ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 08/2021

...
VIRTUAL BUSINESS MATCHING JAWA TENGAH – MALAYSIA, UPAYA PEMERINTAH UNTUK MENDORONG POTENSI EKSPOR DALAM NEGERI DITENGAH PANDEMI COVID-19

Rabu 25 Agustus 2021 lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan virtual business matching yang bekerja sama dengan Konsulat Jenderal RI di Penang, Malaysia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sarana kepada para pelaku usaha untuk dapat saling bertemu dan berdiskusi terkait peluang ekspor/impor di kedua negara (Jawa Tengah, Indonesia – Malaysia).Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan yang terdiri dari perwakilan instansi terkait seperti Konsul Jenderal RI – Penang Malaysia, Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu juga turut hadir 10 perwakilan perusahaan eksportir Jawa Tengah yang bergerak dibidang makanan minuman, kopi, teh, alas kaki & furniture dan perusahaan importir dari Malaysia.Pada pertemuan yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting ini, Pemerintah Prov. Jawa Tengah melalui Disperindag Prov. Jateng berharap bahwa kegiatan ini dapat mendorong potensi ekspor dalam negeri ditengah pandemi covid-19, sekaligus dapat mengembangkan hubungan kerjasama khususnya B2B (business to business) antara eksportir Jawa Tengah dengan importir Malaysia begitu pula sebaliknya. Melalui kegiatan business matching ini nantinya hubungan Jawa Tengah – Malaysia semakin erat dan lancar.Adanya pandemi covid-19 berimbas pada berbagai sektor termasuk sektor perdagangan, dan  yang terkena dampak paling signifikan adalah pelaku usaha kecil dan menengah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan adanya digitalisasi perdagangan sehingga mempermudah para pelaku usaha untuk memasuki rantai perdagangan global. Adanya Kedekatan geografis, kesamaan budaya, PDB per kapita Malaysia yang lebih tinggi, ketersediaan platform digital e-commerce dan keberadaan diaspora perdagangan dapat meningkatkan potensi bisnis kedua negara yakni Malaysia – Indonesia (Jawa Tengah).Atase Perdagangan RI di Penang – Malaysia menyampaikan bahwa Indonesia termasuk kedalam 10 negara eksportir terbesar ke Malaysia. Berikut ini terdapat 10 komoditas ekspor terbesar antara lain lemak & minyak hewan/ nabati, bahan bakar mineral, tembaga, berbagai produk kimia, besi dan baja, kendaraan dan bagiannya, kertas/karton, mesin/ peralatan listrik, mesin-mesin/ pesawat mekanik, serta plastik dan barang dari plastik.  Setelah diadakan kegiatan virtual business matching terdapat beberapa importir dari Malaysia yang tertarik untuk melakukan kerjasama lebih lanjut dengan para eksportir Jawa Tengah. Selain itu, dengan diadakannya kegiatan virtual business matching tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah berharap hubungan B2B antara kedua negara dapat terjalin dengan sebagaimana mestinya, dan akan didapat potensi-potensi lain yang dapat meningkatkan dan menguntungkan kemajuan perekonomian bagi kedua belah pihak.

...
Pendampingan Kerja Sama Antar Pelaku Usaha

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah pada tanggal 13 Agustus 2021, kedatangan tamu dari CV SHANJI, Pengusaha yg bergerak di Bidang Industri Garam meminta kami memediatori ke pengusaha VCO, untuk diajak bermitra ke luar negeri. Dalam perjalanan kami dari tgl. 16 s/d 17 Agustus 2021, kami survey dan praktek pembuatan VCO di tiga Kabupaten : 1.Kab. Banjarnegara 2.Kab. Kebumen3.Kab. Banyumas Langkah-langkah yang dilakukan adalah pertama di Rumah Kepala Desa,  Sudimoro,  Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Kedua di Kabupatan Banjarnegara, Purwanto seorang Guru SMA yang baru mengawali Usaha pembuatan VCO bersama anak didiknya SMA bersama sama produk VCO tetapi masih produk polos belum memenuhi Standart. Ketiga BUMDES di Kabupaten Kebumen yang langsung bisa diajak bermitra karena produk sudah memenuhi Standart,  HALAL,  dan hasil Laboratorium. dari UGM.Direktur Utama CV SHANJI  Kab Kudus didampingi PFPP prov Jateng dalam rangka membuka Kemitraan guna membuka peluang pasar bagi Produsen yang belum Exsport,  Siap Exsport bersama CV. SHANJI,  semoga  sukses dan dapat membantu  Produsen VCO. CV. SHANJI adalah mantan peserta pelatihan pada saat kami diminta menyampaikan materi GMP,  JPH,  dan prosedur HACCP oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupatan Jepara belum lama. Praktek Pembuatan VCO.Pengusaha dan ikm yang terlibat berterima kasih atas bantuan dan dukunganya terhadap Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah maupun Dinas di kabupaten yang terlibat.

...
Bimbingan Online Pembelian Alat Pembuatan Bakso

Bisnis jualan hewan kurban adalah ide bisnis yang bagus. Peluang pasar hewan kurban tergolong besar dan menjanjikan keuntungan tinggi seiring dengan tingginya permintaan pasar, khususnya pada hari raya Idul Adha. Meski terbilang bisnis musiman tapi bukan berarti penjual hewan kurban tidak bisa melanjutkan bisnis jual hewan ternak ini pada waktu-waktu lainnya misalnya untuk acara aqiqah anak, pernikahan dan acara besar lainnya. Bapak Sugeng Yulianto adalah salah satu pengusaha dibidang pengadaan hewan aqiqah dan kurban, disamping usaha lain yang dimilikinya, yaitu penyedia ayam ingkung. Hal ini digelutinya sejak tahun 2010 dengan semangat dan pantang menyerah hingga sekarang ini. Semua usaha yang dimilikinya itu dilakukannya di tempat tinggalnya, yaitu di Kota Magelang. Dari pengalaman yang demikian, lahirlah ide untuk mengembangkan usahanya yaitu di bidang pemasok bakso.Setelah berbincang-bincang dengan rekan sesama pengusaha sekota yang bernama Bapak Sutrino, muncul ide berupa pembelian alat pembuat bakso. Selanjutnya, Pak Sugeng Yulianto diajak oleh Pak Sutrisno untuk berkonsultasi dengan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang secara kebetulan Pak Sutrisno pernah mendapat penyuluhan berkaitan dengan usahanya di bidang pembuatan bandeng presto. Pak Sugeng Yulianto mengontak Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah untuk meminta saran pembelian alat pembuat bakso untuk memulai usahanya. Saran yang diberikan adalah membeli alat manual pencetak bakso. Hal ini dikarenakan belum adanya pengalaman di bidang usaha bakso, budget yang dimiliki terbatas dan bukan merupakan kebutuhan dasar usaha.Proses konsultasi antara Bapak Sugeng Yulianto dengan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan tersebut dilakukan melalui telpon dan Whatsapp sejak tanggal 9 s/d 14 Agustus 2021. Sementara Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Kota Magelang membantu membimbing cara produksi yang baik dan jaminan mutunya. Bapak Sugeng Yulianto dan Bapak Sutrisno berterima kasih atas bimbingan dan dukungan yang telah diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan selama ini sehingga pengembangan usaha dapat terus berjalan.

...
Bimbingan Perizinan Usaha Pada UMKM Makanan

Perizinan usaha adalah salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis. Namun terkadang, tidak sedikit UMKM yang kurang memahami proses perizinan usaha yang mereka butuhkan. Hal ini tentunya membutuhkan penyuluhan dan bimbingan bagi para pengusaha tersebut agar mereka dapat mengurus legalitas usahanya sehingga mereka dapat mengembangkan usaha seoptimal mungkin.Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan penyuluhan dan bimbingan perizinan usaha kepada Bapak Eka, pemilik usaha Bubur Kacang Ijo RB7 yang berlokasi di Mertoyudan, Kab.Magelang. Penyuluhan dan bimbingan dilaksanakan dalam pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha), IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) dan SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan) yang dalam bimbingan lainnya juga berkomunikasi dengan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Kab.Magelang. Saat ini Bubur Kacang Ijo RB7 telah memiliki legalitas usaha tersebut.Perizinan usaha lainnya yang masih membutuhkan bimbingan adalah pengurusan merk usaha. Dukungan bimbingan tersebut akan dibantu oleh Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magelang Usaha Bubur Kacang Ijo RB7 milik Pak Eka merupakan usaha yang dirintis setelah Pak Eka pensiun dari pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan. Usaha ini tidak hanya menjual Bubur Kacang Ijo tetapi juga Sari Kacang Ijo. Selama pandemi, Bubur Kacang Ijo RB7 memperoleh penghasilan yang lebih besar dibandingkan dengan sebelum pandemi.Hal ini dikarenakan banyak orang yang berburu makanan sehat seperti Bubur Kacang Ijo dan Sari Kacang Ijo. Selain itu, seiring berjalannya usaha Pak Eka selama hampir 1,5 tahun ini maka Bubur Kacang Ijo RB7 juga mulai dikenal masyarakat. Promosi usaha yang telah dilakukan oleh Pak Eka diantaranya adalah melalui Whatsapp dan Ojek Online. Pak Eka berharap akan ada bimbingan usaha terkait pemasaran agar produknya semakin dikenal masyarakat dan usaha Bubur Kacang Ijo RB7 semakin berkembang.Identifikasi usaha berkaitan dengan kebutuhan penyuluhan dan bimbingan pemasaran ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2021 sampai 4 Agustus 2021. Bubur Kacang Ijo RB7 mengucapkan terima kasih pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan atas penyuluhan dan bimbingan yang diberikan selama ini.

...
Bimbingan Pemeliharaan Alat Panci Presto

Tindak lanjut identifikasi penyuluhan yang dilakukan oleh Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah terhadap Industri Kecil dan Menengah (IKM) Griya Bandeng Sukati, milik ibu Siti Aisiyah, Gunungpati Semarang, memasuki tahap penyelesaian masalah ketiga, yaitu menemukan adanya panci presto yang tidak berfungsi.Sementara penyelesaian masalah pertama, yang berupa tidak berfungsinya alat vacum sealer sudah bisa diatasi dengan baik. Eksekusi kegiatan tersebut dilakukan pada minggu kemarin, bersamaan dengan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang ikut membantu menyelesaikan masalah ke dua, yaitu membantu menyelesaikan perijinan lampiran IUMK dan SPPL melalui OSS.Identifikasi penyuluhan itu sendiri dimulai sejak tanggal 12 Juni 2021, yang kemudian lebih diintensifkan mendalam pada tanggal 11 Juli sd 17 Juli 2021. Sedangkan masalah penurunan penjualan masih dalam tahap pembahasan. Dalam rangka mengembangkan usahanya, IKM Griya Bandeng Sukati membuat terobosan dengan membeli panci presto bekas pada tahun 2017. Panci presto bekas tersebut memiliki kapasitas 70 kg sekali masak dan membutuhkan waktu 1 jam untuk membuat bandeng menjadi lunak. Seperti jamaknya pembelian alat bekas, tentu memiliki konsekwensi adanya kelemahan.Begitu juga yang dialami IKM Griya Bandeng Sukati, yaitu alat pluit panci prestonya tidak berfungsi, yang menyebabkan tidak dapat dipakai alias menganggur. Sementara itu, sejak memulai usaha tahun 2013 hingga sekarang ini, panci yang digunakan adalah panci presto berkapasitas 20 kg untuk sekali masak dan membutuhkan waktu selama 3 jam untuk membuat bandeng menjadi lunak. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah kembali mengajak kerja sama dengan Mahasiswa Praktek Magang D4 Rekayasa Perancangan Mekanik Teknik Mesin Vokasi dari Universitas Diponegoro (Yandi Sugi Mulia dan Muhammad Husni Hibatillah) untuk memperbaiki alat panci presto IKM Griya Bandeng Sukati tersebut di atas.Bentuk pemeliharaanya adalah berupa tindakan membersihkan pluit presto dengan udara bertekanan tinggi. Hal ini perlu dilakukan karena pada pluit presto tersebut terdapat banyak sumbatan. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 27 Juni s/d 30 Juli 2021. Tips bagi IKM ke depannya dalam membeli alat sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal, antara : budget yang dimiliki, kesesuaian kebutuhan, memiliki pengatur waktu, dan adanya garansi yang terjamin atau agen resmi. IKM Griya Bandeng Sukati mengucapkan terima kasih pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan atas bimbingan dan dukungan yang diberikan selama ini sehingga permasalah yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik.