DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

SINERGITAS PROGRAM PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN IKM PEMERINTAH PROVINSI DAN KAB/KOTA DI JAWA TENGAH


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Rapat Koordinasi pelaksanaan program penumbuhan dan pengembangan IKM dengan para pejabat yang membidangi industri di 35 Kab/Kota Jawa Tengah pada tanggal 27 s/d 28 Maret 2018 bertempat di MG Suites Hotel.

M. Arif Sambodo selaku Kepala Disperindag Prov. Jateng berkempatan hadir membuka dan memberikan sambutan pengarahan dalam acara tersebut (27/3/2018). Hadir juga dalam acara tersebut dari Kabag Program, Evaluasi dan Pelaporan Sekretariat Ditjen IKM Kemenperin Kris Sasono Ngudi W sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, M. Arif Sambodo mengatakan Sektor industri menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi nasional, karena telah mampu memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan nilai tambah, lapangan kerja dan devisa, serta mampu memberikan kontribusi yang besar dalam pembentukan daya saing nasional.

“Upaya untuk mengembangkan industri bukan perkara mudah karena kompleksitas permasalahan yang ada. Oleh karenanya diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perindustrian, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota sehingga hasil yang dicapai optimal”, lanjutnya.

Diakhir sambutan pengarahannya, M. Arif Sambodo berharap semoga bisa terjalin kerja sama yang baik dan komunikasi dua arah antara aparat pembina sektor industri di Provinsi dan Kabupaten/Kota sehingga terjadi sinergitas dan sinkronisasi dalam program penumbuhan dan pengembangan IKM di Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut, sekaligus dilaksanakan penandatangan kontrak TPL IKM Program Beasiswa Kemenperin sebanyak 53 (lima puluh tiga) orang yang tersebar di 22 (dua puluh dua) Kab/Kota di Jawa Tengah (28/3/2018).

TPL-IKM program beasiswa Kemenperin adalah generasi muda yang telah dididik melalui pendidikan bisnis setingkat perguruan tinggi selama 3 (tiga) tahun sesuai dengan bidang keahliannya.

TPL IKM Program Beasiswa ditempatkan pada sentra-sentra IKM di Kab/Kota selama 2 (dua) tahun sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Setelah selesai menjalankan tugasnya, TPL-IKM diharapkan dapat menjadi wirausaha muda yang mandiri dan tangguh. [red-gir].