ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 03/2022

...
Pelatihan Self Assesment Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi IKM Jawa Tengah

Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang digaungkan oleh pemerintah dengan target serapan belanja Rp. 400 triliun bagi produk UMKM dalam negeri memberikan kesempatan kepada pelaku industri untuk meningkatkan daya saing dan perluasan pasar Jawa Tengah dengan potensi industrinya yang besar memiliki 250 produk yang tersertifikat TKDN masih dianggap kurang dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Jawa.  Penyuluh Perindag Disperindag Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan PT. Surveyor Indonesia pada Rabu kemarin (23/03/2022) melaksanakan kegiatan bimbingan teknis penghitungan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produk-produk industri khususnya industri kecil dan menengah (IKM).  Kegiatan tersebut dihadiri oleh 20 pelaku usaha IKM Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah dan menghadirkan narasumber Hendri Kartika dari PT. Surveyor Indonesia.Dalam kegiatan tersebut selain diberi pemahaman tentang program P3DN dan kemanfaatannya bagi pelaku usaha IKM, para pelaku usaha diajari untuk dapat menghitung secara mandiri (self assesment) TKDN dari tiap produk yang mereka hasilkan. Selanjutnya peserta difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat TKDN secara gratis.  Fasilitasi sertifikasi TKDN gratis dari Kementerian Perindustrian diberikan hanya kepada industri kecil dan menengah dengan produk non pangan. Masing-masing IKM diberikan fasilitas sebanyak 8 produk untuk disertifikasi tingkat komponen dalam negerinya. IKM yang tersertifikasi secara otomatis akan terdaftar di e-katalog LKPP serta berkesempatan untuk mengikuti kegiatan pengadaan barang dan jasa di pemerintahan. Selain itu akan terdaftar di e-SMART Kemenperin RI dan berkesempatan mendapatkan beberbagai fasilitas yang berkaitan dengan usahanya. Dalam gelaran Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri di Nusa Dua, Bali selama tiga hari pada 22-24 Maret 2022 tercatat komitmen belanja produk dalam negeri dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota sebesar Rp. 214,1 Triliun.  Komitmen pemerintah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha IKM Jawa Tengah dan telah dijembatani melalui Bimtek Penghitungan dan fasilitasi sertifikasi TKDN ini. Kebutuhan belanja pemerintah dapat dipenuhi oleh produk IKM Jawa Tengah yang telah tersertifikasi TKDN dan tampil di eKatalog LKPP.  Penyuluh Perindag Disperindag Provinsi Jawa Tengah bersama IKM binaannya yang tersebar dalam berbagai sentra dan paguyuban industri bertekad mensukseskan program P3DN agar produk Dalam Negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sosialisasi terus dilaksanakan dengan luaran peningkatan sertifikat TKDN industri Jawa Tengah.

...
Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pelaku Pasar Rakyat

Pasar Rakyat merupakan penggerak ekonomi masyarakat yang memiliki fungsi strategis dan memiliki kedekatan dengan aspek sosial dan budaya masyarakat. Oleh karenanya, Pasar Rakyat yang unik ini membutuhkan treatment khusus dalam pengelolaan, pengembangan serta pelestariannya.  Atas dasar itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menimbang perlu bagi para pengelola Pasar Rakyat untuk mendapat pengetahuan bagaimana mengelola pasar dengan baik melalui Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pelaku Pasar Rakyat yang diselenggarakan pada 22 - 23 Maret 2022 di Kota Magelang.  Kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan para Kepala Pasar yang masih perlu dikembangkan secara komprehensif dan holistik sehingga dapat meningkatkan daya saing terhadap pusat perbelanjaan maupun toko modern di tengah maraknya keberadaan toko modern. Untuk tampil gemilang dalam kancah perekonomian dunia, Indonesia harus dapat mengelola potensi ekonomi, memajukan kapasitas perdagangan dan industri serta meningkatkan kualitas sumbe rdaya manusia.  Dari pelatihan yang melibatkan 50 orang ini, Disperindag Prov Jateng berharap para pengelola Pasar Rakyat dapat meningkatkan pemahamannya mengenai teknik-teknik pengelolaan pasar yang baik; teknik-teknik operasional maupun pemeliharaan pasar, teknik atau metode aktivasi pasar agar dapat meningkatkan pendapatan Pasar Rakyat dan membantu pedagang dalam memasarkan produk-produk yang dijual di Pasar Rakyat. 

...
Peningkatan Kapasitas SDM PFPP Jawa Tengah Dalam Menyukseskan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Langkah pemerintah dalam memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri semakin digaungkan dengan gencar. Tahun 2022 Presiden telah memerintahkan target belanja produk dalam negeri bagi UMKM ini sebesar Rp. 400 Triliun. Hal tersebut harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh perusahaan industri utamanya IKM.Produk dalam negeri adalah barang/ jasa termasuk rancang bangun dan perekayasaan yang diproduksi atau dikerjakan oleh perusahaan industri yang berivestasi dan berproduksi di Indonesia. Kewajiban penggunaan produk dalam negeri sesuai dengan besaran komponen dalam negeri pada setiap barang/jasa ditunjukkan dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).Dalam pencapaian target belanja produk dalam negeri pemerintah melalui P3DN Kementerian Perindustrian memberikan fasilitasi gratis sertifikasi TKDN bagi IKM. Sertifikasi tersebut sekaligus diintegrasikan dengan e-katalog LKPP agar terjadi proses business matching antara instansi pengguna dengan penyedia produk dalam negeri.Jawa Tengah dengan potensi industri yang sangat besar hanya memiliki 250 produk yang telah tersertifikasi TKDN, kalah jauh dari provinsi lainnya di Pulau Jawa. Hal ini tentunya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan industri Jawa Tengah.Untuk menjawab peluang dan tantangan peningkatan penggunaan produk dalam negeri sekaligus dalam rangka peningkatan kapasitas SDM Penyuluh Perindag sebagai ujung tombak industri. Pada Hari Jumat Tanggal 18 Maret 2022 dilaksanakan Bimtek Sosialisasi Sertifikat TKDN bagi Penyuluh Perindag Jawa Tengah secara daring yang diselenggarakan oleh PT Surveyor Indonesia.Dalam Bimtek tersebut PFPP Jawa Tengah mendapatkan pemahaman yang lengkap tentang tujuan, manfaat hingga cara penghitungan dan prosedur sertifikasi TKDN. TKDN menjadi syarat keikutsertaan dalam program fasilitasi pemerintah lainnya dan stategi jitu dalam meningkatkan pemasaran. Beberapa pertanyaan dan tanggapan dalam bimtek menggambarkan atensi dan keinginan para PFPP untuk dapat makin mengembangkan IKM binaannya melalui program tersebut.Hasil Bimtek akan ditindaklanjuti dengan pendalaman materi terutama penghitungan TKDN baik secara online maupun langsung di perusahaan industri binaan. Harapannya Jawa Tengah dapat memanfaatkan sebaik-baiknya sehingga makin banyak produk dalam negeri dari Jawa Tengah yang tersertifikasi TKDN, terakses oleh para pengguna dan makin meningkatkan daya saing industri.

...
Kearifan Lokal Salah Satu IKM Batik di Semarang

Kamis, 17 Maret 2022 Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan anjangsana pada Zie Batik yang berlokasi di Kampung Malon RT.03/ RW.06, Gunungpati, Kota Semarang dalam rangka menjalin hubungan dengan IKM Batik serta menginformasikan kegiatan pelatihan jahit yang diselenggarakan oleh Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Provinsi Jawa Tengah.  Berawal dari tahun 2004, Zazilah atau yang sering dipanggil Zie selaku pemilik Zie Batik memiliki tekad untuk menghidupkan kembali batik. Tekad tersebut disertai usaha Zie dengan mengajari batik kepada masyarakat, diantaranya ke sekolah-sekolah di Kota Semarang. Pada tahun 2006, Zie mengembangkan batik di Kampung Batik, Semarang Bawah dan di tahun 2010 pindah ke Gunungpati hingga sekarang.   Zie Batik menggunakan pewarna alami diantaranya menggunakan pewarna dari tumbuhan Indigo tinctoria untuk bahan pewarna indigo, Bixa orellana untuk warna merah jambu, serta Jelawe untuk warna kuning. Selain itu, Lerak yang dicampur dengan bahan dari daun tanaman Dilem sebagai pewangi juga digunakan saat proses pencucian batik. Tumbuhan- tumbuhan tersebut juga ditanam disekitar kediaman Zie yang asri dan teduh sebagai bentuk pelestarian tanaman yang digunakan dalam proses membatik dan juga bertujuan sebagai edukasi bagi masyarakat.  Design batik di Zie Batik sangat beragam, salah satu diantaranya adalah design legenda yang inspirasinya diperoleh Zie dari keberagaman legenda yang ada di masyarakat. Kreatifitasnya tidak hanya di Batik, tapi juga merambah ke Sibori dan Ecoprint. Proses produksi batik dilakukan di kediaman Zie yang juga telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Batik sederhana dengan Biofilter Anaerob sehingga air limbah dari proses produksi di Zie Batik tidak merusak lingkungan sekitar.   Dalam perkembangan usahanya, selain membuat kain batik, Zie juga merambah pembuatan pakaian jadi yang membutuhkan tenaga menjahit. Kedepannya, kerjasama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) dengan IKM Batik dapat terjalin lebih erat sebagai bentuk dukungan terhadap IKM Batik melalui penyediaan tenaga menjahit dari hasil peserta pelatihan di BIPTAK.

...
Penyuluhan Pendaftaran Perijinan Halal Pada Rumah Produksi Rendang

Rendang dan Sambal merupakan makanan yang berasal dari Indonesia. Makanan ini biasanya kita temui di rumah makan Padang. Rasanya yang khas dan kaya akan rempah menjadikannya makanan disukai di Indonesia, terutama bagi pecinta makanan pedas. Bagi pecinta makanan pedas terutama yang ingin menikmati rendang dan sambal sekarang tidak perlu datang ke rumah makan Padang untuk menikmati makanan khas Padang tersebut karena sudah ada rendang dan sambal kemasan yang dapat dinikmati kapan saja dan lebih praktis, rendang dan sambal kemasan itu terletak di Jl. Sekar Jagad III No.20 Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Rumah produksi rendang dan sambal ini memang belum lama memproduksi dan masih terhitung baru hingga belum banyak orang yang tau, pemilik usaha produksi rendang dan sambal kemasan ini adalah Nur Isti’ Anah seorang ibu rumah tangga yang memilih resign dari profesinya sebagai Pramugari maskapai Garuda karena ingin lebih dekan dengan keluarga dan bertekat ingin membuat suatu usaha yang akan menciptakan lapangan kerja baru bagi orang lain. Rendang dan Sambal kemasan di Kota Semarang ini memiliki nama dagang Rendang Uda dan Sambal Uda, nama yang masih asing bagi masyarakat Kota Semarang karena Uda adalah panggilan di Padang kepada seorang pria yang lebih dewasa, dan Uda ini adalah panggilan Nur Isti’ Anah kepada suaminya yang membuat nama dagang untuk rendang dan sambal kemasan ini.Selaku industri kecil olahan makanan, Nur Isti’ Anah telah mengurus perijinan usaha rendang dan sambal kemasan ini seperti NIB dan PIRT. Namun belum mengurus perijinan Halal, untuk mengurus perijinan Halal harus didaftarkan di Kemenag.Hal ini menjadi sesuatu yang kurang tepat karena dalam persaingan bisnis yang begitu ketat diperlukan perijinan Halal untuk membuat konsumen merasa aman dalam mengkonsumsi produk rendang dan sambal kemasan ini. Salah satu masalah yang sering muncul dalam hal Halal ini, adalah munculnya keraguan konsumen terhadap produk ini walaupun produk rendang dan sambal Uda ini di produksi dengan Halal dan bersih karena telah mendapatkan perijinan PIRT dari Dinkes Kota Semarang.Penyuluh Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang tengah melakukan penyuluhan pada Rumah Produksi Rendang Uda dan Sambal Uda memberikan pemahaman tentang arti penting dan manfaat pendaftaran perijinan Halal terutama terhadap jaminan perlindungan kepada konsumen dan sebagai strategi pengembangan usaha.Karena sudah banyak merek rendang dan sambal kemasan yang sudah mendaftarkan perijinan Halal. pada kelas produk yang sama dan hal ini dapat menjadi permasalahan kedepannya karena konsumen akan lebih yakin dan percaya kepada produk yang sudah di daftarkan perijinan Halal. Hasil rekomendasi penyuluh agar segera melakukan mengurus perijinan Halal agar produk Rendang Uda dan Sambal Uda dapat diterima dengan baik di masyarakat khususnya warga Kota Semarang. Hal tersebut tentunya butuh pendampingan lebih lanjut dari instansi pembina.Nur Isti’ Anah berterima kasih atas penyuluhan dan rekomendasi yang telah diberikan. Harapan kedepan untuk tetap mendapatkan pembinaan dan pendampingan selanjutnya terutama proses pendaftaran perijinan Halal produk hingga dapat memperluas pasar melakukan ekspor.

...
Rapat Koordinasi Pembinaan Jabatan Fungsional Penyuluh Perindag Tahun 2022

Dalam rangka pembinaan sumber daya manusia (SDM) industri terutama Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (PFPP) untuk memperkuat industri kecil dan menengah serta menumbuhkan wirausaha, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur Badan Pengembangan SDM Industri menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Jabatan Fungsional Penyuluh Perindag sekaligus pengukuhan Pengurus Asosiasi Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Indonesia (APPI) periode 2020-2022.  Kegiatan dilaksanakan di Hotel Horison Bekasi, 9 sampai dengan 11 Maret 2022 dengan dihadiri oleh 43 orang perwakilan dari 17 provinsi dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Arus Gunawan. Jawa Tengah mewakilkan 5 orang, 2 PFPP Disperindag Provinsi Jawa Tengah, serta masing-masing 1 orang PFPP dari Disperindagkop UKM  Kabupaten Banjarnegara, Dinperinaker Kota Pekalongan, dan Disperinaker Kabupaten Purworejo.  Dalam sambutannya, Arus Gunawan menegaskan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan daya saing industri adalah tersedianya SDM industri yang kompeten, APPI selaku asosiasi profesi penyuluh perindustrian dan perdagangan harus menjadi wadah aspirasi dan berperan dalam pengembangan kompetensi dan profesionalitas PFPP.   Dadi Marhadi, Kepala Pusbindiklat BPSDMI menyampaikan PFPP memiliki peranan yang penting sebagai ujung tombak penyuluhan perindustrian dan perdagangan di daerah, dimana untuk mendukung peranan tersebut, perlu ditingkatkan jejaring informasi melalui ajang silaturrahmi antara PFPP dengan Kementerian Perindustrian. “Rapat koordinasi ini akan menjadi agenda rutin ajang silaturahmi antara PFPP dan Pusbindiklat BPSDMI Kemenperin selaku instansi pembina yang nantinya diharapkan bisa tercipta sinergi antara PFPP dan Pusbindiklat SDM Aparatur dan menjadi mitra produktif serta diperoleh masukan demi pengembangan SDM industry kedepannya” tegas Dadi.

...
Penyuluhan Hak Kekayaan Intelektual Pada IKM Kue di Kabupaten Grobogan

Kue semprong merupakan kue kering yang berasal dari Indonesia. Kue ini biasanya memiliki bentuk silinder atau panjang dengan tengahnya yang bolong seperti pipa. Kue semprong juga hadir dalam bentuk lain, seperti bentuk segitiga dan persegi panjang. Aroma yang wangi dengan rasa yang khas dan unik serta teksturnya yang renyah membuat siapa saja yang memakan kue ini akan ketagihan.  Kabupaten Grobogan yang terkenal dengan julukan Kota Swieke ternyata memiliki kuliner khas Indonesia ini. Terletak di Jl. Jambu No. 12 Kecamatan Wirosari, rumah produksi kue semprong ini telah berlanjut hingga ke generasi ketiga. Adalah Satyaning Handayani Pamungkas, pemilik usaha produksi kue semprong sebagai penerus usaha keluarga yang telah dirintis sejak Tahun 1975.  Kue Semprong Kabupaten Grobogan ini memiliki nama dagang GANEÇA dan telah menjadi icon oleh-oleh khas Grobogan yang tidak pernah ketinggalan hadir dalam setiap perhelatan Pemkab Grobogan. Dengan tenaga kerja 25 orang, kue semprong GANEÇA telah dipasarkan hingga luar Jawa dengan volume penjualan 3000 Kg dan omzet hingga 100 juta tiap bulannya. Selaku industri kecil olahan makanan, Satyaning Handayani Pamungkas telah mengurus perijinan usaha kue semprong ini seperti NIB, PIRT dan Halal. Namun seperti yang sering terjadi di banyak IKM, perlindungan produk seperti nama dagang atau merek belum didaftarkan di Kemenkumham. Hal ini menjadi sesuatu yang kurang tepat karena persaingan bisnis yang begitu ketat akan berpengaruh terhadap merek dagang IKM. Salah satu masalah yang sering muncul dalam hal merek dagang ini, adalah munculnya produk saingan dengan merek yang sama yang mendompleng atau memanfaatkan nama besar suatu merek. Sementara IKM pemiliki merek tersebut tidak memiliki perlindungan hukum terhadap nama mereknya.  Penyuluh Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Grobogan yang tengah melakukan penyuluhan pada Rumah Produksi Kue Semprong GANEÇA memberikan pemahaman tentang arti penting dan manfaat pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual terutama nama dagang terhadap jaminan perlindungan usaha dan sebagai strategi pengembangan usaha. Merek GANEÇA sendiri memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek lain yang telah didaftarkan pada kelas produk yang sama dan hal ini dapat menjadi permasalahan kedepannya sekaligus akan mendapat penolakan saat didaftarkan. Hasil rekomendasi penyuluh agar nama dagang bisa dirubah dengan strategi rebranding bagi kue semprong Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan ini. Hal tersebut tentunya butuh pendampingan lebih lanjut dari instansi pembina.  Satyaning Handayani Pamungkas berterima kasih atas penyuluhan dan rekomendasi yang telah diberikan. Harapan kedepan untuk tetap mendapatkan pembinaan dan pendampingan selanjutnya terutama proses pendaftaran merek, rebranding produk hingga dapat memperluas pasar melakukan ekspor.

...
Penyuluhan Pada IKM Mebel dan Kerajinan Perca di Kabupaten Grobogan

IKM Makmur Jaya yang beralamat di Desa Kalirejo Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan pada awalnya bergerak di bisnis mebel baik pembuatan baru maupun jasa perbaikan. Adalah Laksmita Setyaningrum, pemilik bisnis yang dengan tangan kreatifnya mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan sisa potongan kain atau yang disebut dengan kain perca. Sisa potongan kain yang menumpuk ternyata bisa disulap menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti bed cover, sprei, gorden dan masih banyak lagi.  Dengan modal kreativitas, sisa potongan kain bisa diolah menjadi produk menarik yang menguntungkan. Pembuatan kerajinan kain perca ini menggunakan teknik quilting atau teknik menyambung bagian kain yang terpisah. Dengan memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja, usaha kerajinan ini semakin berkembang. Kini dengan 17 tenaga kerja dari warga sekitar telah mampu merambah pasar hingga keluar Jawa dengan omzet bulanan mencapai 100 juta.  Permasalahan yang dihadapi adalah belum terdaftarnya merek L Queen sebagai nama dagang Makmur Jaya, sehingga tidak memiliki perlindungan atas produknya. Permasalahan lain yang dihadapi dalam mengembangkan usaha adalah terkait dengan mesin peralatan untuk membuat bermacam pola quilting. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Provinsi Jateng bersama Penyuluh dari Kabupaten Grobogan saat berkesempatan melakukan penyuluhan di Makmur Jaya memberikan konsultasi dan bimbingan terkait permasalahan yang dihadapi.  Dalam pengurusan merek hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan riset nama dimana merek yang akan didaftarkan tidak boleh memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek lain yang telah terdaftar di Kemenkumham. Selanjutnya proses pendaftaran akan difasilitasi oleh dinas Kabupaten Grobogan. Sementara tentang mesin peralatan, direkomendasikan agar dapat mengikuti program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM, yaitu pengembalian biaya pembelian mesin sebesar 40% dari total pembelian dengan minimal nominal pengembalian 10 juta. Untuk kebutuhan rekayasa mesin peralatan yang sesuai dengan kebutuhan dapat dilayani oleh Klinik Teknologi  Industri yang diampu oleh Penyuluh Perindag Disperindag Prov Jateng dengan jaringan Technopreuneur Jatengnya yang mampu merancang bangun mesin peralatan dari yang manual hingga otomasi.  Atas penyuluhan yang diterima, Laksmita Setyaningrum sangat berterima kasih. Harapannya dengan pendampingan dari dinas usaha akan semakin berkembang begitu juga dengan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui pengembangan usaha yang dilakukan Makmur Jaya.