DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

TAHAPAN SELEKSI PEMILIHAN EKSPORTIR TANGGUH JAWA TENGAH 2017


 

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar seleksi pemilihan Eksportir Tangguh. Penghargaan akan diberikan kepada tiga pemenang masing-masing dari eksportir kategori usaha kecil menengah (UKM) serta perusahaan besar.

Kriteria usaha kecil adalah memiliki kekayaan bersih dari Rp 50 juta sampai Rp 500 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta.

Kriteria usaha menengah, yakni kekayaan bersih dari Rp 500 juta sampai Rp 2,5 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memliki hasil penjualan tahunan Rp 2,5 miliar sampai Rp 50 miliar.

Maksud dan tujuan penyelenggaraan Eksportir Tangguh adalah :

  1. Memberikan motivasi kepada eksportir, terutama dari kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) Jateng agar selalu berusaha meningkatkan volume dan nilai ekspor nonmigas.
  2. Menambah jumlah eksportir yang tangguh dan berdaya saing tinggi dan senantiasa berupa meningkatkan kinerja ekspornya.
  3. Sebagai salah satu bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jateng kepada eksportir berprestasi.
  4. Mencari sosok eksportir yang tangguh yang bisa dijadikan teladan bagi eksportir lainnya.

Persyaratan calon peserta sebagai berikut:

  1. Melakukan ekspor minimal tiga tahun terakhir secara bertutur-turut dengan tren meningkat lebih diutamakan.
  2. Memiliki produk ekspor bernilai tambah.
  3. Memiliki nilai ekspor yang lebih tinggi dari impornya apabila menggunakan bahan baku impor.
  4. Berkemampuan melakukan penetrasi di pasar global.
  5. Berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja, khususnya di lingkungan sekitar lokasi perusahaan.
  6. Memiliki perizinan lengkap, mulai SIUP, TDP, NPWP, IU industri, serta perizinan lain sesuai dengan yang dipersyaratkan.

 

SELEKSI DAN PENILAIAN

Penyelenggaraan kegiatan Penghargaan Eksportir Tangguh dilakukan dalam beberapa tahap.

  1. Sosialisasi kepada seluruh kabupaten dan kota berupa penyampaian informasi, khususnya kepada para pengusaha ekspor.
  2. Penjaringan peserta melalui surat permohonan kepada dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten/kota se-Jateng disertai formulir.
  3. Dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten/kota meneruskan formulir tersebut kepada perusahaan yang memenuhi syarat.
  4. Formulir yang telah diisi kemudian dikembalikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng dilengkapi dengan fotokopi perizinan, sertifikat ISO, dsb.

Setelah formulir peserta masuk, dilakukan tiga tahapan seleksi. Pertama, seleksi administrasi, yakni  kelengkapan dokumen dan isian. Antara lain ekspor tiga tahun terakhir, negara tujuan, dan perizinan. Tim penilai berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, akademisi, Kadin, dan media massa.

Setelah lolos seleksi administrasi, dilanjutkan dengan presentasi oleh mereka yang dinyatakan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Peserta akan diundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mempresentasikan kinerja usahanya, khususnya ekspor tiga tahun terakhir beserta data yang dibutuhkan berkaitan dengan penilaian Eksportir Tangguh.

Berdasarkan presentasi di depan tim penilai, akan ditentukan peserta yang mengikuti tahapan terakhir berupa kunjungan ke lokasi usaha untuk memverifikasi data dan kinerja yang telah disampaikan dalam presentasi.

Pada tahap kunjungan ini, tim penilai melihat secara langsung kegiatan perusahaan serta mengecek administrasi. Selain itu, mewawancarai pemilik atau manajemen berkaitan dengan beberapa kriteria penilaian untuk menentukan pemenang Eksportir Tangguh, yaitu:

  1. Kinerja Ekspor dengan proporsi 35% yang terdiri atas,
  1. Ekspor; peserta dinilai perkembangan ekspornya selama tiga tahun terakhir secara berturut-turut, apakah menunjukkan peningkatan atau tidak (nilai tertinggi 15%),
  2. Buyer atau pembeli ; jumlah pembeli diperhitungkan karena makin banyak akan berkurang tingkat ketergantungganya (5%),
  3. Negara tujuan ekspor; Banyak negara tujuan ekspor berpengaruh terhadap kelangsungan usaha dalam kaitannya dengan penetrasi pasar (10%),
  4. Administrasi perusahaan, yaitu berupa informasi yang jelas dan kegiatan kantor yang mendukung perusahaan (5%).
  1. Daya Saing 35% meliputi,
  1.  Standar manajemen berkaitan dengan kegiatan perusahaan apakah telah menjalankan fungsi manajemen sesuai dengan standar yang diakui publik secara nasional atau internasional, misalnya ISO (nilai tertinggi 15%),
  2. Bahan baku; bahan baku merupakan hal amat penting dalam perusahaan, jika dipersiapkan dengan baik  disertai ketersediaan dan mudah didapatkan, akan mendukung kelangsungan dan keberlanjutan proses produksi (15%),
  3. Kemasan dan label atau merek;  semua faktor itu mendorong suatu perusahaan berupaya memiliki kekuatan produk yang dikenal dan diakui baik secara nasional maupun internasional (5%).
  1. Tenaga Kerja 20% yang mencakup
  1. Kualitas sumber daya manusia (SDM); berkaitan dengan ketersediaan tenaga kerja terampil serta kemauan perusahaan menjalankan pelatihan bagi mereka  (10%),
  2. Sistem subkontrak; pekerjaan subkontrak memberi nilai plus karena kian banyak pekerjaan yang disubkontrakkan berarti makin banyak yang terlibat dalam proses produksi sehingga bersifat menyediakan kesempatan kerja (5%),
  3. Upah minimum; besaran upah berhubugan erat dengan kemampuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan (5%).
  1. Lingkungan 5%; faktor lingkungan sangat penting, yakni bagaimana perusahaan mengolah limbahnya serta menjaga kelestarian lingkungannya.
  2. Pendukung 5% berupa legalitas perusahaan (3%) serta pernghargaan sebagai pengakuan atas prestasi (2%).

Penentuan pemenang didasarkan pada akumulasi perolehan nilai atas kriteria yang telah ditetapkan.

*Materi bisa diunduh di https://drive.google.com/open?id=0B6PTixw8LoMIdVlnMWc1VlFuZ3c