ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 06/2022

...
OBRAL MEBEL 2022 DI THE PARK MALL SOLO

Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi aktivitas di sektor Industri. Kondisi ekonomi dari beberapa industri mengalami penurunan secara signifikan yang berakibat pada pemotongan gaji bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Namun diantara industri yang terdampak pandemi, industri furniture dapat bertahan bahkan menemukan momentumnya.Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BPS, Mei 2022) ekspor furniture Jawa Tengah periode TW1 2022 mencapai nilai USD 290,59 Juta. Hal tersebut mengalami peningkatan 30,46% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2021 yang mencapai USD 222,74 Juta. Peningkatan tersebut terjadi karena adanya pergeseran konsumsi rumah tangga masyarakat akibat pandemi, yaitu dari hiburan, pariwisata dan transportasi, beralih ke sektor lain seperti kebutuhan renovasi rumah terutama produk home decor.Adanya work from home (WFH) juga menyebabkan peningkatan penjualan furniture home office (meja dan kursi kerja). Kenaikan ekspor mebel Indonesia juga terjadi karena adanya perang dagang antara AS dan China sehingga pembeli mebel dari AS mencari subtitusi, salah satunya dari Indonesia. Sehingga momentum tersebut perlu kita maksimalkan dengan baik. Selain memenuhi pasar ekspor, pangsa pasar furnitur domestik pun harus bisa kita penuhi.Berdasarkan data dari PDSI Kemendag (BPS, 2022) nilai impor periode Januari – Maret tahun 2022 sebesar USD 380,7 Juta atau naik 26,8% dari periode yang sama di tahun 2021 (USD 300,5 Juta). Adanya kenaikan permintaan domestik juga tergambar dari masifnya ekspansi beberapa gerai seperti IKEA dan Informa yang diantaranya menjual produk mebel dan kerajinan impor.Untuk itu kami mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh stakeholder sebagai upaya untuk menjalankan kebijakan penggunaan produk dalam negeri dalam rangka mendukung pengembangan pasar industri dan mengoptimalkan pemanfaatan pasar dalam negeri. Pemerintah melalui Disperindag Provinsi Jawa Tengah terus berupaya untuk memfasilitasi para pelaku usaha industri khususnya furniture dan kerajinan.Pemerintah tidak akan sungkan untuk mempromosikan kemampuan industri dalam negeri, dalam menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing dengan produk-produk impor di pasar yang sangat kompetitif. Pemerintah juga senantiasa terus mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sebagai sebuah upaya kolektif bangsa untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri dalam negeri, yang akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.Upaya ini telah menjadi program nasional berdasarkan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, Dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.Selanjutnya, P3DN diperkuat melalui UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian khususnya pada Pasal 85-89 mengenai Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, yang bertujuan untuk memberdayakan industri dalam negeri, memperkuat struktur industri, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

...
FORUM PENGUATAN PASAR EKSPOR DI KAWASAN TIMUR TENGAH

Pasar Timur Tengah merupakan salah satu pasar yang potensial bagi Indonesia termasuk Jawa Tengah. Mengingat potensi ekspor ke Kawasan Timur Tengah yang begitu besar, maka diperlukan beberapa upaya untuk lebih meningkatkan ekspor ke Kawasan tersebut.Sebagai salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kinerja ekspor Jawa Tengah ke Kawasan Timur Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan “Forum Penguatan Pasar Ekspor di Kawasan Timur Tengah” pada hari Senin tanggal 6 Juni 2022, bertempat di Aula lantai 5 Disperindag Jateng. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jateng, dihadiri 50 peserta yang berasal dari unsur Instansi Pemerintah, Akademisi, Asosiasi, dan Pelaku Usaha. Narasumber pada kegiatan tersebut dari Direktorat Pengembangan Pasar & Informasi Ekspor (Ditjen PEN Kemendag), Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, dan Pimpinan CV. Radiant Suryatama.Dengan dilaksanakannya kegiatan Penguatan Pasar Ekspor di Kawasan Timur Tengah ini, diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman dan wawasan bagi pelaku ekspor dan stakeholder terkait, akan peluang pasar ekspor ke Kawasan Timur Tengah serta strategi dalam memasuki pasar tersebut. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memacu para pelaku usaha dalam meningkatkan kinerja ekspornya khususnya ke Kawasan Timur Tengah, yang dampaknya akan mendorong laju perekonomian Jawa Tengah.

...
Penyuluhan Pada Pengusaha Sempolan

Sempolan adalah jajanan berbahan dasar tepung terigu dan ayam yang bentuknya mirip dengan sate lilit dari Bali. Harganya yang murah dan rasanya yang enak membuat makanan ini banyak digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dengan harga 1.000 rupiah per tusuk, kita sudah bisa menikmati kelezatan jajanan ini ditambah dengan saus dan sambal yang diracik oleh sang penjual sempolan mampu membuat lidah kita semakin bergoyang. Bermula dari melihat teman yang sukses menjalankan usaha berjualan sempolan, Eka Ribut Koriah yang seorang ibu rumah tangga di Purwoyoso Semarang, tergerak untuk menambah penghasilan keluarga dengan mengikuti jejak temannya tersebut. Terlebih gaji suaminya yang bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu dinas pemerintah tergolong pas-pasan. Memulai bisnis sempolan tidak perlu modal yang besar, menurut Eka cukup dengan modal sekitar 2 juta maka seseorang sudah bisa berjualan sempolan. Hal terpenting ketika menjalankan usaha berjualan sempolan adalah bisa melihat lokasi tempat berjualan yang strategis. Keramaian dan lokasi yang banyak dilalui adalah tempat yang sesuai untuk berjualan makanan ini.  Bermodal sebuah gerobak bekas yang sederhana dan peralatan penggorengan, dia memulai usahanya dengan berjalan di depan pasar Ngaliyan dari jam tiga sore sampai jam delapan malam. Dibantu dengan suaminya, dia mengaku dapat menjual sempolan 400 sampai 500 tusuk per hari. Akan tetapi jika cuaca kurang mendukung semisal karena hujan, dia dan suami hanya dapat menjual tidak lebih dari 200 tusuk.  Penyuluh Perindag dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah menyarankan ntuk meningkatkan jumlah penjualan sempolan dan mengurangi jumlah yang tidak laku, dengan  memanfaatkan media sosial dalam pemasaran. Kemudian juga dalam rangka membedakan usaha sempolan miliknya dengan usaha sempolan lainnya dengan membuat varian saus. Eka berharap agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dapat terus memberikan pendampingan untuk memajukan usahanya sehingga penghasilannya bertambah. 

...
Penyuluhan Pada Pengusaha Pembuat Tas Bronjong

Peluang bisnis tas bronjong boleh dikatakan cukup tinggi. Apalagi bagi yang sudah memiliki keahlian menjahit. Tas bronjong salah satu fungsinya adalah untuk menampung barang dalam jumlah relatif banyak dan dapat di bawa menggunakan sepeda motor. Bahan baku dari tas bronjong dapat berasal dari kain tebal yang baru, bekas atau sejenisnya. Salah seorang warga Suhada, Semarang yang berasal dari Demak, Arief, melihat peluang bisnis dari tas bronjong ini. Dengan keahlian menjahit yang ditekuni sejak tahun 1997 dan tempat usaha menjahitnya dulu di Pasar Johar Semarang, Arief mulai menekuni usaha tas bronjong di tahun 2020 atas permintaan pelangganya. Langkah yang dia tempuh adalah mensiasati bahan bakunya agar mampu bersaing. Keputusan yang diambil adalah mengambil bahan baku bagor bekas dan goni dari kantong bekas beras. Bahan baku tersebut diuji coba dan direspon baik oleh pelanggannya, bahkan menunjukan tren naik. Hal ini karena harga relatif murah dan kuat.  Menurut Arief, kendala dari usaha ini tidak ada. Namun Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah disamping mengapreasi usaha tersebut, juga menyarankan untuk mengurus NIB yang bisa dilakukan dengan online dan gratis. Hal ini mengingat manfaat berupa mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan dalam berusaha di lokasi yang telah ditetapkan, mendapatkan pendampingan dalam pengembangan usaha, mendapatkan kemudahan dalam akses pembiayaan serta kemudahan dalam pemberdayaan oleh pemerintah atau lembaga lainya.  Arief mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah atas penyuluhan yang diberikan dan berharap kedepan usahanya terus dibina agar maju dan berkembang.