entry image

Bimbingan Mengikuti Pameran Kerajinan


Kain goni atau kain burlap merupakan kain dari serat natural yang biasanya digunakan untuk membungkus buah, sayuran, cengkeh, beras atau kedelai. Selama ini karung goni masih belum banyak dilirik kegunaannya seusai digunakan sebagai bungkus.

Pada tahun 2016, Mesni Johara Agatha atau dikenal Missy Johara, tertarik untuk membuat kerajinan tangan dari kain goni karena melihat masih langkanya kerajinan ini di Jawa Tengah, khususnya di Semarang. Dengan merk Goena_goni, Missy Johara menyulap kain goni menjadi kerajinan tangan berkualitas seperti tas, sarung bantal kursi, tempat sajadah, vas bunga, taplak meja dan souvenir pernikahan.

Kain goni tersebut juga dikombinasikan dengan kain perca, dibentuk macam-macam aplikasi gambar sehingga kerajinan tangannya menjadi semakin unik dan menarik. Missy Johara juga menerima pesanan kerajinan tangan yang disesuaikan dengan permintaan konsumennya.

Di awal membuat kerajinan tangan ini, kain goni yang pertama digunakan oleh Missy Johara adalah kain goni dari bekas karung cengkeh atau karung beras dimana membutuhkan proses perendaman selama 2 hari agar bersih dari kotoran dan debu, kemudian dilanjutkan dengan pemberian pewangi agar kain goni yang digunakan sebagai bahan kerajinan tangan itu juga harum.

Bahan baku kain goni yang digunakan Missy Johara berasal dari kain goni lokal dan juga import. Untuk kain goni lokal, umumnya memiliki serat besar dan kasar sehingga Missy Johara perlu mensiasatinya dengan aplikasi yang gambarnya lebih besar.

Saat ini, produk merk Goena_goni, milik Missy Johara telah dipasarkan di sekitar Semarang, beberapa daerah di Jawa Tengah maupun luar daerah Jawa Tengah. Missy Johara juga pernah memenuhi pesanan dari Malaysia dan Rumania. Sementara penjualan produknya saat ini sebesar 3 juta per bulan, sedangkan saat sebelum pandemi sekitar 5-10 juta per bulan.

Berkat mengenal dan bimbingan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Missy Johara mendapatkan legalitas merk. Legalitas merk ini diperoleh Missy Johara dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019. Sejak itu komunikasi dengan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan terus terjalin.

Komunikasi yang terjadi akhir-akhir ini adalah masalah mensikapi penurunan omset penjualan. Salah satu langkah solusinya adalah bimbingan mengikuti pameran kerajinan. Hal ini perlu dilakukan, mengingat Missy Johara belum pernah mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Disamping masih ada masalah lain yang belum juga terselesaikan, seperti : belum memiliki lampiran iumk, sppl dan sulitnya memperoleh ketersedian bahan baku. Komunikasi ini dilakukan sejak 5 sd 18 Juli 2021, secara tidak langsung, berupa wa atapun telpon.

Missy Johara mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan dukungan yang telah diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Kedepannya, Missy Johara berharap agar produk kerajinan yang dihasilkannya akan semakin bersaing hingga dapat menembus pasaran Nasional bahkan Internasional. Semoga...