DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

Produk UKM Jawa Tengah berkualitas Premium bersaing ketat di event SIPREMIUM 2018 Korea Selatan


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah memfasilitasi 5 UKM berorientasi ekspor pada Pameran Dagang Internasional “The 28th Seoul International Sourcing Fair” di Coex Hall A dan B, Kawasan Bisnis di Seoul, Korea Selatan. Kelima UKM tersebut adalah:

  1. CV. Kurniatama Lestari – Kota Semarang (produk spa)
  2. PT. Rosa Sejahtera Eyelashes – Kab. Purbalingga (produk bulu mata);
  3. CV. Kamtumi – Kab. Jepara (produk handycraft);
  4. CV. Mica Work – Kota Surakarta (produk souvenir);
  5. CV. Bule Bule Garment – Kota Surakarta (produk fashion batik).

“SIPREMIUM 2018 adalah salah satu pameran dagang terkemuka untuk souvenir dan bahan promosi serta produk rumah tangga di Korea Selatan. Tahun ini Pameran diselenggarakan pada musim semi, sehingga buyer lokal maupun internasional dari 17 negara berkesempatan melihat tren untuk musim mendatang. Barang yang dipamerkan berfokus pada kualitas dan desain ini menawarkan para buyer produk yang terbaik dan unik. Selain itu, ini juga merupakan peluang bagus untuk memperkenalkan produk Jawa Tengah di pasar Asia.” ungkap M. Arif Sambodo, Kepala Disperindag Prov Jateng yang berkesempatan hadir meresmikan booth Jawa Tengah tanggal 22 Maret 2018.

Peresmian Booth Jawa Tengah oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Tengah didampingi oleh Atase Perdagangan KBRI Seoul Korea Selatan

 

Adapun agenda pertemuan dengan Umar Hadi selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan pada tanggal 23 Maret 2018 bertempat di KBRI Seoul. “Kami sangat mengapresiasi Pemprov. Jawa Tengah yang telah mendukung program pemerintah pusat untuk meningkatkan ekspor non migas ke kawasan Korea Selatan, melalui promosi produk pada pameran SIPREMIUM 2018. Nilai ekspor Indonesia ke Korea tahun 2017 senilai USD 2,4 Miliar atau meningkat 14,09 % dibandingkan tahun sebelumnya, dan ekspor Jawa Tengah ke Korea juga meningkat per Januari 2018 sebesar 3,91%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Korea Selatan sangat potensi menjadi pangsa pasar baru tujuan ekspor non migas barang dari Indonesia pada umumnya dan Jawa Tengah pada khususnya” jelas Duta Besar RI Seoul.

Courtesy Call Tim Jawa Tengah kepada Yang Mulia Duta Besar Umar Hadi di Kantor KBRI Seoul

 

Pada kesempatan kunjungan kerja ke Korea Selatan, Kepala Disperindag Prov. Jateng bersama tim pendamping juga melakukan pertemuan dengan Sekda Urusan Luar Negeri Prov. Chungcheongbuk-do dimana Provinsi Chungcheongbuk-do merupakan sister province Prov. Jawa Tengah sejak tahun 2004. Pertumbuhan ekonomi Pemprov. Chungcheongbuk-do sebesar 51% dari industri yang salah satunya adalah bio – medicine dan kosmetik yang terpusat di Kota Osong. Seluruh produknya telah memasuki pasar Eropa, Amerika, Tiongkok dan Asia.

“Kami sepakat untuk mengembangkan kerjasama dalam bidang capacity building SDM, kemasan dan produk industri bio – medicine Jawa Tengah, agar para IKM Jawa Tengah agar dapat menghasilkan produk yang berstandar internasional seperti mereka” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Tengah. [red-pun].

Sister province team meeting antara Chungcheongbuk-do dengan Jawa Tengah di Kantor Gubernur Chungcheongbuk-do, Chung Ju, Korea Selatan