Penyuluhan Peningkatan Kapasitas Produksi Pada IKM Olahan Makanan Berbahan Baku Salak
Salak pondoh Banjarnegara rasanya manis, dagingnya tebal dan berlapis, serta ada rasa khas tersendiri. Kandungan yang dimiliki salak pondoh antara lain vitamin C, karbohidrat, protein, dan air. Salak pondoh Banjarnegara bisa dimakan begitu saja, bisa juga diolah menjadi makanan yang lain. Makanan hasil olahan salak pondoh produksi UMKM Banjarnegara antara lain adalah: keripik salak, wajik salak, dodol salak, jenang salak, sirup salak, bakpia salak dan manisan salak. Sentra perkebunan salak pondoh di Kabupaten Banjarnegara terletak di daerah kecamatan Sigaluh, kecamatan Madukara, kecamatan Banjarmangu, dan kecamatan Pagentan.
Desa Kalilunjar merupakan desa penghasil salak pondoh khas Banjarnegara, sehingga hampir setiap rumah pasti memiliki lahan yang ditanami salak pondoh. Ketika harga jual salak tinggi maka keuntungan petani juga mendapatkan omset yang tinggi, namun ketika harga jual rendah maka kerugian petani sangat besar. Untuk mengantisipasi harga jual salak yang rendah, maka Bu Ratmi sebagai seorang petani sekaligus pelaku IKM merasa tergerak untuk membuat olahan berbahan baku salak yang mudah didapatkan disekitar tempat tinggalnya. Berbagai macam olahan salak yang sudah dibuat antara lain dodol salak, keripik salak, bakpia salak, kerupuk salak, stik salak, geplak salak dan serbuk biji salak (bentuk seperti bubuk kopi), makanan basah seperti brownis salak, bolu salak dan asinan salak dibuat berdasarkan pesanan (pre order).
Produk olahan yang dihasilkan masih diproses dengan cara manual dengan alat seadanya sehingga sering memakan waktu lama untuk siap dipasarkan. Sebagai contoh dalam proses serbuk biji salak, diawali dengan memotong biji salak menjadi ukuran kecil menggunakan pisau besar biasa, kemudian dijemur sampai kering, dicuci bersih, dijemur lagi dan setelah kering langkah berikutnya disangrai, yang terakhir di grinder hingga menjadi bubuk. Dalam hal ini proses pemotongan biji salak memakan waktu lama dan beresiko tinggi karena bisa menyebabkan luka.
Pemasaran produk olahan salak yang dibuat sebagian besar masih lokal Kabupaten Banjarnegara, namun beberapa kabupaten tetangga juga sudah mengenal dan menjadi pelanggan produknya. Saat ini masih membutuhkan sarana pemasaran seperti promosi melalui event pameran dan bazar yang sangat efektif mampu memperluas daerah pemasaran dan lebih dikenal, walaupun sangat membutuhkan model pemasaran online namun terkendala kesulitan jangkauan sinyal sehingga hanya bisa menitipkan produk ke orang lain yang mau memasarkan secara online. Serta masih mengharapkan pendampingan dan bimbingan dari pemerintah melalui Dinas teknis yang membidangi untuk memberikan fasilitasi berupa pelatihan baik vokasi maupun managerial, magang untuk menambah inovasi produk olahan dan ajang promosi melalui pameran lingkup Kabupaten, Provinsi maupun Nasional.