ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 11/2021

...
Peningkatan Kapasitas Produksi Sale Pisang dengan Mesin Teknologi Tepat Guna Slicer Pisang

Pisang jenis raja tonto yang memiliki cita rasa khas, murah dan banyak tersedia di pasar menjadikan komoditi ini sebagai pilihan bagi warga Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal untuk dijadikan sebagai bahan baku sale pisang. Sale pisang adalah makanan hasil olahan dari buah pisang yang dipotong tipis-tipis kemudian dijemur. Tujuan penjemuran adalah untuk mengurangi kadar air buah pisang sehingga sale pisang lebih tahan lama. Sale pisang ini bisa langsung dimakan atau digoreng dengan tepung terlebih dahulu. Saat ini sale pisang juga dijual dalam berbagai varian rasa dan produksi pisang sale juga sudah menembus pasar internasional. Sale pisang merupakan produk pisang yang dibuat dengan proses pengeringan dan pengasapan serta dikenal sebagai produk pisang yang mempunyai rasa dan aroma yang khas.   Mufiddin sebagai salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi sale pisang mengaku bisa memproduksi 10-15 kilogram sale pisang per minggu yang dipasarkan melalui pasar tradisional, mini market, dan penjualan online melalui media sosial. Berlokasi di Desa Plantaran RT 01 / RW 07 Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, usaha dengan merk dagang “Rossa” ini dirintis sejak tahun 2015 oleh orang tuanya. Mufiddin sendiri mulai fokus mengelola usaha ini sejak setahun yang lalu (red-2020) dengan pertimbangan meneruskan usaha orang tua yang sudah lanjut usia.   Menurut Mufiddin, pasar sale pisang  masih terbuka luas dan belum bisa digarap secara maksimal sedangkan ketersediaan bahan baku berupa pisang jenis raja tonto di Kabupaten Kendal melimpah dan belum banyak yang bisa diserap. Mufiddin menambahkan bahwa kendala produksi yang dihadapi adalah kurangnya tenaga pengiris pisang sebagai bahan baku sale. Untuk satu orang hanya mampu mengiris 20-25 sisir per hari sedangkan tenaga pengiris yang ada di tempat usahanya hanya istrinya. Mufiddin pernah berusaha bermitra dengan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengiris, akan tetapi tidak berlangsung lama karena warga yang bermitra akhirnya memilih untuk membuka usaha sendiri.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengatasi kendala di tenaga pengiris dibutuhkan alat bantu berupa slicer. Mufiddin pernah mencoba menggunakan mesin pengiris singkong yang banyak dijual di pasaran, namun gagal karena bahan yang digunakan adalah pisang matang dengan tekstur yang lunak. Melihat kendala yang dihadapi Mufiddin, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melalui Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan mencoba membantu dengan membuat rancangan alat teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin slicer/pengiris pisang. Mesin dengan penggerak motor listrik ¼ HP dirancang mampu mengiris pisang matang dengan ketebalan sampai dengan 1 mm, praktis dan mudah digunakan. Mesin ini sangat sesuai dengan kebutuhan Mufiddin serta bisa meningkatkan kapasitas produksi 3 sampai 4 kali dibanding dengan mengiris pisang secara manual.  Mufiddin berterima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Provinsi Jawa Tengah melalui Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan atas kendala usaha yang teratasi. Semoga ke depan, usahanya semakin maju dan berkembang.

...
Identifikasi Penyuluhan dan Sosialisasi HAKI di Kabupaten Kendal

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah membimbing Mahasiswa PKL Universitas Diponegoro Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Inggris yang bernama Abhito Tyagasa dan Theresa Sinthike di bawah binaan Abdul Ghoni Purwanto MM dan Ahmad Arwani Raharjo ST,MM melakukan identifikasi penyuluhan terhadap Ibu Supriyati, seorang pengusaha Rengginang Aneka Rasa yang berasal dari Dusun Lebo Bumi Ayu, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal.Usaha rengginang aneka rasa milik Supriyati ini dimulai  pada tahun 2017 silam. Awal mula bisnis ibu Supriyati ini dipantik dari berlimpahnya bahan baku utama dalam pembuatan rengginang yaitu beras ketan. Dalam memulai usahanya, ibu Supriyati mengatakan bahwa modal awalnya berasal dari tabungannya sendiri. Dengan alat produksi seadanya yaitu perlatan dapur dari Supriyati sendiri, rengginang aneka rasa ini dipasarkan pada masyarakat sekitar dan juga pusat oleh-oleh . Selain itu, jejaring sosial seperti Facebook juga dimanfaatkan Supriyati untuk menjajakan produk rengginang yang dijualnya dengan harga Rp.12.000 per bungkus. Meskipun merknya belum terdaftar, upi snack, merk dari produk rengginang aneka rasa ini, sudah memiliki NIB serta PIRT. Hal ini tidak luput dari fasilitas yang diberikan dari Dinas Perindag Kabupaten Kendal dalam pengurusan PIRT serta berbagai pelatihan-pelatihan usaha. Tidak hanya itu, pemerintah Provinsi turut membantu usaha Supriyati dengan menerbitkan serfitikasi halal serta pelatihan packaging untuk produk rengginangnya.Pandemi COVID-19 yang sekarang melanda membuat perkembangan usaha milik Supriyati terhambat. Selama kurang lebih 4 tahun menjalankan bisnisnya, sampai sekarang belum begitu terlihat perkembangan pasar pada bisnis rengginangnya. Selain Pandemi, strategi marketing produk Rengginangnya juga  merupakan salah satu permasalahan besar yang sedang dihadapi.Supriyati berterimakasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kendal atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti sosialisasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang menurutnya sangat bermanfaat. Harapannya kedepan, selain bimbingan serta pelatihan-pelatihan yang telah diberikan, Pemerintah juga membantu mengembangkan pasar dan juga pelatihan marketing sehingga usaha yang sedang dirintis saat ini dapat berkembang dan omzet penjualnnya bisa meningkat.

...
DISPERINDAG PROV JATENG KEMBALI MENGGELAR BUSINESS MATCHING DENGAN KOREA SELATAN GUNA MENDORONG EKSPOR

Senin, 15 November 2021 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Disperindag Prov. Jateng) kembali menggelar kegiatan Business Matching antara pelaku usaha Jawa Tengah dengan Korea Selatan. Kegiatan dilaksanakan di Aula lantai 5 Gedung Disperindag Prov. Jateng Jalan Pahlawan No 4 Kota Semarang. M Arif Sambodo (Kepala Disperindag Prov. Jateng) menyampaikan bahwa ekspor merupakan bagian dari perdagangan untuk mengupayakan pemulihan perekonomian daerah akibat pandemi. Melihat dari nilai ekspor non migas Jawa Tengah hingga bulan September 2021 saat ini sudah mencapai 7.262,32 juta USD. Dengan diadakannya kegiatan Business Matching ini, diharapkan nilai ekspor non migas Jawa Tengah pada akhir Desember 2021 bisa mencapai target paling tidak sama dengan kondisi nilai ekspor pada tahun 2019 sebelum terjadi pandemi covid-19.Korea Selatan merupakan Negara tujuan ekspor Jawa Tengah terbesar no 5 setelah Tiongkok dan Jerman, dengan 10 komoditas ekspor unggulan antara lain kayu, barang dari kayu; serat stafel buatan; pakaian jadi bukan rajutan; barang-barang rajutan; kapas; mesin/peralatan listrik; perabot, penerangan rumah; barang-barang dari kulit; alas kaki; dan berbagai produk kimia. Selain itu, terdapat beberapa produk potensial ekspor lainnya yang dapat di ekspor ke Korea Selatan antara lain perangkat optik; buku dan barang cetakan; daging dan ikan olahan; olahan dari tepung; tembakau; kain rajutan; hasil karya seni; lak, getah dan damar; ampas/sisa industri makanan; serta gula dan kembang gula.Kegiatan Business Matching kali ini dihadiri oleh Atase Perdagangan RI-Seoul, Korea Selatan, perwakilan diaspora Korea Selatan, serta 11 pelaku usaha Jawa Tengah yang hadir dan melakukan presentasi singkat yang diwakili oleh PT Choice Plus Makmur, PT Banjarnegara Agro Mandiri Sejahtera, PT Marimas, PT Java Prima Abadi, PT Boga Makmur Gracia, PT Pinako Rotari Permai, PT Mebel Internasional, CV Surya Java Furnindo, PT Intrafood Singabera Indonesia, CV Tatik Handicraft, dan PT Goldensnack Mas Sejahtera.

...
Sosialisasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Identifikasi Penyuluhan di IKM Krupuk

Kamis, 21 Oktober 2021, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas undangan dari Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kecamatan Weleri. Di penyuluhan tersebut, terdapat pula (2) dua mahasiswa PKL Universitas Diponegoro Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Inggris, yang bernama Anandya Satria Mahardika dan Maulana Eka Putra Purwanto di bawah bimbingan Abdul Ghoni Purwanto MM dan Ahmad Arwani Raharjo ST,MM. Pengusaha yang mengikuti kegiatan tersebut diantaranya adalah Lukman Hakim, seorang pengusaha pembuatan kerupuk yang berasal dari Desa Sidomukti, Dukuh Prajan.Lukman Hakim memulai usahanya sebagai sales kerupuk pada tahun 2007. Dalam waktu tiga bulan, ia kemudian mendapat inspirasi untuk membuat usahanya sendiri sehingga tidak perlu ikut orang lain. Lukman mengatakan bahwa modal awal nya tidak banyak dan mendapat pinjaman dari bank, namun seiring berjalannya waktu pesanan-pesanan mulai berdatangan sehingga Lukman bisa mengembangkan usaha kecilnya ini menjadi lebih besar. Saat ini, Lukman sanggup membuka 5 cabang (Temanggung, Sidomukti, 2 di Pemalang dan Kangkung) dan memperkerjakan kurang lebih 60 orang pekerja yang tersebar di ke-5 cabang tersebut. Usaha pembuatan kerupuk Lukman Hakim diberi nama Tiga Putra.Pada tahun 2019 saat awal meluasnya Pandemi Covid-19 yang melanda membuat usaha pembuatan kerupuk Lukman mengeluarkan lebih banyak modal dikarenakan harga minyak dan tepung tapioka yang menjadi bahan utama pembuatan kerupuk meningkat 2 kali lipat.Untuk mengatasi kenaikan modal ini Lukman memiliki akal pada ukuran kerupuk yang dibuat lebih kecil daripada biasanya karena jika Lukman menaikkan harga penjualan, pembeli berkemungkinan akan hilang minat terhadap kerupuk Lukman.Lukman Hakim berterimakasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kendal atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti sosialisasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual ini sangat bermanfaat. Harapannya kedepan, bimbingan legalitas usahanya berjalan lancar, Desain produknya berkembang dan omzet penjualan usahanya membaik.

...
Pendampingan IKM Fashion Dan Identifikasi Kebutuhan Penyuluhan Di Kabupaten Kendal

Rabu 13 Oktober 2021, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah kali ini  melakukan blusukan ke kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal untuk ngobrol bareng bab ‘gawean’ pendampingan IKM Fashion dan Identifikasi Kebutuhan Penyuluhan. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menemui  Karim Ahmad. Siapakah dia ?.Karim Ahmad seorang  desainer  fashion  mulai merintis usaha di  Plaza Matic  square,  salah satu  Mall  di  Jakarta Selatan. Pada tahun 2017 Karim Ahmad memutuskan untuk pulang kampung ke Kendal, di tahun yang sama dia dikontrak oleh desainer ELVINA dan MAHARANI dari Semarang.  Karim Ahmad bertugas membuat rancangan desain untuk melayani kebutuhan para pelanggan. Seiring  berjalannya  waktu  Karim  Ahmad  bertekad  keras ingin  membuka usaha sendiri di Kendal.  Dia menempuh jalan bergabung dengan  komunitas Penjahit Kendal yang bernama Kendal Fashion Creative Center  (KFCC). Pada tahun 2020 KFCC berganti nama menjadi Asosiasi Fashion Kendal ( AFK). Asosiasi ini diharapkan bisa membangkitkan para penjahit dan desainer yang handal di Kendal untuk terus berkarya baik di tingkat nasional maupun internasional dengan karya seperti gaun pengantin, gaun pesta jas,batik, seragam kerja dan sekolah.Pada tahun 2021 di Kabupaten Kendal ada  rapat pertemuan Dekranasda yang di pimpin langsung oleh Chacha Frederica. Bagai gayung bersambut, Karim Ahmad  bertemu dengan Chacha sang isteri Bupati Kendal yang kebetulan sudah menjadi pelanggan lama  semasa masih membuka usaha di Jakarta. Dari situlah Karim Ahmad  mulai di banjiri pesanan meskipun selama tahun 2020 sempat sepi pelanggan karena pandemi Covid-19.Untuk melindungi desain ciptaannya, Karim Ahmad saat ini  membutuhkan bimbingan pelatihan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual agar dapat didaftarkan ciptaannya karena desain desainnya selama ini belum ada yang didaftarkan. Karim Ahmad saat ini  juga membutuhkan suntikan  modal usaha untuk memperluas usahanya.Karim Ahmad sangat berterimakasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kendal atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti sosialisasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang dirasa sangat bermanfaat. Harapannya kedepan, Desain produknya mendapat legalitas dan usahanya di bidang Fashion semakin berkembang dengan baik. (HRT)

...
PENYERAHAN PENGHARGAAN EKSPORTIR TANGGUH JAWA TENGAH TAHUN 2021

Kamis, 28 Oktober 2021 bertepatan dengan hari sumpah pemuda, telah dilaksanakan penyerahan penghargaan untuk para pemenang kegiatan “Eksportir Tangguh 2021”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 5 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (M Arif Sambodo) berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah jumlah Eksportir yang memiliki daya saing yang kuat serta dapat menciptakan sosok Eksportir yang tangguh yang dapat menjadi best practice atau penggerak bagi Eksportir lainnya.Kegiatan Eksportir Tangguh tahun ini telah diikuti oleh 22 perusahaan kategori kecil/menengah dan 14 perusahaan besar. Pemenang Eksportir Tangguh kategori perusahaan besar diraih oleh PT MAS Sumbiri (Kab. Kendal), PT Misaja Mitra (Kab. Pati) dan PT Selalu Cinta Indonesia (Kota Salatiga), serta untuk Perusahaan kecil/menengah PT. Coco Sugar Indonesia (Kab. Banyumas), CV Decorus (Kab. Temanggung) dan PT Selektani Induk Usaha (Kota Salatiga). Penyerahan penghargaan kepada keenam pemenang diserahkan secara langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.Pemenang Eksportir Tangguh 2021 ditentukan oleh Tim Penilai ahli dibidang ekonomi ekspor impor dan perdagangan yang berasal dari KADIN Jawa Tengah, Akademisi UNDIP Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Media Massa Tribun Jateng. Pada penilaian ini telah dilakukan beberapa tahapan diantaranya: Seleksi Adminstrasi, Seleksi Presentasi, dan Seleksi Kurasi Kunjungan Lapangan yang semuanya dilakukan oleh para Tim Penilai Eksportir Tangguh Jawa Tengah Tahun 2021.M. Arif Sambodo menyampaikan Penilaian Eksportir Tangguh Jawa Tengah merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada Para Eksportir Jawa Tengah, baik dari kalangan perusahaan besar maupun perusahaan kecil/menengah agar selalu berusaha meningkatkan volume dan nilai ekspornya. Disamping itu penilaian eksportir tangguh ini juga merupakan unsur pembinaan kepada perusahaan di Jawa Tengah.