jawa Tengah, salah satunya peningkatan volume ekspor dengan memanfaatkan nilai rupiah yang melemah. Karena disaat rupiah melemah maka impor akan menjadi mahal dan merugikan, namun sebaliknya bagi ekspor akan sangat menguntungkan dan tentunya mendorong produksi barang di dalam negeri lebih maju. Untuk itulah kami jemput para buyer yang hadir di CIFIT 2018 untuk merealisasikan kontak dagang dengan para pengusaha Jawa Tengah” ungkap M.Arif Sambodo saat kembali ke tanah air (12/09/2018).

Misi Dagang Internasional ke Tiongkok ini juga merupakan salah satu implementasi kerjasama provinsi bersaudara antara Jawa Tengah dengan Fujian, Tiongkok yang telah terjalin sejak tahun 2003. Sebelum tiba di Xiamen, keempat pengusaha dibantu oleh Pemerintah Fujian, Panitia CIFIT, KJRI Guangzhou, dan KBRI Beijing untuk dapat menemukan mitra dagangnya di Xiamen, dengan menginformasikan company profile mereka ke Delegasi Negara Mitra Tiongkok yang akan hadir di CIFIT dan seluruh pengusaha potensial yang ada di Tiongkok. “Sehingga saat mereka tiba di Xiamen sudah memiliki calon mitra/partner/buyer untuk di follow up secara face to face dan realisasi kontrak dagang” lanjut M. Arif Sambodo.

 CIFIT 2018 lebih banyak menarik pengunjung dan buyer, karena dibuka oleh Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, dihadiri oleh kurang lebih 40 Negara Mitra Tiongkok di sektor perdagangan dan investasi, serta menarik 150 ribu pengunjung dan diikuti oleh lebih dari 5000 exhibitors. Booth Jawa Tengah seluas 18 m2 berada di Hall C nomor 04033 – 44 yang berada di gedung pusat kegiatan CIFIT 2018.

Dalam event CIFIT terdiri dari beberapa kegiatan, antara lain: seminar, forum internasional, pameran, dan simposium business matchmaking. Pada event tersebut dilaksanakan pula kegiatan Market Sounding oleh Pemerintah Indonesia di CIFIT 2018, yang dibuka secara resmi oleh Konsul Jenderal RI Guangzhou, Gustanto, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Tengah menjadi salah satu keynote speaker yang memaparkan potensi produk unggulan ekspor perdagangan dan peluang investasi bisnis di Jawa Tengah.

Hasil CIFIT 2018 menguntungkan bagi Jawa Tengah dimana terjadi realisasi kontak B2B senilai 1,2 Milyar akumulasi dari keempat perusahaan dengan periode transaksi rutin setiap bulan dalan jangka waktu 5 – 12 bulan dan potensi penjualan ekspor dengan akumulasi senilai 11 Milyar.

“Kami siap mengembangkan kerjasama lebih jauh dengan Tiongkok dan berbagai negara di dunia untuk saling mendukung dan menghadapi kedinamisan perekonomian. Untuk itu, pada momentum ini kami juga telah menandatangani MoU Implementasi Kerjasama Perdagangan dengan Dinas Perdagangan Prov. Fujian” tutup M. Arif Sambodo