entry image

PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI DAN LOGISTIK DALAM RANGKA STABILISASI HARGA YANG IDEAL


Menyikapi Beberapa bulan terakhir kita disibukkan dengan naiknya harga pangan bergejolak (volatile food). Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditi cabe yang sangat signifikan. Dibandingkan tahun lalu kenaikan pada tahun ini sangat  tinggi lebih dari 100%.  Kenaikan harga ini dipicu karena hasil produksi mengalami penurunan akibat dari curah hujan yang terus menerus sehingga mengalami gagal panen. Dengan adanya gagal panen mengakibatkan stok dan kesediaan terbatas sedangkan permintaan atau kebutuhan di masyarakat tidak berubah. Selain gagal panen petani sudah ada MoU dengan pihak ketiga. Dengan adanya MoU ini dengan sendirinya petani harus menyediakan cabe dengan jumlah dan harga sesuai perjanjian.

Dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pemerintah memiliki kewenangan untuk mengatur penyelenggaraan dan ketersediaan pangan dalam memenuhi kebutuhan bagi masyarakat, rumah tangga dan perorangan secara berkelanjutan. Pemerintah juga berkewajiban menjaga stabilisasi pasokan dan harga, serta mengelola distribusi dan logistic guna mewujudkan kecukupan pangan pokok yang aman bagi masyarakat. Salah satu kebutuhan pangan adalah barang kebutuhan pokok masyarakat yang lazim disebut KEPOKMAS. Untuk menjamin ketertiban dan kelancaran pasokan barang kebutuhan  pokok   masyarakat tersebut maka perlu dilakukan pengembangan jaringan distribusi dan logistic yang efektif dan efisien, untuk menyikapi hal tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan  pada tanggal 16 Pebruari 2017 mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Distribusi Dan Logistik Perdagangan Dalam Negeri yang diselenggarakan di kantor Dinas Perindag Prov. Jateng serta melibatkan seluruh Dinas Perindag se Jawa Tengah dan Pembicara dari (Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan, UNIKA Soegijapranata, Bank Indonesia Regional Jawa Tengah, PT POS Indonesia Jawa Tengah) sebagai Narasumber guna membahas dan mencari solusi Permasalahan dalam pengembangan distribusi antara lain panjangnya jalur distribusi yaitu dari tingkat produsen (hulu) sampai ke konsumen (hilir) melalui beberapa perantara atau jaringan-jaringan sampai beberapa titik. 

Dengan adanya permasalahan tersebut maka pemerintah melakukan solusi agar ketersediaan pangan pokok terkendali antara lain :

  1. Melakukan pemetaan terhadap jaringan distribusi untuk komoditi cabe, bawang merah, daging sapi dan daging ayam. Maksud diadakannya kegiatan ini  adalah untuk memperoleh data titik-titik distribusi di kabupaten/kota.
  2. Melakukan pengembangan pasar lelang dan optimalisasi gudang SRG, Kegiatan ini dilakukan karena selama ini sangat efektif baik bagi petani maupun bagi pedagang tanpa melalui perantara. Sedangkan untuk optimalisasi gudang SRG mempunyai maksud tunda jual.
  3. Melakukan pemantauan harga di pasar-pasar rakyat dengan maksud agar kita mengetahui disparitas harga antara pasar satu dengan pasar lain di kabupaten/kota.

Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan salah satu cara pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga dan ketahanan  pangan. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan agar jaringan distribusi dan logistic dapat berjalan secara efisien dan efektif.