entry image

PELATIHAN SDM OPERATOR INDUSTRI ALAS KAKI DI BIPTAK KEMBALI DIGELAR


Pelatihan SDM Operator Industri yang dilaksanakan oleh Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki pada tanggal 9 Februari s/d 1 Maret 2021 ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan SDM Industri Garmen dan Alas kaki sesuai standar Industri Garmen dan Alas kaki, serta mengurangi tingkat pengangguran. dan merupakan salah satu exit strategi dalam penanganan dampak covid-19.

Sasaran kegiatan dari pelatihan ini adalah Masyarakat Jawa Tengah yang masih menganggur namun berkeingan dilatih sebagai operator jahit standar industri siap kerja serta Masyarakat umum yang ingin meningkatkan skill dalam berusaha secara mandiri.

Pada bulan maret 2020 akibat pandemi darurat Coronavirus Disease (Covid 19) dalam waktu yang sangat singkat seluruh dunia mengalami ada sekitar 191 negara yang terdampak pademi covid 19 termasuk Indonesia dan Provinsi Jawa Tengah. Angka Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah  meningkat menjadi 3.980,90 ribu orang atau 11,41 % dan tentunya di ikuti oleh Peningkatan jumlah Pengangguran sebesar 396 ribu orang dari 0.82 juta orang (4,44%) pada bulan Agustus 2020 menjadi 1,2 juta orang.

Program yang laksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Rencana Pembangunan Provinsi Tahun Anggaran 2021 membantu mengurangi angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan melalui pelatihan ketrampilan industri pakaian jadi dan alas kaki  ini selanjutnya akan selalu berkesinambungan, dengan demikian tidak akan berhenti pada tahun ini namun akan berkelanjutan pada tahun–tahun berikutnya.

Karena BIPTAK mulai tahun 2008 s/d Sekarang sudah melatih sekitar 50.000 orang dan ditempatkan bekerja sekitar 37.000 orang dan berwira usaha mandiri sekitar 13.000 orang. BIPTAK juga Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan garmen dan alas –kaki di seluruh wilyah Jawa Tengah.

Untuk itu diharapkan para peserta agar selalu bersungguh–sungguh dalam mengikuti Pelatihan ini, sehingga setelah selesai akan ditempatkan bekerja atau ada yang kembali ke daerah masing–masing akan mampu menerapkan pengetahuan dan wawasan yang diterima selama mengikuti pelatihan, serta menjadikan pekerja/wirausaha sesuai bidangnya.

Selanjutnya pada tahun berikutnya apabila masih eksis dan berkembang akan ditindaklanjuti fasilitasinya sesuai dengan tingkat perkembangan.