entry image

Identifikasi Kebutuhan Penyuluhan dan Bimbingan SNI Pada Industri AMDK


Peluang usaha air minum isi ulang mempunyai prospek yang semakin besar. Hal ini dikarenakan berubahnya paradigma masyarakat yang biasanya memasak sendiri air untuk minum namun sekarang membeli air siap minum kemasan. Hal lainnya tidak lepas dari sulitnya air bersih didapat dan menurunnya kualitas air bersih dimana bau kimia masih tercium bila air dimasak dan rasanya tidak enak. Setiap orang pasti membutuhkan air minum setiap harinya, bagi yang mampu memang bisa dengan mudah membeli air minum bermerek sedangkan bagi masyarakat kelas menengah kebawah lebih memilih air minum isi ulang karena harganya yang jauh lebih murah dibanding yang bermerek.
 
 
Peluang seperti ini ditangkap juga oleh Sukrim yang tinggal di Desa Banteran, Kecamatan Subang, Kabupaten Banyumas. Setelah sebelumnya melalang buana bekerja di Ibu Kota dan Bali. Disamping Desa Banteran itu sendiri memiliki potensi sumber mata air dan tenaga kerja yang masih membutuhkan pekerjaan.
 
 
Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah bersama Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas menyambangi usaha Sukrim. Usaha Sukrim memulai usahanya sejak tahun 2017 dengan merek Apolo. Tenaga kerja yang terlibat sejumlah 13 orang. Sedangkan daerah pemasaranya meliputi Banyumas, Cilacap dan Purbalingga. Permasalahan yang dihadapi sekarang ini adalah belum ber-SNI. Untuk itu Sukrim disarankan untuk segera mengurus SNI dengan bimbingan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah secara berjenjang. Pada kesempatan ini Sukrim mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang telah diterimanya selama ini.