ARSIP BERITA

Berikut ini adalah kumpulan Arsip Berita pada 05/2026

...
Pendampingan Good Manufacturing Practices (GMP) di Kab. Batang

Dalam upaya mendorong terciptanya produk pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pendampingan Good Manufacturing Practices (GMP) bagi pelaku IKM olahan pangan wilayah Pantura pada 25–26 Mei 2026 di Hotel Kiyana Premier, Kabupaten Batang. Dalam sambutan Kepala Dinas @disperindagjateng yang disampaikan oleh disampaikan Pembina Industri Ahli Pertama Bidang Pengembangan Sarana Prasarana dan Pengawasan Pengendalian Industri, Dyah Sukmawati, S.T., M.Sc., bahwa penerapan GMP merupakan langkah penting dalam menghasilkan produk pangan yang higienis, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar mutu. Penerapan GMP juga menjadi bekal bagi IKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing produk lokal. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Batang yang memaparkan potensi pengembangan industri olahan pangan daerah, serta KZA Konsultan yang memberikan pendampingan teknis terkait implementasi GMP. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai: ✅ Prinsip dasar Good Manufacturing Practices (GMP) ✅ Sanitasi dan higiene dalam proses produksi ✅ Pengendalian proses produksi pangan ✅ Penyusunan dokumen GMP ✅ Praktik penyusunan dan presentasi dokumen GMP Melalui pendampingan ini, diharapkan pelaku IKM pangan semakin siap menerapkan proses produksi yang baik dan konsisten, sehingga mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas peluang pasar, dan memperkuat daya saing industri pangan lokal Jawa Tengah.

...
Audiensi Pemprov Jawa Tengah dengan BPOM Semarang

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima audiensi Kepala BPOM Semarang pada Senin, 25 Mei 2026 di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah. Audiensi dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah OPD terkait, di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah, serta Biro Kesra dan Pengentasan Kemiskinan. Pertemuan ini menjadi langkah penguatan koordinasi dan sinergi antara Pemprov Jawa Tengah dengan BPOM Semarang dalam pengawasan, pembinaan, dan perlindungan masyarakat di bidang obat dan makanan. Dalam pembahasan disampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan, obat, kosmetik, dan produk olahan yang beredar di masyarakat, sekaligus meningkatkan edukasi bagi pelaku usaha dan konsumen. Sinergi dengan BPOM juga dinilai strategis dalam mendukung pengawasan barang beredar, perlindungan konsumen, serta pembinaan pelaku IKM agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek mutu, keamanan, dan legalitas sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal Jawa Tengah. Selain itu, BPOM turut menyampaikan agenda Pertemuan Nasional pada 9 Juni 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja sekaligus kick off Program IDAMAN (Indonesia Sadar Jamu Aman) sebagai tindak lanjut pengakuan UNESCO terhadap jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

...
Diskusi Publik Penyusunan RUU Desain Industri

Lindungi Desain, Perkuat Daya Saing Industri Jawa Tengah Perlindungan desain industri merupakan langkah strategis untuk menjaga inovasi, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat daya saing industri dan IKM di tengah persaingan global. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menghadiri Diskusi Publik dalam rangka Kunjungan Kerja Panitia Khusus (Pansus) DPR RI terkait Penyusunan RUU Desain Industri yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenkum Jawa Tengah bersama DJKI Kementerian Hukum RI pada Senin (25/05/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membahas penguatan regulasi desain industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan era digital. Jawa Tengah memiliki potensi kekayaan intelektual yang sangat besar. Sepanjang tahun 2025 tercatat: 1. 1.083 permohonan desain industri 2. 9.657 permohonan merek 3. 569 permohonan paten dan paten sederhana 4. 31.276 pencatatan ciptaan 5. 24 Indikasi Geografis 6. 220 Kekayaan Intelektual Komunal Potensi besar sektor furnitur, alas kaki, fesyen, batik, dan industri kreatif Jawa Tengah akan semakin berkembang apabila didukung oleh perlindungan kekayaan intelektual yang kuat serta meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya perlindungan desain industri. Melalui penguatan regulasi dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan inovasi produk industri dan IKM Jawa Tengah semakin terlindungi, memiliki nilai tambah yang tinggi, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

...
RAKOR FASILITASI DAN OPTIMALISASI SERTIFIKASI HALAL JATENG

Semarang, 13 Mei 2026. Biro Kesra Setda Prov Jateng menyelenggarakan Rapat Koordinasi Fasilitasi dan Optimalisasi Sertifikasi Halal Jawa Tengah bertempat di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh OPD terkait Provinsi Jawa Tengah bersama BPJPH Provinsi Jawa Tengah dan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Kesra. Dalam arahannya disampaikan bahwa percepatan sertifikasi halal menjadi tindak lanjut atas kunjungan Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah ke BPJPH RI, serta telah ditanda tangani komitmen bersama antara Gubernur Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota pada tgl 21 April 2026 untuk mewujudkan target 557.269 produk tersertifikasi halal di Jawa Tengah pada tahun 2027. Bappeda Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa target tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2027, khususnya sektor Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah, serta telah dibreakdown kepada masing-masing Kabupaten/Kota sesuai target RPJMD. Sementara itu, BPJPH Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa percepatan target sertifikasi halal dapat dioptimalkan melalui program SEHATI, di samping fasilitasi melalui skema reguler. Dari total kuota Jawa Tengah sebanyak 183.679 sertifikat, saat ini telah terealisasi 70.385 sertifikat, sehingga masih terdapat sisa 113.294 kuota yang akan dimaksimalkan pada periode Mei–Juni 2026 agar tidak dialihkan ke provinsi lain. Sebagai tindak lanjut, seluruh OPD diminta turut mendukung pencapaian target optimalisasi sertifikasi halal sesuai kewenangan masing-masing. Selain itu, TP PKK juga akan dilibatkan dalam upaya percepatan sertifikasi halal di Jawa Tengah.

...
Pendampingan Good Manufacturing Practices (GMP) bagi IKM Wil. Banyumas dan Kedu

Tingkatkan Mutu Produk, Perkuat Daya Saing IKM Pangan Kebumen, 12-13 Mei 2026. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Good Manufacturing Practices (GMP) bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) Olahan Pangan wilayah Banyumas dan Kedu Raya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan keamanan produk pangan olahan serta pemenuhan standar produksi yang baik bagi pelaku IKM. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Sarana Prasarana dan Pengawasan Industri, Devita Ayu Mirandati, S.E., M.Si. Dalam sambutannya disampaikan bahwa penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) merupakan fondasi penting dalam menghasilkan produk pangan yang aman, higienis, dan berkualitas. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, penerapan GMP juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing IKM di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kebumen serta Praktisi Pendampingan GMP dari Konsultan KZA. Materi yang diberikan meliputi: Dasar-dasar penerapan GMP, Sanitasi dan higiene produksi, Pengendalian proses produksi, Penyusunan dokumen GMP serta Praktik dan presentasi dokumen GMP Melalui pendampingan ini, diharapkan pelaku IKM pangan semakin siap menerapkan proses produksi yang baik, meningkatkan kualitas dan keamanan produk, serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan Jawa Tengah.