ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 12/2021

...
Identifikasi Kebutuhan Penyuluhan dan Bimbingan SNI Pada Industri AMDK

Peluang usaha air minum isi ulang mempunyai prospek yang semakin besar. Hal ini dikarenakan berubahnya paradigma masyarakat yang biasanya memasak sendiri air untuk minum namun sekarang membeli air siap minum kemasan. Hal lainnya tidak lepas dari sulitnya air bersih didapat dan menurunnya kualitas air bersih dimana bau kimia masih tercium bila air dimasak dan rasanya tidak enak. Setiap orang pasti membutuhkan air minum setiap harinya, bagi yang mampu memang bisa dengan mudah membeli air minum bermerek sedangkan bagi masyarakat kelas menengah kebawah lebih memilih air minum isi ulang karena harganya yang jauh lebih murah dibanding yang bermerek.  Peluang seperti ini ditangkap juga oleh Sukrim yang tinggal di Desa Banteran, Kecamatan Subang, Kabupaten Banyumas. Setelah sebelumnya melalang buana bekerja di Ibu Kota dan Bali. Disamping Desa Banteran itu sendiri memiliki potensi sumber mata air dan tenaga kerja yang masih membutuhkan pekerjaan.  Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah bersama Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas menyambangi usaha Sukrim. Usaha Sukrim memulai usahanya sejak tahun 2017 dengan merek Apolo. Tenaga kerja yang terlibat sejumlah 13 orang. Sedangkan daerah pemasaranya meliputi Banyumas, Cilacap dan Purbalingga. Permasalahan yang dihadapi sekarang ini adalah belum ber-SNI. Untuk itu Sukrim disarankan untuk segera mengurus SNI dengan bimbingan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah secara berjenjang. Pada kesempatan ini Sukrim mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang telah diterimanya selama ini.

...
Penyuluhan Perlindungan Atas Kekayaan Intelektual di Kabupaten Wonogiri

Kabupaten Wonogiri terkenal memiliki banyak kuliner khas khas, salah satunya adalah Tempe Keripik yang sering dijadikan buah tangan. Penyuluh Perindag Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mendapatkan kesempatan untuk berkunjung dan memberikan penyuluhan terhadap salah satu sentra industry tempe keripik di Kabupaten Wonogiri. Desa Jendi Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri merupakan sentra industry tempe keripik yang telah ada sejak 30 tahun yang lalu. Awalnya Desa Jendi merupakan desa penghasil tempe yang setelah mendapatkan pelatihan dari pemerintah daerah kala itu, Ibu Suparni salah satu pengrajin tempe mulai merintis produksi tempe keripik yang kemudian diikuti oleh para tetangga di Desa Jendi. Hingga kini di Desa Jendi ada sekitar 40 pengusaha yang menekuni produksi tempe keripik. Meski merupakan sentra namun secara kelembagaan para pengusaha tempe keripik Desa Jendi tersebut belum memiliki paguyuban atau kelompok usaha resmi. Informasi pengembangan usaha masih dilakukan secara getok tular saja melalui peran PKK, dikoordinasi oleh salah satu pengusaha bernama Ibu Sri.  Terkait legalitas usaha para pengusaha tempe keripik Desa Jendi telah memiliki NIB dan IUMK, juga ijin edar PIRT. Untuk nama dagang biasanya mereka menggunakan nama mereka sendiri, seperti contoh Tempe Kripik Bu Sri atau Tempe Keripik Bu Suprapto (anak Ibu Suparni yang melanjutkan usaha orangtuanya). Namun nama dagang tersebut belum mereka daftarkan perlindungannya di Kemenkumham.  Penyuluh Perindag Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini memberikan penekanan akan arti pentingnya pendaftaran merek atau nama dagang agar mendapatkan perlindungan atas kekayaan intelektual mereka dan terhindar dari pembajakan. Merek sebagai nama dagang dapat menceritakan sesuatu kepada pembeli tentang mutu produk barang maupun jasa, sehingga konsumen bisa membedakan/mencirikan dengan mudah antara produk yang asli dengan produk-produk yang identik atau yang mirip. Pemasaran produk tempe kripik Desa Jendi telah masuk di supermarket dan toko oleh-oleh Wonogiri, Kendala yang dihadapi adalah penjualan menggunakan sistem konsinyasi dan belum memiliki pemahaman serta ketrampilan dalam marketing online.  Selama masa pandemi penjualan tempe kripik mengalami penurunan yang cukup drastis, permintaan akan tempe kripik yang cukup besar hanya terjadi ketika masa lebaran. Saat ini meski setelah kebijakan pelonggaran PPKM diberlakukan, usaha mulai bangkit, namun kenaikan harga minyak goreng sangat memukul usaha mereka. Para pengrajin  tempe kripik Desa Jendi tidak bisa menaikkan harga atau mengurangi ukuran tempe kripik guna menutup biaya produksi, mereka hanya bisa bertahan seadanya memenuhi permintaan pasar local saja. Diharapkan pemerintah dapat segera dapat menstabilkan dan menurunkan harga minyak goreng agar usaha tempe kripik bisa terus berjalan dan berkembang. Penyuluh Perindag Kabupaten Wonogiri akan memberikan pendampingan lebih lanjut terkait pemasaran online.

...
Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Pada Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah telah melakukan survei kepada pelanggan terhadap pelayanan yang telah diberikan Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah selama Semester  ke-2 tahun 2021 yaitu pada periode Juli sampai dengan Desember 2021. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, maka lembaga penyedia  pelayanan wajib melakukan survei kepuasan masyarakat untuk memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Adanya peraturan ini merupakan melakukan survei kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan dengan mengukur kepuasan pengguna layanan.Jumlah responden dalam Survei Kepuasan Masyarakat  (SKM) ini berjumlah  100 orang  terdiri dari laki –laki 73 orang ( 73 %) dan perempuan 27 orang ( 27 %) yang berasal dari masyarakat umum, hal ini  berarti pengguna layanan Balai Industri  Produk Tekstil dan Alas Kaki Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah tidak membedakan gender  dengan usia antara 18 tahun sampai dengan 37  tahun dengan  jenjang tingkat pendidikan mulai SLTP s/d Sarjana  namun mayoritas pengguna layanan di dominasi pendidikan SLTA.Dari data hasil survei yang dilakukan pada periode Juli sampai dengan awal Desember tahum 2021 Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan di BIPTAK Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mencapai nilai 84 (B) dengan kategori Baik. Penilaian ini didasarkan atas penilaian dari 9 (sembilan) unsur pelayanan IKM terhadap Layanan BIPTAK Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi  Jawa Tengah selama Semester ke-2 tahun 2021, yang meliputi:·            Kesesuaian persyaratan pelayanan·            Kemudahan prosedur pelayanan·            Kecepatan waktu pelayanan·            Kewajaran biaya/tarif pelayanan·            Kesesuaian pelaksanaan dan hasil pelayanan·            Kompetensi / kemampuan personil pelayanan·            Perilaku petugas pelayanan·            Penanganan keluhan pengguna layanan·            Kelengkapan  sarana dan prasarana pelayananBerikut ini Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap layanan BIPTAK Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi  Jawa Tengah untuk Semester  2  Tahun 2021.TABEL IKMBALAI INDUSTRI PRODUK TEKSTIL DAN ALAS KAKI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TENGAH SEMESTER II TAHUN 2021NOUnsur PelayananNilai IKMNilai KonversiMutu PelayananUkuran Kinerja 1Persyaratan3.2581.25BBaik 2Prosedur3.2080BBaik 3Waktu Pelayanan3.3283BBaik 4Biaya/ Tarif3.6591.25ASangat Baik 5Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan3.3583.75BBaik 6Kompetensi Pelaksana3.587.5BBaik 7Perilaku Pelaksana3.3283BBaik 8Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan3.382.5BBaik 9Kelengkapan Sarana dan Prasarana3.4185.25BBaik JUMLAH30.26756.5   NILAI IKM3.3684BBaik JUMLAH RESPONDEN = 100Unsur pelayanan yang mendapat nilai tertinggi adalah biaya /tarif yaitu 3,65 dengan nilai konvensi 91,25 hal ini berarti biaya retribusi jasa pelayanan di BIPTAK relatif sangat murah dan terjangkau oleh masyarakat. Alasan paling banyak pengguna Layanan adalah mendapat pelatihan /ketrampilan operator garmen dan Alas Kaki secara gratis dan di tempatkan bekerja di perusahaan. Semua pengguna layanan yang mengikuti pelatihan operator jahit menyatakan program pelatihan sesuai untuk bekerja di perusahaan Garmen dan Alas Kaki.(HRT).