DISPERINDAG PROV JATENG KEMBALI MENGGELAR BUSINESS MATCHING DENGAN KOREA SELATAN GUNA MENDORONG EKSPOR
Senin, 15 November 2021 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Disperindag Prov. Jateng) kembali menggelar kegiatan Business Matching antara pelaku usaha Jawa Tengah dengan Korea Selatan. Kegiatan dilaksanakan di Aula lantai 5 Gedung Disperindag Prov. Jateng Jalan Pahlawan No 4 Kota Semarang. M Arif Sambodo (Kepala Disperindag Prov. Jateng) menyampaikan bahwa ekspor merupakan bagian dari perdagangan untuk mengupayakan pemulihan perekonomian daerah akibat pandemi. Melihat dari nilai ekspor non migas Jawa Tengah hingga bulan September 2021 saat ini sudah mencapai 7.262,32 juta USD. Dengan diadakannya kegiatan Business Matching ini, diharapkan nilai ekspor non migas Jawa Tengah pada akhir Desember 2021 bisa mencapai target paling tidak sama dengan kondisi nilai ekspor pada tahun 2019 sebelum terjadi pandemi covid-19.Korea Selatan merupakan Negara tujuan ekspor Jawa Tengah terbesar no 5 setelah Tiongkok dan Jerman, dengan 10 komoditas ekspor unggulan antara lain kayu, barang dari kayu; serat stafel buatan; pakaian jadi bukan rajutan; barang-barang rajutan; kapas; mesin/peralatan listrik; perabot, penerangan rumah; barang-barang dari kulit; alas kaki; dan berbagai produk kimia. Selain itu, terdapat beberapa produk potensial ekspor lainnya yang dapat di ekspor ke Korea Selatan antara lain perangkat optik; buku dan barang cetakan; daging dan ikan olahan; olahan dari tepung; tembakau; kain rajutan; hasil karya seni; lak, getah dan damar; ampas/sisa industri makanan; serta gula dan kembang gula.Kegiatan Business Matching kali ini dihadiri oleh Atase Perdagangan RI-Seoul, Korea Selatan, perwakilan diaspora Korea Selatan, serta 11 pelaku usaha Jawa Tengah yang hadir dan melakukan presentasi singkat yang diwakili oleh PT Choice Plus Makmur, PT Banjarnegara Agro Mandiri Sejahtera, PT Marimas, PT Java Prima Abadi, PT Boga Makmur Gracia, PT Pinako Rotari Permai, PT Mebel Internasional, CV Surya Java Furnindo, PT Intrafood Singabera Indonesia, CV Tatik Handicraft, dan PT Goldensnack Mas Sejahtera.