ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 09/2021

...
Pekan 7 MGMP Pemasaran, Mengajar Secara Virtual Kompetensi Vokasi

Semarang, 22 September 2021, Dalam rangka Pekan 7 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pemasaran  Provinsi Jawa Tengah  menyelenggarakan  Program  MGMP  Mengajar secara Virtual Kompetensi Vokasi yang dilaksanakan secara daring dengan menggunakan Room Virtual, guna memaksimalkan  membelajaran secara  lebih efektif dan efesien. Belajar dari rumah jadi lebih menyenangkan. Audian Siswa SMK dan Bapak Ibu Guru Jurusan Pemasaran se Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehubungan  dengan hal tersebut,  Penyuluh Perindustrian dan  Perdagangan  Provinsi  Jawa Tengah  melakukan Sosialisasi Pendampingan dan  Bimbingan Wirausaha dengan Materi Menumbuhkan Jiwa  Entrepreneurship di kalangan siswa sekolah. Secara umum Outline yang di bahas terkait Government Role, Kewirausahaan as core dan implementasi di lapangan. Maksud dan tujuan disampaikannya adalah agar adik adik Siswa SMK yang sedang melakukan kegiatan atau nanti kalau sudah lulus mendapat gambaran secara umum tentang peran pemerintah. Apakah Pemerintah itu dan tugas-tugasnya , Peran Pemerintah adalah sebagai Regulator (penentu kebijakan), Fasilitator adalah memberikan fasilitas manakala sedang melakukan kegiatan dalam hal penumbuhan wirausaha baru , Sebagai Mediator jika menghadapi permasalah di bidang Industri dan Perdagangan atau permasalahan lain di masyarakat.Penyuluh Perindag Provinsi Jawa Tengah juga mengingatkan kepada  adik adik Siswa SMK bahwa keuntungan menjadi wirausaha adalah  memiliki kehidupan yang lebih baik, menjadi Bos bagi diri sendiri karena ada kebebasan menentukan Waktu Kerja dan Penghasilan , Sukses mendapat Penghargaan dan Popularitas  seperti Alm. Bob Sadino. Dalam kesempatan ini, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah juga memberikan edukasi manajemen usaha dan cara meningkatkan kualitas Produk dengan memberikan nilai tambah seperti Desain, Kemasan, Label sampai Merek Dagang. (HRT)

...
Modifikasi dan Penyempurnaan Mesin Kemasan

Senin, 20 September 2021, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah bersama dengan mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang melakukan modifikasi dan penyempurnaan mesin kemasan di bengkel Balai Industri Logam dan Kayu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Mesin kemasan digunakan untuk mengemas berbagai macam produk agar menarik. Produk yang dikemas bisa berupa produk makanan, produk bubuk, butiran maupun cairan. Kemasan yang menarik merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik usaha selain kualitas produknya karena kemasan juga merupakan faktor daya tarik bagi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Beberapa fungsi kemasan diantaranya adalah :1. Melindungi dan Mempertahankan Produk2. Identitas Produk3. Daya Tarik4. Kemudahan Dalam Transportasi Produk5. Mempublikasikan Merk Produk Mesin kemasan yang sedang dimodifikasi dan disempurnakan oleh para mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Semarang beserta Penyuluh Peindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah ini adalah mesin kemasan sachet untuk produk kopi bubuk yang akan diserahkan kepada IKM sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan lintas sektoral di bidang pengembangan teknologi tepat guna yang sudah dimulai sejak tahun 2012 melalui kegiatan pembuatan mesin Teknologi Tepat Guna dan Desiminasi.  Diharapkan kerjasama dengan instansi pendidikan lainnya dapat dilaksanakan untuk meningkatkan inovasi khususnya di bidang mesin dan peralatan teknologi tepat guna untuk mendukung pengembangan industri. 

...
Bimbingan KKN Tematik Undip pada IKM Jahe

Semarang, 10 September 2021, Tim KKN-Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) yang dibimbing oleh Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melakukan pengembangan usaha sirup jahe dari mitra KKN- Tematik Tlogosari, Kota Semarang. Tim KKN- Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) ini terdiri dari 6 mahasiswa dengan jurusan yang berbeda, yaitu : 1) Mokh. David Arisandi (Teknik Sipil), 2) Khusnul Khotimah (Teknik Komputer), 3) Rizka Savira Noor Fauzia (Teknik Kimia), 4) Fadhila Natasya Amalia (Teknik Kimia), 5) Ahnaf Fadlurrohman (Manajemen), 6) Garundanto Adam Adyatma (Hukum) akan dibimbing untuk melakukan riset pengembangan minuman jahe olahan tersebut. Minuman sirup jahe ini dipercaya dapat meningkatkan imunitas disaat tingginya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia terutama di Tlogosari Kulon, Kota Semarang. Tim KKN- Tematik ini dibimbing dan diberi tugas berupa Program Kerja (Proker) sesuai dengan bidang/jurusan masing-masing mahasiswa. Untuk Jurusan Teknik Sipil membuat Kanopi dan memperbaiki Saluran Air sehingga mendukung dalam produksi, untuk Jurusan Komputer Membuat Marketplace minuman sirup jahe sehingga bisa dikenal luas, untuk jurusan Teknik Kimia membuat pengental sirup, menentukan waktu kadaluarsa dan membuat sabun dengan memanfaatkan bahan olahan jahe, untuk jurusan Manajemen membuat pembukuan dan Label dari minuman sirup jahe, dan yang terakhir dari jurusan Hukum membuat izin Usaha OSS, NIB hingga P-IRT . Khusus P-IRT, akan dibantu oleh Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan dari Kota Semarang hingga usaha sirup jahe ini mendapatkan pengakuan dan dapat dipercaya oleh konsumen. Usaha sirup jahe yang akan dikembangkan ini bernama “GUSPRAK” milik pengusaha Agus Prakosa. Sirup "GUSPRAK" ini telah berjalan kurang lebih setahun dengan mengolah tumbuhan jahe untuk dijadikan sirup siap minum. Minuman ini unik karena namanya di ambil dari singkatan pemilik usaha sirup Jahe, GUSPRAK, yang merupakan singkatan dari Agus Prakosa yang berlatar belakang sarjana hukum UNDIP namun banting setir menekuni usaha sirup jahe. Sirup jahe yang di produksi oleh Agus Prakosa berbahan alami tanpa kandungan kimia, sehingga cita rasa dan aroma sirup jahe sangat menggugah selera. Jamu ini masih dipasarkan secara sederhana. Agar jamu tetap segar ketika diminum, Agus Prakosa selalu memproduksi sirup jahe ketika ada pesanan saja. Bahan-bahan yang diambil merupakan bahan pilihan yang dibeli langsung dari para penjual rempah yang ada di Pasar Johar. Untuk proses pengolahan sirup jahe diperlukan bahan bahan seperti jahe merah, jahe emprit, daun pandan, sereh, gula pasir putih, cengkeh dan sedikit air. Dengan racikan rahasia warisan orang tua, Agus Prakosa mengolah bahan-bahan tersebut dengan teknik tradisional hingga sirup jahe siap untuk dikemas. IKM Sirup Jahe “GUSPRAK” sangat berterima kasih kepada Universitas Diponegoro, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang. Beliau berharap ada kelanjutan dari kegiatan bimbingan ini berupa pembinaan usahanya.

...
Bimbingan Lanjutan Pengurusan Merk dan Pengembangan Usaha

Kamis, 9 September 2021, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah memberikan konsultasi dan bimbingan lanjutan terkait mengurus Hak Kekayaan Intelektual (merk)  dan strategi pengembangan usaha pada pengusaha Eno di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal berupa olahan pisang terutama pisang goreng yang telah menjadi menu kudapan favorit bagi masyarakat Indonesia.  Banyak ragam menu pisang goreng hasil kreativitas yang kini dapat dinikmati. Penerimaan masyarakat menjadikan bisnis kuliner ini sebagai peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Perjalanan Eno sebagai pengusaha muda berawal sejak Eno masih menjadi karyawan kafe hingga kemudian menjalin kemitraan pengelolaan kafe dimana berbagai menu hidangannya merupakan  hasil kreativitas Eno di bidang kuliner. Hingga kemudian di Tahun 2019, Eno memutuskan untuk menjalankan usaha sendiri.Eno merintis bisnisnya lewat kreasi olahan pisang goreng yang diberi nama Pisang Crispy Seni Gedang Marem. Masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam pengelolaan usahanya. Pertama adalah terkait legalitas usaha yang merupakan syarat utama dalam perijinan berusaha. Usaha yang dimiliki Eno masih belum memiliki NIB dan IUMK. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah memberikan pemahaman terkait pentingnya perijinan berusaha. Bahwa selain sebagai identitas usaha, NIB juga bermanfaat untuk kepastian dan perlindungan usaha serta sarana mendapatkan pembinaan dan pendampingan usaha. Selain perijinan, Eno selaku pengusaha juga wajib melindungi hasil kekayaan intelektualnya dengan mendaftarkannya ke Kemenkumham. Hak Kekayaan Intelektual terutama merk dagang menjadi hal penting yang sering dilupakan oleh para pelaku usaha kecil. Secara sederhana, Hak Kekayaan Intelektual adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari kreativitas intelektual. Memulai bisnis dan menjalankannya tanpa memperhitungkan perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual adalah sebuah kesalahan, dikarenakan hasil kreativitas intelektual yang bersangkutan dapat dicuri dengan mudah. Proses branding, membangun citra dan nama produk agar dikenal, menarik dan melekat di benak konsumen membutuhkan usaha, biaya dan waktu yang cukup besar. Alangkah sia-sianya jika kita tidak memiliki perlindungan terhadap bisnis yang telah dibangun tersebut dari serbuan kompetitor dan pembajakan.Kedua, dari segi produksi. Tempat produksi yang digunakan oleh Eno juga jauh dari layak karena hanya memanfaatkan ruang kosong diantara rumah. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah memberikan rekomendasi untuk Eno dapat memindahkan tempat produksi di dalam ruangan yang telah tersedia di dalam rumah, terpisah dari dapur rumah tangga. Pemasaran produk masih menjadi kendala karena hanya mengandalkan penjualan lokal dan belum dipromosikan lewat layanan food delivery. Dengan memperbaiki tempat produksi agar memenuhi syarat keamanan pangan, produk pisang cryspi dapat dimintakan SPP-IRT (Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga) sehingga Eno dapat memasarkan produknya lewat jalur distribusi yang lebih luas. Kegiatan pengurusan ini akan dibantu oleh Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal. Banyaknya pemahaman baru dan strategi pengembangan usaha yang didapat, membuat Eno sangat berterimakasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal yang telah memberikan bimbingan, konsultasi dan pendampingan melalui Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan. Diharapkan konsultasi pendampingan ini dapat berkelanjutan lewat program-program pembinaan dari Dinas terkait, baik dari Pemerintaah Kabupaten Kendal maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

...
Bimbingan Penanganan Limbah Industri Tahu

Jum'at, 3 September 2021, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah memberikan konsultasi dan bimbingan lanjutan terkait penanganan dan pengolahan limbah industri tahu pada pengusaha tahu Ali Murtadho, Semarang.     Kegiatan industri tahu di Indonesia pada umumnya didominasi oleh industri rumah tangga, dimana sebagian besar industri tidak memiliki unit pengolahan limbah. Hasil konsultasi berupa penanganan awal terkait mengatasi limbah air yang mengganggu lingkungan. Berdasarkan Perda Provinsi Jateng No. 5/2012 yg mengatur baku mutu air limbah industri tahu dan tempe, ada beberapa parameter yang harus dipenuhi diuji dari kadar maksimum dan beban pencemaran maksimumnya. Pengusaha Ali Murtadho diminta untuk dapat mengujikan air limbahnya di laboratorium uji BBTPPI atau di Sucofindo, agar dapat diketahui pasti kandungan limbahnya. Hal ini diperlukan untuk menetapkan rekomendasi selanjutnya yang terkait teknologi pengolahan limbah yang tepat yang tidak lagi berdampak bagi lingkungan. Teknologi terapan yang direkomendasikan adalah menggunakan sistem daur ulang air yang dipakai untuk produksi. Sistem ini menggunakan nano filter yang telah banyak digunakan di instalasi pengolahan air di hotel ataupun bandara. Teknologi ini dapat menjadi one stop solution bagi industri.   Pemakaian air yang jauh lebih hemat karena didaur ulang, penanganan bau dan limbah padatan yang dapat diubah jadi kompos. Hal ini akan mengurangi beban biaya produksi dan menghasilkan income tambahan dari pengolahan limbah padatan menjadi kompos.  Terkait pembiayaan yang seringkali menjadi kendala utama bagi industri kecil, rekomendasi yang diberikan adalah memberikan konsultasi lanjutan mengenai feasibilitas investasinya, dan akan memfasilitasi program pemerintah yang sekiranya ada dan bisa digunakan untuk hal tersebut seperti KUR atau Restrukturisasi Peralatan.  Selain penanganan limbah, dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang memberikan pula pemahaman tentang legalitas usaha dan regulasi industri penghasil limbah. Kegiatan konsultasi dan bimbingan ini dimulai dari tanggal 30 agustus 2021 s/d 3 September 2021. Semoga niat baik dan mulia dari pengusaha untuk memberdayakan lingkungan lewat industri tahu ini mendapatkan kemudahan dan keberhasilan, tanpa membawa dampak buruk limbah bagi lingkungan.

...
Bimbingan Pembuatan Screw Conveyor

Senin (23/08/2021), bersama dengan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov.Jawa Tengah, mahasiswa Sekolah Vokasi Undip Jurusan D4 Rekayasa Perancangan Mekanik melaksanakan praktek kerja berupa pembuatan Screw Conveyor untuk kebutuhan industri kecil menengah (IKM).  Screw Conveyor merupakan salah satu alat transportasi material secara masal yang paling efisien dan ekonomis. Screw Conveyor merupakan salah satu jenis alat pemindah bahan yang berbentuk ulir. Dalam praktek kerja yang dilaksanakan ini, Screw Conveyor yang dibuat diperuntukan sebagai conveyor feeder/pengumpan material di mesin peniris/ proses dewatering pada proses produksi teh.  Dalam sebuah industri, transportasi material produksi dari satu proses ke proses lainnya merupakan salah satu kegiatan yang penting sehingga diperlukan mekanisme yang baik dalam pelaksanaannya. Salah satu alat transportasi material produksi adalah conveyor yang berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan industri yang berbentuk padat.  Pemilihan alat transportasi (conveying equipment) material padatan tergantung pada : kapasitas yang ditangani, jarak perpindahan material, kondisi pengangkutan (horizontal, vertikal, inklinasi), ukuran, bentuk, dan sifat material harga peralatan tersebut. Adapun jenis-jenis conveyor adalah sebagai berikut: belt conveyor, chain conveyor , scraper conveyor, apron conveyor, bucket conveyor, bucket elevator, Screw Conveyor, dan pneumatic conveyor.  Balai Industri Logam dan Kayu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang. Kerjasama antara instansi pemerintah dan instansi pendidikan pada saat ini sangat dibutuhkan dalam rangka menciptakan inovasi di dunia industri.   Bentuk kerjasama yang dijalin kedua instansi tersebut berupa penerimaan praktek mahasiswa selama 6 bulan. Diharapkan dengan pelaksanaan praktek ini, mahasiswa dapat mengenal secara nyata dunia kerja serta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah. Diharapkan kerjasama serupa dapat dilaksanakan di tahun depan dan dapat ditingkatkan lebih baik lagi yaitu kerjasama kerjasama dalam bentuk lain seperti transfer pengetahuan hasil-hasil riset yang dapat dimanfaatkan untuk pelaku industri khususnya IKM.