ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 07/2021

...
Bimbingan Pemeliharaan Alat Vacum Sealer

Identifikasi penyuluhan yang dilakukan oleh Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah terhadap Industri Kecil dan Menengah (IKM) Griya Bandeng Sukati, milik Ibu Siti Aisiyah, Gunungpati Semarang, menemukan adanya alat vacum sealer yang tidak berfungsi secara sempurna.Disamping masalah lainnya, seperti : belum berfungsinya panci presto, penurunan penjualan, belum memiliki lampiran iumk dan sppl. Kegiatan identifikasi penyuluhan ini dimulai sejak tanggal 12 Juni 2021, yang kemudian diintensifkan lebih mendalam pada tanggal 11 sd 17 Juli 2021.Ibu Siti Aisiyah memulai usahanya sejak tahun 2013 dengan berbekal kemauan kuat dan pengalaman seadanya. Seiring berjalannya waktu, kiprah tersebut diketahui oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang. Selanjutnya pada tahun 2014, Ibu Siti Aisiyah diajak untuk mengikuti pelatihan pembuatan bandeng. Kemudian mulai kenal dan akrab dengan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah sejak mengurus ijin merk Griya Bandeng Sukati tahun 2018. Ijin merk tersebut difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Mahasiswa Praktek Magang D4 Rekayasa Perancangan Mekanik Teknik Mesin Vokasi dari Universitas Diponegoro (Ricky Setyawan, Albobby Zulfikar Purwadi dan Fikri Nurdiansyah) untuk memperbaiki vacum sealer milik Ibu Siti Aisiyah tersebut di atas.Bentuk pemeliharaanya adalah berupa tindakan mengganti selang penyedot lama dengan yang baru. Hal ini perlu dilakukan karena selang penyedot lama terdapat banyak sumbatan. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 21 sd 24 Juli 2021. Kemudian untuk ke depannya disarankan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut, antara lain : pengecekan oli, heater, selang dan panel digital secara berkala dalam rangka pemeliharaan dan penggatian agar alat tersebut tetap berfungsi sempurna.IKM Griya Bandeng Sukati mengucapkan terima kasih pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah atas fasilitasi, bimbingan serta penyuluhan yang telah diberikan. Kedepan, Ibu Siti Aisiyah mengharapkan bimbingan dan penyuluhan terkait masalah yang masih dihadapi oleh usahanya agar IKM Griya Bandeng Sukati dapat semakin bersaing dengan produk bandeng lainnya.

...
Bimbingan Pembuatan Mesin Teknologi Tepat Guna (TTG) Sealer Otomatis

Dengan berbekal pengetahuan, pengalaman dan semangat pantang menyerah, Arizal Indriatno, seorang pengusaha abon dan srundeng yang berasal dari Surakarta memulai usahanya sejak tahun 2009 hingga sekarang ini, dengan merk Bintang.Untuk abon, ada dua jenis yang diproduksi, yaitu : abon sapi dan abon ayam. Kapasitas produksi sekarang ini 800 kg per bulan, sebelumnya 1 ton per bulan. Hal ini merupakan akibat pendemi sebagaimana yang terjadi sekarang ini. Untuk pemasaran produksinya meliputi Jawa dan Bali.Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah pernah mengundang Arizal Indriatno, diundang untuk menjadi peserta pada Pelatihan Pembuatan Abon Lele Berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) bagi Masyarakat di Wilayah IHT pada tahun 2016, di Salatiga.Keterlibatannya pada pelatihan ini karena usulan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta. Sejak saat itu, Arizal Indriatno kenal dan akrab dengan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Arizal Indriatno kemudian meminta bimbingan dari Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah untuk membuatkan mesin TTG spiner. Dari mulai rancangan hingga produk jadi.Bimbingan ini dilaksanakan pada tahun 2017, dengan hasil sangat memuaskan. Keberhasilan kolaborasi dalam membuat mesin TTG spiner tersebut membuat Arizal Indriatno digandeng kembali oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah sebagai narasumber praktisi pada kegiatan yang sama di tahun 2018. Pelatihan ini berlangsung di 5 tempat, antara lain : Salatiga, Pati, Pekalongan, Wonosobo, Purworejo dan Klaten.Arizal Indriatno juga memohon kembali bimbingan dari Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah untuk pembuatan mesin TTG sealer otomatis. Hal ini dilakukan dalam rangka lebih meningkatkan efisiensi dan efektifitas usahanya. Permintaan bimbingan ini kemudian ditindaklanjuti secara intensif melalui telpon maupun WA sejak tanggal 12 Juni 2021.Yang pada akhirnya Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah berhasil mengirimkan gambar dan spek mesin TTG sealer otomatis ke yang bersangkutan di tanggal 11 Juli 2021.Spek dari mesin TTG ini, adalah : voltage (v/h2) 220/50 110/60, power (w) 60, sealing power (w) 300×12, sealing speed (m/m) 10, temperature range (c) 0 - 300, distance fron sealing center to conveyor (mm) 150 - 270, conveyor table size (l x w) (mm) 840 x 153, max conveyor loading (kg) 1, overall conveyor loading (kg) 3, extercil dimensions (l x w x h) (mm) 840 x 30 x 460 dan net wight (kg) 28.Permasalahan lain yang masih dihadapi oleh Arizal Indriatno adalah : belum memiliki ijin usaha dasar (NIB, IUMK, Lampiran, SPPL), harga bahan baku minyak dan daging terus naik, merk masih dalam proses pendaftaran, belum pernah ikut pameran dan ijin halal masih dalam proses perpanjangan. Sementara ini perijinan yang telah dimiliki adalah PIRT.Arizal Indriatno mengucapkan banyak terima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan atas pelatihan, bimbingan dan kesempatan yang diberikan selama ini serta untuk proses selanjutnya. Semoga usaha yang dijalankan bisa semakin berkembang dan memperkaya ragam IMKM di Jawa Tengah.

...
VIRTUAL BUSINESS MATCHING CENTRAL JAVA – ETHIOPIA UPAYA PEMERINTAH DALAM MEMPERLUAS PASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan virtual business matching untuk memberikan sarana kepada para pelaku usaha untuk dapat saling bertemu dan berdiskusi terkait peluang ekspor/impor di kedua negara (Jawa Tengah,Indonesia – Ethiopia). Hal ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Duta Besar Ethiopia ke Jawa Tengah pada 10 Maret 2021 lalu. Kegiatan ini digelar pada hari Selasa, 6 Juli 2021 bertempat di Aula Lantai 5 Gedung Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah.   Sejumlah tamu undangan turut menghadiri kegiatan tersebut yang terdiri dari perwakilan instansi terkait seperti Kedubes Ethiopia di Jakarta, KADIN Jateng, Biro Pemerintahan Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Prov.Jateng, DPMPTSP Prov.Jateng, dan GINSI Jateng. Selain itu juga turut hadir perwakilan perusahaan ekspor/impor Jawa Tengah, dan perusahaan ekspor/impor Ethiopia atau asosiasi yang mewakili. Melalui sambutannya, Duta Besar Ethiopia menyampaikan bahwa fokus dari kegiatan Business Matching / Business Forum ini adalah untuk meningkatkan peluang kerjasama perdagangan internasional antar kedua negara. Kegiatan ini juga merupakan ke-empat kalinya Ethiopia mengadakan kerjasama dengan Indonesia melalui pemerintah daerah terkait. Harapannya baik Indonesia dan Ethiopia bisa memperoleh pandangan baru terkait potensi pasar dan peluang bisnis di masing-masing wilayah. Selain itu, disampaikan pula data dari Pusdatin Kemendag RI 10 (sepuluh) komoditas ekspor utama Jawa Tengah, dimana beberapa diantaranya cukup potensial bagi pasar Ethiopia yaitu serat stafel buatan, pakaian jadi bukan rajutan, produk olahan dari tepung, perabot dan penerangan rumah, serta berbagai barang logam dasar (periode 2020 dan 2021 Januari – Maret). Adapun perusahaan asal Jawa Tengah yang diundang untuk mengikuti kegiatan ini diantaranya yang bergerak di sektor industri dan produksi barang serta bahan dari kertas, produk herbal, plastik dan barang dari plastik, palm oil, tekstil, pakaian jadi bukan rajutan, serta furniture. KADIN Jateng menyampaikan harapannya terkait potensi Ethiopia sebagai partner strategik bagi Jawa Tengah. Dimana hal tersebut sangat menguntungkan bagi para pelaku bisnis antar kedua negara. KADIN JATENG juga siap mengawal terjalinnya Kerjasama antara Jawa Tengah dengan Ethiopia. Dengan diadakannya kegiatan virtual business matching tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah berharap hubungan B2B kedua negara dapat terjalin dengan sebagaimana mestinya, dan akan didapat potensi-potensi lain yang dapat meningkatkan dan menguntungkan kemajuan perekonomian bagi kedua belah pihak.