entry image

SELEKSI DESIGNERS DISPATCH SERVICE BAGI PELAKU USAHA JAWA TENGAH DI SEKTOR FURNITURE


Pada hari Rabu tanggal 22 September 2021, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI menyelenggarakan “Kegiatan Seleksi Designers Dispatch Service (DDS)” yang dihadiri oleh sejumlah 30 perwakilan Pelaku Usaha di Jawa Tengah (Kota Semarang, Kab.Karanganyar, Kab.Blora) yang bergerak di sektor produk furniture. 

Acara bertempat di GETS Hotel, Jl. MT. Haryono, Semarang tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jateng yang diwakili oleh Haryanta, SH.,MM selaku Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri. Dalam sambutannya Kepala Dinas menyatakan bahwa DDS merupakan program yang baik bagi pengembangan produk furniture di Jawa Tengah. Tujuan utama dari program ini sendiri yaitu untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global melalui desain baru yang sesuai dengan selera pasar global.

Program yang mengkolaborasikan sejumlah stakeholder  yang terdiri dari unsur Pemerintah, Desainer, dan Pelaku Usaha ini berupaya untuk meningkatkan kualitas desain pengembangan produk sebagai produk unggulan ekspor Indonesia. Harapannya banyak produk furniture dari Pelaku Usaha di Jawa Tengah dengan desain menarik yang dapat bersaing secara global.

Proses tahapan yang perlu dilalui oleh peserta diantaranya: kurasi pelaku usaha yang berorientasi ekspor, pendampingan desain (2-3 tahap), uji pasar, dan publikasi. Seleksi yang diselenggarakan secara full-day ini kemudian berlanjut ke proses wawancara dan kunjungan ke perusahaan untuk mendapat kandidat Pelaku Usaha yang berhak memperoleh fasilitasi pendampingan desain. Dari sejumlah 30 perwakilan Pelaku Usaha di Jawa Tengah, ditetapkan 4 perwakilan Pelaku Usaha yang perusahaannya lolos ke tahap kunjungan, selanjutnya akan disaring kembali menjadi 2 perwakilan kandidat yang berhak mendaptkan pendampingan DDS dari Tim Penilai (Desainer dan Tenaga Ahli Kementerian Perdagangan).