entry image

Peningkatan Kapasitas SDM PFPP Jawa Tengah Dalam Menyukseskan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri


Langkah pemerintah dalam memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri semakin digaungkan dengan gencar. Tahun 2022 Presiden telah memerintahkan target belanja produk dalam negeri bagi UMKM ini sebesar Rp. 400 Triliun. Hal tersebut harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh perusahaan industri utamanya IKM.

Produk dalam negeri adalah barang/ jasa termasuk rancang bangun dan perekayasaan yang diproduksi atau dikerjakan oleh perusahaan industri yang berivestasi dan berproduksi di Indonesia. Kewajiban penggunaan produk dalam negeri sesuai dengan besaran komponen dalam negeri pada setiap barang/jasa ditunjukkan dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Dalam pencapaian target belanja produk dalam negeri pemerintah melalui P3DN Kementerian Perindustrian memberikan fasilitasi gratis sertifikasi TKDN bagi IKM. Sertifikasi tersebut sekaligus diintegrasikan dengan e-katalog LKPP agar terjadi proses business matching antara instansi pengguna dengan penyedia produk dalam negeri.

Jawa Tengah dengan potensi industri yang sangat besar hanya memiliki 250 produk yang telah tersertifikasi TKDN, kalah jauh dari provinsi lainnya di Pulau Jawa. Hal ini tentunya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan industri Jawa Tengah.

Untuk menjawab peluang dan tantangan peningkatan penggunaan produk dalam negeri sekaligus dalam rangka peningkatan kapasitas SDM Penyuluh Perindag sebagai ujung tombak industri. Pada Hari Jumat Tanggal 18 Maret 2022 dilaksanakan Bimtek Sosialisasi Sertifikat TKDN bagi Penyuluh Perindag Jawa Tengah secara daring yang diselenggarakan oleh PT Surveyor Indonesia.

Dalam Bimtek tersebut PFPP Jawa Tengah mendapatkan pemahaman yang lengkap tentang tujuan, manfaat hingga cara penghitungan dan prosedur sertifikasi TKDN. TKDN menjadi syarat keikutsertaan dalam program fasilitasi pemerintah lainnya dan stategi jitu dalam meningkatkan pemasaran. Beberapa pertanyaan dan tanggapan dalam bimtek menggambarkan atensi dan keinginan para PFPP untuk dapat makin mengembangkan IKM binaannya melalui program tersebut.

Hasil Bimtek akan ditindaklanjuti dengan pendalaman materi terutama penghitungan TKDN baik secara online maupun langsung di perusahaan industri binaan. Harapannya Jawa Tengah dapat memanfaatkan sebaik-baiknya sehingga makin banyak produk dalam negeri dari Jawa Tengah yang tersertifikasi TKDN, terakses oleh para pengguna dan makin meningkatkan daya saing industri.