ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 11/2022

...
Penyuluhan Pada IKM Batik Seruni Kab.Grobogan

Istilah batik diartikan melekatkan lilin pada kain putih sebelum kain tersebut diberi warna. Cara melekatkan lilin ini ada yang menggunakan alat canting untuk menggoreskan lilin panas, canting cap, dan kuas untuk mendapatkan gambaran motif batik. Batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Seiring perkembangan zaman, batik perlu berinovasi dari segi motif maupun warna agar bisa diterima semua kalangan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Perlu adanya penyuluhan dan pendampingan terkait peningkatan potensi yang dimiliki, menemukan inovasi- inovasi baru, dan diversifikasi produk terkait kerajinan batik. Dengan adanya inovasi dan diversifikasi produk diharapkan dapat meningkatkan daya tawar perajin dimana pengembangan tersebut dilakukan dengan tetap dilandaskan pada nilai- nilai budaya lokal. Nur Hidayati adalah salah satu perajin batik yang beralamat di Desa Putat Rt.06, Rw.01, Kec.Purwodadi, Kab. Grobogan. Usaha batik yang dirintis Nur Hidayati sejak 2014 ini diberi nama "Batik Seruni". Saat ini, Nur Hidayati dibantu oleh 3 orang tenaga pembatik dalam mengerjakan proses produksi batiknya. Motif yang dimiliki Batik Seruni diantaranya adalah motif Petir Gandri Ki Ageng Selo, Motif Jarik Lumbung Gandum, Motif Padi Jagung Kedelai, Motif Mrapen Bledug, dan lain- lain. Perijinan usaha yang sudah  dimiliki adalah NIB (Nomor Induk Berusaha). Kendala yang dihadapi selama ini diantaranya adalah pemasaran, ketersediaan tenaga pengecap batik dan pembuangan limbah batik. Dalam kesempatan anjangsana, Penyuluh Perindustrian dan Perdangan Prov.Jawa Tengah memberikan penyuluhan terkait kendala yang dihadapi oleh Batik Seruni, diantaranya dalam hal pemasaran dengan aktif membuat inovasi diantaranya inovasi proses pembatikan, inovasi mutu pembatikan, inovasi ragam hias atau motif, dan inovasi tata warna. Dalam sebuah produk batik yang "beda" tentunya terdapat kreativitas pembatik didalamnya, misal dengan memadu padankan beberapa teknik pewarnaan. Selain inovasi, kendala pemasaran bisa disiasati dengan diversifikasi produk yang tidak semata membuat kain batik tapi juga membuat kerajinan tangan lain yang berbahan dasar kain batik misalnya untuk kebutuhan dekorasi rumah. Untuk kendala kurangnya tenaga pengecap, tenaga kerja yang ada saat ini dapat diikutkan ke pelatihan batik cap. Untuk kendala pembuangan limbah batik, saran yang diberikan adalah dengan pembuatan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) sederhana disertai contoh instalasi yang sudah digunakan pada perajin batik lain serta proposal yang dapat diajukan untuk pembuatan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) sederhana tersebut. Batik Seruni berterima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Grobogan yang telah memberikan penyuluhan dan pendampingan usaha. Semoga kendala usaha yang dihadapi saat ini semakin berkurang seiring terealisasinya solusi yang diberikan.

...
Dorong Pertumbuhan Eksportir, Disperindag Jateng Gelar Pelatihan Manajemen Promosi

Selasa, 15 November 2022 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah membuka acara pelatihan “Manajemen Promosi” yang di selenggarakan di Hotel Pondok Slamet Baturaden, Kabupaten Banyumas. Pelatihan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari penuh dimana peserta akan diberikan pelatihan terkait managemen promosi baik secara digital maupun melalui Pameran Dagang (offline & online) dalam rangka perluasan jaringan pemasaran ke pasar Internasional serta cara mencari dan mendapatkan data buyer yang seluruhnya akan dilakukan melalui praktek secara online. Acara pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Bp. Haryanta SH, MM dan dihadiri oleh 30 peserta dari 4 (empat) Kabupaten yakni Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Cilacap dan Kab. Banjarnegara. Peserta yang hadir disini berasal dari IKM maupun UKM yang memiliki potensi yang berorientasi ekspor dari berbagai kategori produk seperti makanan dan minuman olahan, fashion dan aksesoris serta handycraft. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat mengaplikasikan teori-teori yang diberikan dan dapat melaksanakan ekspor secara mandiri (tidak melalui pihak ketiga). Selain itu kami juga mengharapkan kepada narasumber agar dapat memberikan latihan atau simulasi sederhana agar pengetahuan yang diberikan dapat lebih mudah terserap oleh peserta. Kegiatan pelatihan “Manajemen Promosi” merupakan salah satu usaha Pemerintah Provinsi (khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov, Jateng) dalam menghidupkan aktivitas perekonomian Jawa Tengah secara berkelanjutan. Pandemi Covid-19 bukanlah halangan, melainkan tantangan dalam membangun kemampuan bisnis untuk mendapatkan buyer-buyer potensial di berbagai negara.

...
Penyuluhan Peningkatan Kapasitas Produksi Pada IKM Olahan Carica di Kab.Banjarnegara

Carica atau Pepaya Gunung merupakan buah khas Dataran Tinggi Dieng. Bila wisatawan pergi ke sana, banyak penjual menawarkan buah yang satu ini. Hanya saja, saat dijual kebanyakan buah itu telah dibuat beraneka macam kuliner seperti kripik dan minuman. Di Dataran Tinggi Dieng, pohon Carica berbuah sepanjang tahun, puncaknya adalah pada bulan Maret – April. Adalah Ibu Sri Eniyati yang bertempat tinggal di Jl. Raya Desa Sigong, Sigong, Banjarmangu, Kec. Banjarmangu, Kab. Banjarnegara. Beliau mempunyai usaha olahan carica menjadi carica in syrup sejak tahun 2015. Bahan baku diperoleh langsung dari petani carica di Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur sebagai penghasil terbanyak buah carica dengan cara berlangganan. Produk yang dihasilkan berupa carica in syrup dengan bentuk kemasan kardus dan plastik masing-masing isi 6 cup kecil dengan harga jual Rp 22.000,-. Ijin edar yang dimiliki meliputi P-IRT, Halal dan BPOM sehingga banyak konsumen yang merasa nyaman ketika mengkonsumsi produk tersebut. Selain carica, Ibu Sri Eniyati juga memproduksi berbagai minuman herbal instan seperti, Chang Chahe Pletok (wedang uwuh +susu), serbuk jahe merah, serbuk temulawak dan serbuk kunyit. Pada saat pandemi covid berlangsung, produk herbal ini sangat diminati karena diyakini mampu menjaga stamina tubuh dan mempercepat penyembuhan. Ijin edar juga sudah ada P-IRT dan Halal. Daerah pemasaran juga sudah cukup luas mencapai wilayah Kalimantan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan seputar Jawa Tengah. Penjualan produk dilakukan melalui 2 cara yaitu secara langsung dan online. Untuk penjualan langsung, konsumen melakukan pembelian di rumah, juga sistem konsinyasi di beberapa toko modern yang sudah melakukan kerja sama selama ini seperti Topaz, Depo Pelita, Rita dan Alfamart. Sedangkan penjualan secara online dilakukan melalui media social yang dimiliki seperti Whatsapp, Instagram, Facebook dan reseller. Kendala yang dihadapi adalah dengan melakukan system penjualan konsinyasi maka modal yang dibutuhkan sangat besar karena pembayaran dilakukan ketika produk laku terjual, sehingga saat ini membutuhkan bantuan modal karena tidak ingin terlibat dalam pinjaman di bank. Solusi yang kami berikan mengadakan kerjasama bisnis dengan pengusaha yang lebih besar dan kuat dalam permodalan, hal ini tidak melibatkan pihak perbankan. Ibu Sri Eniyati mengharapkan pendampingan lebih lanjut dari pemerintah melalui Dinas terkait untuk memberikan fasilitas berupa pelatihan vokasi maupun manajerial, magang untuk menciptakan inovasi dan promosi melalui event pameran baik di Kabupaten, Provinsi maupun Nasional. Harapan lebih lanjut adalah Pemerintah menyelenggarakan program wajib belanja produk UMKM dalam berbagai kesempatan baik acara kedinasan maupun keluarga.

...
Penyuluhan Peningkatan Kapasitas Produksi Pada IKM Olahan Makanan Berbahan Baku Salak

Salak pondoh Banjarnegara rasanya manis, dagingnya tebal dan berlapis, serta ada rasa khas tersendiri. Kandungan yang dimiliki salak pondoh antara lain vitamin C, karbohidrat, protein, dan air. Salak pondoh Banjarnegara bisa dimakan begitu saja, bisa juga diolah menjadi makanan yang lain. Makanan hasil olahan salak pondoh produksi UMKM Banjarnegara antara lain adalah: keripik salak, wajik salak, dodol salak, jenang salak, sirup salak, bakpia salak dan manisan salak. Sentra perkebunan salak pondoh di Kabupaten Banjarnegara terletak di daerah kecamatan Sigaluh, kecamatan Madukara, kecamatan Banjarmangu, dan kecamatan Pagentan. Desa Kalilunjar merupakan desa penghasil salak pondoh khas Banjarnegara, sehingga hampir setiap rumah pasti memiliki lahan yang ditanami salak pondoh. Ketika harga jual salak tinggi maka keuntungan petani juga mendapatkan omset yang tinggi, namun ketika harga jual rendah maka kerugian petani sangat besar. Untuk mengantisipasi harga jual salak yang rendah, maka Bu Ratmi sebagai seorang petani sekaligus pelaku IKM merasa tergerak untuk membuat olahan berbahan baku salak yang mudah didapatkan disekitar tempat tinggalnya. Berbagai macam olahan salak yang sudah dibuat antara lain dodol salak, keripik salak, bakpia salak, kerupuk salak, stik salak, geplak salak dan serbuk biji salak (bentuk seperti bubuk kopi), makanan basah seperti brownis salak, bolu salak dan asinan salak dibuat berdasarkan pesanan (pre order). Produk olahan yang dihasilkan masih diproses dengan cara manual dengan alat seadanya sehingga sering memakan waktu lama untuk siap dipasarkan. Sebagai contoh dalam proses serbuk biji salak, diawali dengan memotong biji salak menjadi ukuran kecil menggunakan pisau besar biasa, kemudian dijemur sampai kering, dicuci bersih, dijemur lagi dan setelah kering langkah berikutnya disangrai, yang terakhir di grinder hingga menjadi bubuk. Dalam hal ini proses pemotongan biji salak memakan waktu lama dan beresiko tinggi karena bisa menyebabkan luka. Pemasaran produk olahan salak yang dibuat sebagian besar masih lokal Kabupaten Banjarnegara, namun beberapa kabupaten tetangga juga sudah mengenal dan menjadi pelanggan produknya. Saat ini masih membutuhkan sarana pemasaran seperti promosi melalui event pameran dan bazar yang sangat efektif mampu memperluas daerah pemasaran dan lebih dikenal, walaupun sangat membutuhkan model pemasaran online namun terkendala kesulitan jangkauan sinyal sehingga hanya bisa menitipkan produk ke orang lain yang mau memasarkan secara online. Serta masih mengharapkan pendampingan dan bimbingan dari pemerintah melalui Dinas teknis yang membidangi untuk memberikan fasilitasi berupa pelatihan baik vokasi maupun managerial, magang untuk menambah inovasi produk olahan dan ajang promosi melalui pameran lingkup Kabupaten, Provinsi maupun Nasional.

...
Desiminasi Mesin Slicer Pisang

Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (PFPP) di dalam menjalankan perannya sebagai inovator, dinamisator dan fasilitator diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan pengenalan kepada pelaku usaha berkaitan dengan teknologi, metode proses, maupun teknik cara produksi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Pemberian pengetahuan dan pengenalan tersebut dikenal dengan diseminasi. Arti dari diseminasi (Dissemination) adalah suatu kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut. Pada saat pelaksanaan Kegiatan Peningkatan dan Keterampilan dalam Penerapan Teknologi Tepat Guna di Kecamatan Pedurungan (25/10/2022) PFPP Disperindag Provinsi Jawa Tengah berkesempatan melaksanakan diseminasi mesin slicer pisang. Mesin yang dibuat di BILK Disperindag Provinsi Jawa Tengah dan didesain oleh PFPP Disperindag Provinsi Jawa Tengah tersebut diawali dari keluhan Ibu Meimonah, salah satu pelaku usaha kripik pisang di daerah Bangetayu, Semarang yang ingin meningkatkan kapasitas produksinya tetapi belum menemukan jenis mesin yang sesuai dengan cara/metode produksi yang dilakukannya. Mesin dengan kapasitas 60 sampai dengan 80 sisir per jam tersebut menggunakan penggerak berupa motor mesin cuci dengan konsumsi listrik yang rendah sehingga sesuai untuk digunakan pada industri rumah tangga dengan daya listrik tersedia 900 watt. Dengan adanya kegiatan diseminasi mesin TTG slicer pisang ini diharapkan dapat membantu para pelaku industri makanan khususnya keripik pisang untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Bagi pelaku industri yang membutukan informasi mengenai mesin tersebut dapat menghubungi Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Provinsi Jawa Tengah atau BILK Disperindag Provinsi Jawa Tengah. (PFPP-Jateng)

...
Forum Informasi Pasar Luar Negeri & Forum One On One Meeting dengan Atdag ITPC

Dalam meningkatkan kinerja ekspor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan “Forum Informasi Pasar dan One on One Meeting dengan Atase Perdagangan /ITPC” pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2022, bertempat di Aula lantai 5 Disperindag Jateng. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jateng, dihadiri 50 peserta yang berasal dari Pelaku Usaha di Jawa Tengah. Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Atase Perdagangan London, Inggris, Atase Perdangan Cairo, Mesir dan Atase Perdagangan Hanoi, Vietnam. Pengembangan ekspor tidak hanya menjadi tugas dari Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan kinerja ekspor di daerahnya. Seperti diketahui bahwa masih banyak diantara para eksportir yang masih mengalami kesulitan dalam memanfaatkan potensi pasar ekspor yang potensial untuk produk yang dihasilkan. Hal ini disebabkan antara lain karena terbatasnya informasi terkait akses pasar, sehingga menjadi salah satu kendala bagi eksportir tersebut dalam meningkatkan ekspornya. Informasi tentang potensi dan peluang pasar merupakan ujung tombak dalam pengembangan ekspor. Sangat disyukuri bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah memiliki Perwakilan Perdagangan di berbagai penjuru dunia, yaitu Atase Perdagangan dan ITPC (Indonesia Trade and Promotion Center). Guna memberikan informasi yang menyeluruh terkait dengan informasi pasar di luar negeri dengan memanfaatkan keberadaan Perwakilan Perdagangan itulah maka diselenggarakan kegiatan Forum Informasi Pasar dan One on One Meeting dengan Atase Perdagangan /ITPC. Informasi pasar ekspor yang akan digali pada kesempatan tersebut adalah ke negara Inggris, Mesir, dan Vietnam. Kegiatan Forum Informasi Pasar dan One on One Meeting dengan Atase Perdagangan/ITPC ini merupakan salah satu langkah strategis dalam rangka meningkatkan ekspor guna mengoptimalkan penetrasi pasar luar negeri. Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Duta Besar RI untuk Mesir (Bapak M. Aji Surya) yang berkenan juga memberikan sambutan. Hadir juga beberapa importir/ buyer dari Mesir untuk produk kopi dan rempah. Para buyer tersebut berkesempatan untuk memberikan testimoni terkait produk kopi dan rempah dari Indonesia yang memiliki potensi untuk dieskpor ke Kawasan Timur Tengah. Para buyer tersebut juga berkesempatan melakukan business matching dengan beberapa pelaku usaha yang menjadi peserta forum. Dengan mengikuti kegiatan tersebut para peserta mendapatkan wawasan dan pengetahuan mengenai peluang-peluang pasar dari produk-produk yang dihasilkan, kondisi pembeli atau permintaan pasar, akses pasar dan hambatannya, dan segala regulasi terkait perdagangan internasional yang berlaku di negara akreditasi Atase Perdagangan, dan masih banyak lagi informasi-informasi penting lainnya. Acara tersebut juga merupakan wahana untuk mempertemukan pengusaha eksportir maupun calon eksportir Jawa Tengah dengan para Atase Perdagangan, melalui komunikasi dua arah dalam bentuk one on one meeting.

...
Ganjar Salurkan Bantuan Industri Kecil Menengah Guna Kendalikan Inflasi

KLATEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo salurkan program bantuan sosial kepada Industri Kecil Menengah (IKM) total sebesar Rp 905.000.000. Bantuan tersebut dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2022. Dari total anggaran tersebut, ada sebanyak 1.810 IKM penerima di Jawa Tengah. Dan, 65 IKM di antaranya berada di Kabupaten Klaten. Masing-masing IKM mendapat bantuan Rp 500 ribu berupa bahan baku produksi."Iya jadi ini teman-teman (IKM) yang saat pandemi kemarin mereka ada problem, maka bantuan kita antara lain memberikan bantuan bahan baku seperti trigu, gula minyak goreng," ujar Ganjar yang sekaligus meninjau Roti Yana Bakery di Kelurahan Gumulan, Klaten, Senin (19/9/2022). Roti Yana Bakery tersebut menjadi salah satu penerima bantuan sosial kali ini. Sebab, meski terdampak pandemi Covid-19, IKM tersebut masih bisa survive."Ibu-ibu ini ada di komunitas sampai hari ini masih bisa berdagang. Saya senang tadi bercerita pabrik rotinya yang kecil ini berkembang dan saat pandemi turunnya tidak terlalu banyak karena cara menjualnya bagus," lanjutnya.Ganjar melanjutkan, IKM yang saat ini masih berupaya bangkit perlu dilakukan pendampingan, binaan, serta bantuan modal. Maka, diharapkan dapat mengambil permodalan di bank dengan bunga rendah.Di Klaten ada fasilitas kredit dari Bank Klaten dengan subsidi bunga. Pelaku IKM dapat bunga 2 persen saja."Nah, sekarang mereka butuh dampingan, binaan, butuh modal. Maka tadi silakan ambil di bank agar mereka naik kelas," jelasnya. Orang nomor satu di Jawa Tengah itupun memuji produksi IKM yang ada. Baik mulai produk, packaging, sampai marketingnya."Maka, tadi Pak Kadis Perindag sampaikan ayo masuk e-katalog lokal agar kita juga bisa membeli. Kan kita punya aplikasi blangkon itu, masuk saja," tuturnya. Namun, Ganjar memberi peringatan kalau pelaku IKM harus disiplin pembukuan"Nah, model semacam inilah yang harus didampingi agar mereka naik kelas. Maka kita peringatkan mereka jangan lupa nyatat. Order berapa, untung berapa, untuk operasional berapa. Terus kemudian membayar cicilan berapa. Kalau mau reinvest disiapkan mesin, bahan baku atau. Itu pemerintah yang dampingi," tandasnya.

...
Pantauan Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok Bersama Kementerian Perdagangan

Menteri Perdagangan Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di Pasar Karang Ayu, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang (11/9/2022). Saat mengunjungi Pasar Karang Ayu, Zulkifli didampingi oleh Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kasan), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Muhammad Arif Sambodo), dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang (Nurkholis). Kunjungan ini dimaksudkan untuk memonitor kestabilan harga barang kebutuhan pokok, terlebih setelah adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tanggal 3 September 2022 lalu.Usai berkeliling dan menyapa pedagang Pasar Karang Ayu, Zulkifli menyampaikan bahwa setiap hari memonitor harga barang kebutuhan pokok di Pasar Karang Ayu, dan harga barang kebutuhan pokok stabil. Ia turut menyampaikan bahwa Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk memberikan bantuan biaya transportasi barang kebutuhan pokok, khususnya di daerah yang mengalami kenaikan harga lebih dari 5%. “Pemerintah daerah akan membantu subsidi transportasinya sehingga harga barang kebutuhan pokok dapat turun. Jadi ini harus menjadi perhatian jangan sampai bergejolak,” lanjutnya. Sebagai informasi, berdasarkan pantauan harga bahan pokok di Pasar Karang Ayu, diketahui harga beras medium tercatat Rp 10.000/kg, beras premium Rp 12.000/kg, gula pasir Rp 13.000/kg, minyak goreng curah Rp 12.000/liter, minyak goreng Minyakita Rp 14.000/liter, minyak goreng kemasan Rp 18.000/liter, tepung terigu Rp 12.500/kg, daging sapi Rp 130.000/kg, daging ayam ras Rp 34.000/kg, telur ayam Rp 27.000/kg, cabai merah keriting Rp 60.000/kg, cabai merah besar Rp 55.000/kg, cabai rawit merah Rp 45.000/kg, bawang merah Rp 30.000/kg, dan bawang putih Rp 20.000/kg.

...
Penyuluhan Peningkatan Kapasitas Usaha Klaster Rajut Banjarnegara

Rajut sering diidentikkan dengan kegiatan nenek-nenek yang duduk di kursi goyang, karena merajut merupakan kegiatan yang bisa menjadi hobi atau kegemaran sehingga bisa dilakukan sambil bersantai di waktu luang. Namun saat ini rajutan tidak hanya digemari oleh orang yang sudah tua saja, bahkan remaja pun sudah banyak yang menyukainya dan menjadikannya sebagai hobi. Bahkan hasil karya mereka pun sangat bervariasi dan memberi warna baru dalam dunia rajut sehingga baik motif maupun modelnya tidak monoton dan membosankan. Klaster Rajut Banjarnegara (Klarra) dibentuk pada tahun 2018 dengan difasilitasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM Kabupaten Banjarnegara mengundang seluruh pelaku Rajut se Kabupaten Banjarnegara. Saat ini produk yang dihasilkan berupa aneka model tas, dompet, boneka (amigurumi), taplak, syal/scarf, cardigan, topi, peci, cover dan masih banyak lagi sesuai pesanan konsumen. Berbagai kegiatan promosi dan pameran juga sudah diikuti untuk memperkenalkan produk dan memperluas pemasaran. Disamping itu juga  dilakukan pemasaran online secara sederhana melalui media sosial yang dimiliki oleh anggota seperti Whatsapp, Facebook dan Instagram. Masih mengalami kendala dalam memasarkan secara online melalui marketplace yang ada.  Walaupun sudah mencapai daerah pemasaran di luar kabupaten Banjarnegara, namun saat ini produk handmade yang dibuat, kalah dengan produk rajut mesin yang banyak beredar dengan harga yang lebih murah, sehingga sangat mempengaruhi omset penjualan. Model dan inovasi produk juga sangat beragam seperti kombinasi tas rajut dipadukan dengan kulit, konsumen lebih tertarik dengan inovasi rajut kombinasi kulit karena lebih berkelas dan elegan, meskipun harga lebih mahal. Keberadaan bahan baku juga sedikit terkendala karena harus membeli di luar kota, untuk mendapatkan harga yang murah harus membeli dalam jumlah yang banyak. Klarra mengharapkan pendampingan lebih lanjut dari pemerintah melalui Dinas terkait untuk memberikan fasilitas berupa pelatihan vokasi maupun manajerial, magang untuk menciptakan inovasi dan promosi melalui event pameran baik di Kabupaten, Provinsi maupun Nasional.

...
Pendampingan Usaha Pada IKM Alien Apparel

Salah satu IKM di Kota Semarang yang bergerak di bidang usaha konveksi, bordir dan sablon adalah Alien Apparel yang berdiri sejak tahun 2018 dan beralamat di Meteseh Rt. 04, Rw.01, Tembalang, Kota Semarang. Produk yang dihasilkan oleh Alien Apparel diantaranya kaos, kemeja, dan jaket. Selain itu, Alien Apparel juga menerima pesanan sablon dan bordir. Usaha yang dirintis oleh Jarot dan Ali ini terinspirasi oleh pekerjaan yang semula pernah dijalani sebelum keduanya merintis usaha bersama. Komunitas berkumpul yang sama juga menjadi latar belakang berdirinya Alien Apparel. Visi dan misi yang dimiliki oleh Alien Apparel adalah sebuah tempat yang dapat mensejahterakan semua team dan masyarakat yang ada di sekitar Alien Apparel. Dalam memasarkan produknya, Alien Apparel menggunakan media offline dan online. Untuk media offline, salah satu cara yang dilakukan oleh Alien Apparel adalah dengan memproduksi produk yang bagus agar konsumen puas atas pesanan produknya. Konsumen yang puas tentunya akan menjadi pelanggan dan akan mempromosikan hasil produksi Alien Apparel kepada orang lain dengan senang hati. Promosi dari mulut ke mulut merupakan salah satu metode marketing paling efektif yang dapat menjaga kelangsungan usaha. Promosi dari mulut ke mulut merupakan salah satu cara bisnis tertua dalam mendapatkan pengakuan karena pelanggan yang puas akan membagikan pengalaman mereka kepada teman-teman lainnya, yang masing-masing teman tersebut akan berbagi pengalaman tersebut dengan teman mereka dan seterusnya. Selain media offline, Alien Apparel juga memasarkan usahanya menggunakan media sosial instagram @alienapparel99 dan facebook yaitu Alienapparel99. Selain pemasaran, Alien Apparel juga terus memperbaiki proses produksi dan manajemen usahanya. Pada anjangsana Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah ke Alien Apparel, disampaikan tentang pentingnya perijinan usaha, diantaranya NIB (Nomor Induk Berusaha) berbasis resiko . Untuk pembuatan NIB berbasis resiko, dapat dilakukan dengan mengakses laman OSS RBA (Online Single Submission Risk Based Approach) yaitu www.oss.go.id. Pada kesempatan anjangsana tersebut, Penyuluh Perindag juga melakukan pendampingan kontak bisnis antara Alien Apparel dan calon konsumen. Alien Apparel mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah atas penyuluhan dan pendampingan usaha yang telah diberikan.