entry image

Bimbingan Lanjutan Pengurusan Merk dan Pengembangan Usaha


Kamis, 9 September 2021, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah memberikan konsultasi dan bimbingan lanjutan terkait mengurus Hak Kekayaan Intelektual (merk)  dan strategi pengembangan usaha pada pengusaha Eno di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal berupa olahan pisang terutama pisang goreng yang telah menjadi menu kudapan favorit bagi masyarakat Indonesia. 
 
Banyak ragam menu pisang goreng hasil kreativitas yang kini dapat dinikmati. Penerimaan masyarakat menjadikan bisnis kuliner ini sebagai peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Perjalanan Eno sebagai pengusaha muda berawal sejak Eno masih menjadi karyawan kafe hingga kemudian menjalin kemitraan pengelolaan kafe dimana berbagai menu hidangannya merupakan  hasil kreativitas Eno di bidang kuliner. Hingga kemudian di Tahun 2019, Eno memutuskan untuk menjalankan usaha sendiri.
Eno merintis bisnisnya lewat kreasi olahan pisang goreng yang diberi nama Pisang Crispy Seni Gedang Marem. Masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam pengelolaan usahanya. Pertama adalah terkait legalitas usaha yang merupakan syarat utama dalam perijinan berusaha. Usaha yang dimiliki Eno masih belum memiliki NIB dan IUMK. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah memberikan pemahaman terkait pentingnya perijinan berusaha. Bahwa selain sebagai identitas usaha, NIB juga bermanfaat untuk kepastian dan perlindungan usaha serta sarana mendapatkan pembinaan dan pendampingan usaha. Selain perijinan, Eno selaku pengusaha juga wajib melindungi hasil kekayaan intelektualnya dengan mendaftarkannya ke Kemenkumham.
 
Hak Kekayaan Intelektual terutama merk dagang menjadi hal penting yang sering dilupakan oleh para pelaku usaha kecil. Secara sederhana, Hak Kekayaan Intelektual adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari kreativitas intelektual. Memulai bisnis dan menjalankannya tanpa memperhitungkan perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual adalah sebuah kesalahan, dikarenakan hasil kreativitas intelektual yang bersangkutan dapat dicuri dengan mudah. Proses branding, membangun citra dan nama produk agar dikenal, menarik dan melekat di benak konsumen membutuhkan usaha, biaya dan waktu yang cukup besar. Alangkah sia-sianya jika kita tidak memiliki perlindungan terhadap bisnis yang telah dibangun tersebut dari serbuan kompetitor dan pembajakan.
Kedua, dari segi produksi. Tempat produksi yang digunakan oleh Eno juga jauh dari layak karena hanya memanfaatkan ruang kosong diantara rumah. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah memberikan rekomendasi untuk Eno dapat memindahkan tempat produksi di dalam ruangan yang telah tersedia di dalam rumah, terpisah dari dapur rumah tangga. Pemasaran produk masih menjadi kendala karena hanya mengandalkan penjualan lokal dan belum dipromosikan lewat layanan food delivery. Dengan memperbaiki tempat produksi agar memenuhi syarat keamanan pangan, produk pisang cryspi dapat dimintakan SPP-IRT (Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga) sehingga Eno dapat memasarkan produknya lewat jalur distribusi yang lebih luas. Kegiatan pengurusan ini akan dibantu oleh Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal.
 
Banyaknya pemahaman baru dan strategi pengembangan usaha yang didapat, membuat Eno sangat berterimakasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal yang telah memberikan bimbingan, konsultasi dan pendampingan melalui Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan. Diharapkan konsultasi pendampingan ini dapat berkelanjutan lewat program-program pembinaan dari Dinas terkait, baik dari Pemerintaah Kabupaten Kendal maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.