entry image

Penyuluhan dan Pendampingan Usaha Fasilitasi Pengurusan Merek di Wonogiri


Tanaman Porang menjadi komoditas yang booming dan telah ditetapkan sebagai komoditas yang masuk dalam program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS) oleh pemerintah. Peluang ekspor maupun pasar produk olahan berbahan baku porang di dalam negeri terbuka lebar, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebutuhan pangan fungsional. 
 
Strategi pengembangan tanaman porang kedepannya dilakukan dengan memacu riset pengolahan dan produk turunannya ke arah industri pangan. Hal ini dibidik dengan cerdas oleh Sugino, pemuda Dusun Somopura Desa Sidokarto Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri, yang merupakan salah satu pengembang teknologi tepat guna untuk mengolah porang. 
 
 
Berawal di Tahun 2010 Sugino mendirikan Bengkel Rekayasa Teknologi Tepat Guna dengan nama Japintech. Beberapa produk mesin teknologi tepat guna pengolah porang telah dia hasilkan. Seperti pencuci, perajang dan continuous chip porang.
 
Konsumennya tidak hanya berasal dari Pulau Jawa namun juga telah merambah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT hingga ke Papua. Kebanyakan dari industri menengah besar di perkebunan dan juga dari kalangan akademisi perguruan tinggi.
 
 
Japintech milik Sugino selain porang juga mengembangkan teknologi tepat guna untuk komoditas lainnya seperti slicer sukun, slicer empon-empon, slicer biji alpokat, cocopit, penepung, hammer mill dan alat destilasi.
 
Penyuluh Perindag Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dalam pendampingan usaha memfasilitasi kepengurusan merek Japintech agar produk teknologi tepat guna yang dikembangkan Sugino memiliki identitas produk yang dilindungi oleh hukum dan menjadi sarana kedepan untuk strategi branding.
Beberapa kendala yang diidentifikasi adalah kenaikan harga dan kelangkaan bahan baku logam serta kurangnya pengetahuan SDM tentang material.
 
Diharapkan di sekitar Solo Raya terbentuk material centre yang dapat melayani kebutuhan akan bahan baku logam dan adanya pembinaan dari dinas berupa diklat tentang pengetahuan material atau ilmu bahan.