DISPERINDAG PROV JATENG
entry image

TRAINING OF EXPORTERS (TOX) UNTUK CETAK EKSPORTIR HANDAL


Kegiatan Training of Exporters (TOX) lanjutan, memasuki tahap ke 5 dari 8 (delapan) tahapan Export Coaching Program (ECP) di Jawa Tengah 2019, yang baru-baru ini dibuka oleh Bpk M Arif Sambodo, Kepala Dinas Perindag Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan TOX tahap ke 5 berlangsung tanggal 23 s/d 25 Juli 2019, bertempat di Ruang Newington Hotel Dafam, jalan Imam Bonjol Semarang. Kegiatan ini, diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Ekspor Indonesia, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag RI, dengan sistem cost sharing diantara lembaga tersebut.

Tujuan Exporters Coaching Program adalah agar para pelaku usaha orientasi ekspor mampu menjalankan bisnis ekspor secara efektif, melakukan perbaikan dan peningkatan untuk berbagai hal seperti manajemen produksi, promosi dan pemasaran, menghitung harga pokok penjualan, negosiasi serta saat berlangsungnya proses ekspor. Dengan kata lain, diharapkan kedepan peserta akan menjadi eksportir yang handal dan berdaya saing di pasar internasional. Di tengah-tengah persaingan pasar global yang berubah sangat cepat dan dinamis baik dari aspek permintaan maupun supplai, sekarang di semua lini bisnis mengalami perubahan dalam waktu singkat, sebagai ekses dari perkembangan teknologi dan komunikasi, perkembangan bisnis di dunia tanpa sekat-sekat diantara business to business akibat didorong penggunaan internet seperti web dan media sosial sebagai saluran pemasaranyang dikenal dengan e-commerce maupun aspek produksi sehingga semua pebisnis mau tidak mau, siap atau tidak siap harus memiliki kemampuan dan segera mengadaptasi menghadapi tantangan bisnis tersebut.

Banyak pengamat dan pakar menyebut bahwa e-commerce di Indonesia semakin berkembang di masa depan, namun hambatan dan tantangan di dalamnya tentu harus mendapatkan porsi perhatian yang lebih. Oleh karenanya …..” saya titip kepada coaching agar para exporter coaching program ini pada tataran terampil dalam memanfaatkan media internet sehingga nantinya akan lahir eksportir Jawa Tengah yang handal, kompeten, berdaya saing dan profesional menghadapi perkembangan pasar global yang sangat dinamis” imbuhnya kata Kepala Dinas Perindag Provinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan itu disampaikan pula bahwa tahun 2018 neraca perdagangan ekspor - impor Jateng menunjukkan defisit sebesar 6.522,52 juta USD, dengan capaian ekspor sebesar  8.256,86 juta USD terdiri dari sektor  migas  165,94 juta USD & non migas 8.090,92 juta USD serta impor sebesar 14.779,38 juta USD terdiri dari sektor  migas 5.635,27 juta USD & non migas 9.144,12 juta USD.

Ekspor Jawa Tengah menurut sektor tahun 2018 antara lain terdiri dari : sektor migas 165,94 juta USD atau 2,01% dari total ekspor Jawa Tengah, sektor Pertanian sebesar 264,22 juta USD atau 3,20%, sektor Industri Pengolahan sebesar 7.822,55 juta USD atau 94,74% dan sektor Pertambangan & lainnya sebesar 4,13 juta USD atau 0,05%. Sedangkan Impor Jawa Tengah menurut penggunaannya pada tahun 2018antara lain berupa : barang konsumsi 971,30 juta USD atau 6,57% dari total impor Jawa Tengah, Bahan baku/ Penolong 11.916,75 juta USD atau 80,63% dan Barang Modal 1.891,34 juta USD atau 12,80%.