DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

Masuk Koran : Obral Mebel Banjarsari Semakin Dikenal


Banyaknya pertumbuhan hotel, kantor, rumah tinggal, dan lainnya menjadi tanda, sebab mereka butuh mebeler. “Pasar ekspor mebel terus kita genjot, tapi jangan sampai pasar lokal kita kebobolan oleh mebel impor,” kata Adi di sela-sela pembukaan Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, Solo Kamis
(14/11).

Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan, industri mebel atau furnitur dan kayu olahan merupakan industri prioritas dan masih menjadi primadona ekspor nonmigas, selain tekstil. Pada 2018, nilai ekspor produk kayu olahan dan furnitur Jawa

Tengah 1.525.902,186 dolar AS, terdiri atas kayu olahan senilai 893.579.118 dolar AS dan furnitur 632.323.068 dolar AS. Selain itu, industri mebel dan furnitur juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.”Industri mebel merupakan industri padat karya yang memberi lapangan pekerjaan dan menyumbang devisa yang signifikan bagi negara,” kata dia. Guna mendorong peningkatan pasar ekspor dan pasar lokal produk industri furnitur dan kayu olahan, khususnya di Jawa Tengah, kata dia, perlu ada dukungan akses promosi untuk peningkatan pemasaran.
Pemanfaatan Rumah Kriya Banjarsari Solo adalah salah satu upaya untuk tujuan itu sebagai rumah promosi yang efektif bagi produk produk furnitur Jawa Tengah, khususnya Soloraya. Selain itu, sambung dia, juga sebagai tempat bertemunya produsen dengan pembeli, baik lokalmaupun asing. Sebagai sarana meningkatkan motivasi dan semangat pengembangan industri mebel dan kerajinan serta meningkatkan kemitraan dan jejaring kerja sama berbagai stake holder. Selain itu juga sebagai sarana edukasi potensi lokal industri mebel dan kerajinan.

Ke depan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata.“Rumah Kriya ini nantinya dilengkapi web, aplikasi dan pemasaran online disertai pengembangan fungsi lainnya sebagai destinasi wisata, sebagai sarana edukasi, sarana pelatihan industri kreatif, sarana informasi kayu dan produk kayu. Dilengkapi pula sarana pertemuan baik untuk perajin, pengusaha, maupun masyarakat,” katanya. Adapun kegiatan obral mebel yang diadakan di Rumah Kriya Banjarsari Solo pada 14 - 17 November merupakan penyelenggaraan kali keempat. Kegiatan dititikberatkan pada promosi disertai penjualan produk mebel dari IKM Mebel se-Soloraya. Kegiatan ini berada pada stan seluas 625 m2 dengan berbagai produk mebel kualitas ekspor serta diskon sampai 80 persen.

Pada kegiatan sebelumnya, transaksi yang didapat selama pameran senilai lebih Rp 550.000.000. Diharapkan pada event kali ini memperoleh hasil lebih besar lagi. “Kegiatan ini perlu dukungan berbagai pihak, sebagai tempat kunjungan masyarakat yang butuh furnitur dan sebagai tempat kunjungan pembeli asing, destinasi wisata, dan edukasi masyarakat Jawa Tengah,” kata Arif. Agar Rumah Kriya tetap eksis dan berperan dalam pengembangan industri mebel di Jawa Tengah, ungkap dia, pihak-pihak terkait diharapkan untuk berperan dan bersinergi dalam mengoptimalkan rumah kriya tersebut. 
 
Sehingga kedepan, perannya akan semakin kuat dan akan menjadi pusat promosi yang diperhitungkan. Diharapkan, KIMKAS sebagai Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Soloraya dapat lebih mengembangkan Rumah Kriya menjadi lebih dikenal masyarakat sebagai show room produk- produk mebel dan kerajinan. Yakni melalui program-program yang disusun dan direncanakan sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat umum, khususnya para pelaku industri mebel dan kerajinan kayu di Jawa Tengah dan Soloraya. “Kami berharap para pelaku industri mebel di Jawa Tengah, khususnya di Soloraya terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan daerah-daerah sekitar atau bahkan pengrajin mebel asing. Kami siap memfasilitasi para pengrajin mebel yang masih kecil dan menengah,” kata
Arif.
 
Ketua Komunitas Industri Mebel dan Kerajinan Soloraya (KIMKAS), Suryanto menambahkan, selama ini kegiatan Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, Solo cukup ampuh untuk membidik pasar lokal. Peserta obral mebel adalah eksportir yang biasa menjuaul mebel dan kayu olaha berkualitas. “Ini adalah obral mebel keempat dan diikuti 20 peserta yang biasa ekspor ke berbagai dunia,” kata dia.(Sumber Artikel dari Suara Merdeka)