DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

PENYERAHAN PENGHARGAAN PEMENANG KOMPETISI PASAR RAKYAT JAWA TENGAH 2018


Keberadaan pasar rakyat beberapa tahun yang lalu kurang mendapatkan perhatian pemerintah, khususnya dalam hal pembangunan dan penataannya. Sebagian besar kondisi pasar rakyat saat ini relatif kurang layak sebagai tempat transaksi jual beli, mengingat sebagian besar memiliki kondisi sarana prasarana yang tidak memadai dan kurang memberikan kenyamanan konsumen untuk melakukan transaksi jual beli.

 

Beberapa tahun terakhir ini, berkembang pesat toko modern di berbagai tempat, baik di tengah kota besar, kota kecil bahkan daerah pedesaan. Keberadaan toko modern  dapat  menggeser keberadaan pasar rakyat dan hal ini sangat memprihatinkan.   Pasar rakyat sebenarnya memiliki keunggulan di mata masyarakat yang tidak dimiliki oleh toko modern. Mereka memanfaatkan pasar rakyat sebagai media transaksi jual beli produk pertanian, peternakan, perkebunan maupun hasil perikanan lainnya. Pasar rakyat juga memiliki kelebihan dalam hal hubungan personal antara penjual dan pembeli dan interaksi sosial yang lebih baik dalam hal tawar menawar harga.

 

Namun tak dapat dipungkiri bahwa adanya kondisi yang kurang memberikan kenyamanan bagi konsumen di pasar rakyat antara lain sarana dan prasarana bangunan yang sudah kurang layak, jam operasional pasar yang terbatas, ketersediaan komoditi yang kurang memperhatikan jaminan kualitas, pengelolaan pasar yang belum modern serta kondisi pasar yang kumuh, kotor, bau tidak sedap serta kurang aman dan nyaman. Kondisi inilah yang menyebabkan konsumen menjadi lebih memilih ke pasar modern.

 

Memperhatikan kondisi pasar rakyat yang demikian, upaya pemerintah untuk mempertahankannya dilakukan dengan Revitalisasi Pasar rakyat baik berupa renovasi pasar, pembangunan pasar baru, dan pembinaan penataan serta pengelolaan pasar yang lebih baik. Revitalisasi pasar ini tentunya dimaksudkan untuk menjadikan pasar rakyat sebagai pasar yang bersih, aman, nyaman dan berkeadilan. Revitalisasi Pasar belum dapat dilaksanakan secara menyeluruh, namun sesuai dengan Peraturan Presiden No.112 Tahun 2007, Peraturan Menteri Perdagangan No. 70 tahun 2013 Juncto Peraturan Menteri Perdagangan No. 56 Tahun 2014, dan Peraturan Menteri Perdagangan No. 61 Tahun 2015, diperlukan upaya penataan pasar rakyat berupa pembinaan dan pemberdayaan pedagang untuk memperbaiki dan melakukan pembenahan pasar secara manajerial baik untuk pedagang (SDM) , sarana prasarana dan sebagainya.

 

Dalam rangka memotivasi Kabupaten/Kota untuk meningkatkan perhatian pada keberadaan pasar rakyat sekaligus melakukan upaya-upaya revitalisasi pasar rakyat, sejak 9 tahun 2010 telah dilaksanakan kegiatan Kompetisi Pasar Rakyat Tingkat Jawa Tengah. Pemenang lomba pasar pada umumnya pengelolaannya relatif baik dibandingkan pasar sekitarnya namun demikian kegiatan ini perlu dilaksanakan terus menerus dan berkesinambungan untuk meningkatkan dan mendorong SDM pengelola pasar untuk lebih aktif, inovatif, kreatif tanpa menunggu fasilitas pemerintah dan secara mandiri mampu meningkatkan pengelolaan pasar menjadi lebih baik.  Dalam kompetisi ini  akan dilakukan penilaian terhadap kondisi pasar, penataan pasar, pengelolaan pasar serta upaya pembinaan instansi terkait di Kabupaten/Kota dalam rangka mendukung eksistensi pasar rakyat agar mampu bersaing dengan  toko modern.

 

Kegiatan ”Kompetisi Pasar Rakyat ” ini diadakan dengan maksud untuk :

1.   Menumbuhkan kemandirian pasar rakyat untuk aktif melakukan penataan dan pengelolaan pasar yang lebih baik.

2.   Meningkatkan motivasi pengelola, pedagang dan instansi pembina untuk melakukan berbagai usaha dalam rangka mewujudkan pasar yang aman, bersih, nyaman dan berkeadilan,

3.   Meningkatkan peran serta segenap pelaku pasar untuk saling  bersinergi mempertahankan eksistensi pasar rakyat.

 

Adapun tujuan dari penyelenggaraan lomba pasar rakyat ini adalah untuk mempersiapkan pengembangan pasar rakyat yang bersih, aman, nyaman dan berkeadilan dalam rangka mempertahankan eksistensi konsumen pasar rakyat supaya tidak beralih ke toko modern.

Dalam Kompetis Pasar Rakyat 2018 ini terpilih 6 Pasar Rakyat yang mempunyai keunggulan dalam penilaian, dengan urutan pemenang sebagai berikut :

Juara 1 Pasar Rejosari Kota Surakarta, Juara 2 Pasar Bung Karno Kab. Wonogiri, Juara 3 Pasar Jamu Nguter, Harapan 1 Pasar Tawangmangu Kab. Karanganyar, 5 Harapan 2 Pasar Bandarjo Kab. Semarang, Harapan 3 Pasar Sidadadi Kab. Cilacap. Dari terpilihnya Pemenang dalam Kompetisi Pasar 2018 diharapkan pasar ini mampu  bertahan untuk selalu menjadi baik tidak hanya pada saat lomba saja dan nantinya bisa menjadikan Pasar percontohan di daerahnya yang dapat memacu pasar – pasar lainnya untuk tumbuh menjadi pasar yang mampu bersaing dengan tuntutan zaman yang tetap memegang teguh ciri khasnya sebagai Pasar Rakyat.