ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 02/2021

...
EKSPORTIR TANGGUH KEMBALI DISELENGGARAKAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKSPOR DI JAWA TENGAH

Di Tahun 2021 Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Kegiatan Penilaian Eksportir Tangguh. Untuk mengawali kegiatan tersebut, pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2021 dilaksanakan Sosialisasi bertempat di Gedung Dekranasda Pramuka (Despra) Jalan Pahlawan Kota Semarang. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas. Dalam sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber yang sekaligus tim penilai, masing-masing dari unsur Akademisi (Idris dari Universitas Diponegoro), KADIN Jawa Tengah (Bernadus Arwin), dan Media Masa (Galih Pujo Asmoro dari Tribun Jateng). Dalam sambutan tertulisnya, Kepala Dinas menyatakan bahwa dengan dilaksanakan Kegiatan Penilaian Eksportir Tangguh kali ini, ingin dilihat sejauh mana para pelaku ekspor di Jawa Tengah tetap bisa bertahan dan tangguh, serta memiliki strategi yang jitu dalam menghadapi situasi pandemi yang selama ini terjadi. Kegiatan ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencari pelaku usaha yang akan dinobatkan sebagai Eksportir Tangguh.Dalam penilaian Eksportir Tangguh ini mencakup 3 (tiga) tahapan, yaitu tahapan: administrasi,  presentasi, dan kunjungan lapangan. Para Tim Penilai akan mengkaji secara mendalam para calon-calon Eksportir Tangguh Jawa Tengah Tahun 2021 melalui ketiga tahapan tesebut. Bagi para pemenang Eksportir Tangguh Jawa Tengah Tahun 2021 nantinya diharapkan dapat memberikan motivasi dan teladan bagi para eksportir lainnya, utamanya terkait ketangguhannya, yang dapat dilihat antara lain dari peningkatan kinerja ekspornya, memiliki inovasi, kreativitas, dan daya saing yang tinggi pada produk-produk yang dihasilkan. Para pemenang Eksportir Tangguh akan diusulkan ke Kementerian Perdagangan dalam ajang  penghargaan Primaniyarta, yang merupakan  penghargaan tahunan tingkat nasional.Setelah selesainya Sosialisasi diharapkan Dinas sektor Perdagangan Kabupaten/Kota dapat menyampaikan informasi tentang Pelaksanaan Kegiatan Eksportir Tangguh ini kepada para perusahaan eksportir di wilayahnya masing-masing, baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil/menengah, PMA atau PMDN.

...
PELATIHAN SDM OPERATOR INDUSTRI ALAS KAKI DI BIPTAK KEMBALI DIGELAR

Pelatihan SDM Operator Industri yang dilaksanakan oleh Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki pada tanggal 9 Februari s/d 1 Maret 2021 ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan SDM Industri Garmen dan Alas kaki sesuai standar Industri Garmen dan Alas kaki, serta mengurangi tingkat pengangguran. dan merupakan salah satu exit strategi dalam penanganan dampak covid-19.Sasaran kegiatan dari pelatihan ini adalah Masyarakat Jawa Tengah yang masih menganggur namun berkeingan dilatih sebagai operator jahit standar industri siap kerja serta Masyarakat umum yang ingin meningkatkan skill dalam berusaha secara mandiri.Pada bulan maret 2020 akibat pandemi darurat Coronavirus Disease (Covid 19) dalam waktu yang sangat singkat seluruh dunia mengalami ada sekitar 191 negara yang terdampak pademi covid 19 termasuk Indonesia dan Provinsi Jawa Tengah. Angka Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah  meningkat menjadi 3.980,90 ribu orang atau 11,41 % dan tentunya di ikuti oleh Peningkatan jumlah Pengangguran sebesar 396 ribu orang dari 0.82 juta orang (4,44%) pada bulan Agustus 2020 menjadi 1,2 juta orang.Program yang laksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Rencana Pembangunan Provinsi Tahun Anggaran 2021 membantu mengurangi angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan melalui pelatihan ketrampilan industri pakaian jadi dan alas kaki  ini selanjutnya akan selalu berkesinambungan, dengan demikian tidak akan berhenti pada tahun ini namun akan berkelanjutan pada tahun–tahun berikutnya.Karena BIPTAK mulai tahun 2008 s/d Sekarang sudah melatih sekitar 50.000 orang dan ditempatkan bekerja sekitar 37.000 orang dan berwira usaha mandiri sekitar 13.000 orang. BIPTAK juga Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan garmen dan alas –kaki di seluruh wilyah Jawa Tengah.Untuk itu diharapkan para peserta agar selalu bersungguh–sungguh dalam mengikuti Pelatihan ini, sehingga setelah selesai akan ditempatkan bekerja atau ada yang kembali ke daerah masing–masing akan mampu menerapkan pengetahuan dan wawasan yang diterima selama mengikuti pelatihan, serta menjadikan pekerja/wirausaha sesuai bidangnya.Selanjutnya pada tahun berikutnya apabila masih eksis dan berkembang akan ditindaklanjuti fasilitasinya sesuai dengan tingkat perkembangan.

...
Workshop Pengamanan Perdagangan / Safeguard

Di Semarang tanggal 10-11 Februari 2021 telah dilaksanakan acara Workshop Pengamanan Perdagangan (Safeguard).  Acara tersebut dilaksanakan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provisi Jawa Tengah, yang mana dihadiri oleh 45 peserta yang mewakili assosiasi pelaku usaha dalam negeri dan pengelola kawasan industry di Jawa Tengah. Namun karena acara ini dilaksanakan masih di saat pandemic, acara ini dibagi menjadi 2 batch yaitu 25 peserta di hari pertama dan 20 peserta di hari kedua.Narasumber dari KPPI (Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia), Bea Cukai, dan sebagai moderator dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Melalui kegiatan ini peserta dapat diharapkan memahami tentang instrumen pengamanan perdagangan (Safeguard) dari melonjaknya product import sejenis atau secara langsung bersaing dengan produk dalam negeri.Barang sejenis merupakan barang produksi dalam negeri  yang identik atau sama dalam segala hal dengan barang impor atau barang yang memiliki karakteristik menyerupai barang yang di impor. Sedangkan barang yang secara langsung bersaing merupakan barang produksi dalam negeri yang dalam penggunaanya dapat menggantikan barang yang diselidiki.Dan melalui kegiatan ini peserta dapat juga memahami  tentang manfaat tindakan pengamanan perdagangan, untuk memulihkan kerugian serius atau mencegah ancaman kerugian serius yang dialami oleh industry dalam negeri, deficit keuangan serius yang jelas akan dialami dalam waktu dekat yang penetapan nya di dasarkan atas fakta-fakta, bukan didasarkan pada tuduhan, dugaan, atau perkiraan.