entry image

Penyuluhan Pada IKM Geprek Singkong


Siapa yang tidak mengenal camilan geprek singkong yang bertekstur renyah dan gurih ini. Geprek singkong merupakan cemilan ringan yang disukai oleh masyarakat, baik anak kecil hingga orang dewasa. Kerenyahan serta gurihnya rasa geprek singkong membuat cemilan ini tidak pernah terlupakan sejak dulu hingga sekarang. Geprek singkong itu sendiri dibuat dari bahan baku singkong yang diolah terlebih dahulu, dijemur, lalu digoreng.
 
Nur Rahayu yang tinggal di Dusun Tumanggal, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang memulai menggeluti usaha ini sejak tahun 2014 hingga sekarang dan berkembang. Usaha ini ditekuni berawal dari panen singkong milik orang tuanya yang tidak terserap oleh pasar, yang mengakibatkan singkong menumpuk di rumah.
 
Melihat hal tersebut, Nur Rahayu berdiskusi dengan keluarganya, termasuk dengan orang tuanya. Hasil diskusi adalah dibuat geprek dan orang tuanya akan mengajari. Dari sinilah Nur Rahayu mencoba membuat geprek singkong dan berhasil. Hasil uji coba diberikan ke tetangga-tetangga sebelah untuk menilainya. Penilaian dari tetangga-tetangga sangat responsif dan bahkan ada yang pesan.
 
Dimulailah memproduksi geprek singkong ini untuk memenuhi permintaan tetangga dan memasuki Pasar Moga. Dengan berjalannya waktu, permintaan dari Pasar Moga mulai ada dan meningkat. Maka diputuskan untuk merambah ke Pasar sekitarnya, hingga ke Daerah Wisata Guci dan berhasil. Namun dibalik itu semua ada kendala yang dihadapi, yaitu hanya mampu memproduksi untuk memenuhi Daerah Wisata Guci, sedang Pasar Moga dan pasar sekitarnya berhenti memasok.
 
Ketidak mampuan memenuhi pasar tersebut dikarenakan alat cetak gepreknya masih manual yang dibuat atas kreativitas suaminya. Sementara pelatihan yang pernah diikuti adalah mengikuti kegiatan di BLKK Dewi Masyithoh. Sedangkan perijinan yang dimiliki hingga sekarang ini baru NIB dan PIRT.
 
Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Provinsi Jawa Tengah mengadakan anjangsana, identifikasi dan penyuluhan. Penyuluhan yang dilakukan adalah mengenai teknologi tepat guna alat cetak geprek singkong dan pengajuan pendaftaran merek. Nur Rahayu merasa bangga dan berterima kasih atas kunjungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Provinsi Jawa Tengah dan berharap kedepannya untuk selalu dibimbing agar usahanya makin berkembang.