entry image

PELAKU EKSPOR JATENG PENETRASI KE PASAR BRASIL


Pelaku ekspor Jawa Tengah, khususnya UMKM CV.Radiant Suryatama, Jepara, berhasil menembus pasar Sao Paulo-Brasilia dengan komoditas Coconut Shell Charcoal, sebanyak 2 kontainer 40 HC, Kamis,17 Nopember 2020.

CV. Radiant Suryatama, merupakan salah satu mitra binaan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia, FTA Center-Semarang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu dari sejumlah UKMK di Jawa Tengah yang berhasil melakukan deversifikasi pasar sekaligus produk yang diekspor ke pasar global.

Kalau semula mampu mengekspor mebel dan kerajinan kayu ke Dubai, Oman, Abu Dhabi, Yaman dan Pakistan, kini eksportir UMKM ini mampu mengekspor Coconut Shell Charcoal ke Brasilia yang merupakan pasar non tradisional untuk kawasan pasar Amerika Latin yakni Chile, Argentina, Venezuela, Paraguay, Bolivia dan Peru.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa ekspor Indonesia ke Brasil sampai akhir 2019 mencapai USD 1 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Brasil mencapai USD 1,94 miliar, yang berarti telah terjadi defisit bagi Indonesia sebesar USD 937,74 juta.

Bila dilihat periode Januari hingga Agustus 2020, nilai ekspor Indonesia ke Brasil tercatat sebesar USD 568,48 juta, terjadi penurunan 16,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun pada periode yang sama impor Indonesia dari Brasil tercatat sebesar USD 1,69 miliar, yang artinya mengalami kenaikan 25,17 persen secara yoy.

Sementara ekspor Jawa Tengah ke Brasil sejak tahun 2015 s/d 2019, menujukan trend positif sebesar 7,27 % untuk nilai ekspornya dan 9,95% untuk volumenya. Bila dilihat realisasinya tahun 2019 dibadingkan 2018 terjadi penurunan sebesar11,33 % yakni dari sebesar US$ 152.913.950 di tahun 2018 menjadi US$ 135.592.733 pada tahun 2019.

Bahkan pada masa pandemi covid 19, terjadi penurunan yang cukup signifikan pada semester I yakni sebesar 57,96% atau sebesar US$ 73.361,211 di tahun 2019 menjadi hanya sebesar US$ 30.839.688 pada periode yang sama tahun 2020.

Melihat realiasi ekspor tersebut, upaya CV. Radiant Suryatama, perlu diberikan apreasiasi yang tinggi termasuk kepada UKMK lainya di Jawa Tengah yang senantiasa berupaya meningkatkan ekspor non migas Jawa Tengah, secara otomatis juga meningkatkan nilai investasi di dalam negeri yang artinya UKMK telah membuka kesempatan lapangan pekerjaan bagi pencari kerja (@tg)